Bacaan dan Renungan Minggu 03 Maret 2019 – Pekan Biasa VIII

Warna Liturgi: Hijau


Kalau ayakan digoyang-goyangkan maka sampahlah yang tinggal, demikianpun keburukan manusia tinggal dalam bicaranya.Perapian menguji periuk belanga penjunan, dan ujian manusia terletak dalam bicaranya. Nilai ladang ditampakkan oleh buah pohon yang tumbuh di situ, demikian pula bicara orang menyatakan isi hatinya.Jangan memuji seseorang sebelum ia bicara, sebab justru itulah batu ujian manusia.


Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,
untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,
Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita.


Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.


Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.


Bacaan Injil: Luk 6:39-45


Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”


Injil hari ini dapat mengingatkan kita akan situasi bangsa akhir-akhir ini. Budaya hoax,ujaran kebencian dan saling menjelekkan serta budaya fitnah semakin marak terjadi. Sebagai murid-murid Kristus, kita telah diingatkan untuk tidak mengumbar fitnah dan mengadili sesama. Yesus justru menghendaki para pengikut-Nya untuk memiliki keutamaan belas kasih kristiani,yaitu mengampuni. Kesejatian iman seorang kristen dapat diukur dari kemampuannya untuk mengampuni yang lain. Alih-alih mengadili dan memfitnah sesama, ia justru memilih untuk memeriksa kekurangan dan kesalahannya sendiri.


Dengan semangat mengampuni, yesus ingin menunjukkan dan mempertegas kualitas seorang murid. Kualitas kemuridan tidak diukur hanya dengan bergabung ke dalam kelompok Yesus. Lebih dari itu, seorang murid harus menunjukkan buah-buah rohani yang bertumbuh dalam dirinya. Buah-buah rohani itu tampak dalam tindakan mengasihi dan mengampuni sesama.


Kualitas kemuridan bersumber dari perbendaharaan hatinya, sedangkan perkataan dan tindakan adalah barang yang dikeluarkan dari perbendaharaan itu. Bila cinta akan dunia dan keinginan daging memerintah atas dirinya, hatinya akan menyimpan perbendaharaan yang jahat. Dari sanalah keluar segala yang jahat. Barang yang jahat bisa terungkap dalam sikap mengadili, menista, dan menjelek-jelekkan. Sebab, apa yang diucapkan mulut, pasti meluap dari hati. Hal ini tidak berarti bahwa orang baik tidak mungkin mengeluarkan perkataan yang buruk, atau orang jahat tidak bisa menggunakan perkataan yang baik untuk sesuatu yang jahat. Oleh karena itu, setiap orang beriman harus selalu mengisi hatinya, buka sekedar dengan hal yang baik, melainkan pula dengan kemurahan hati yang berlimpah-limpah (Sumber: Ziarah Batin 2019, Maret 2019)


03 Maret-19


Allah Bapa yang berbelas kasih, bebaskanlah aku dari egoisme dan cinta diri. Biarkanlah aku dituntun oleh Roh Kudus-Mu agar memiliki hati yang terbuka dan berbelas kasih. Amin


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan injil minggu 10 maret 2019
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: