Bacaan dan Renungan Minggu 03 Januari 2020 Hari Raya Penampakan Tuhan

Kemuliaan Tuhan terbit atasmu.

Beginilah kata nabi kepada Yerusalem: Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling! Mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Melihat itu, engkau akan heran dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan,
serta memberitakan perbuatan-perbuatan masyhur Tuhan.


Ref: Kiranya segala bangsa menyembah Engkau, ya Tuhan!

Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja. Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!Kiranya keadilan berkembang pada zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.

Rahasia Kristus kini telah diwahyukan, dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian.

Saudara-saudara, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah yang dipercayakan kepadaku demi kamu, yaitu bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu. Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan para nabi-Nya yang kudus. Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.


Kami telah melihat bintang Tuhan di ufuk timur, dan kami datang untuk menyembah Dia.


Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja.

Pada zaman pemerintahan Raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. Mereka bertanya-tanya, “Di manakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Mendengar hal itu, terkejutlah raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena beginilah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau, Betlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergilah, dan selidikilah dengan seksama hal-ikhwal Anak itu! Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata raja Herodes, berangkatlah para majus itu. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya. Lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada Anak itu, yaitu emas, kemenyan dan mur. Kemudian, karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.

Pada hari ini kita merayakan hari raya Penampakan Tuhan, atau yang dikenal juga  dengan hari raya Epifani. Ini adalah hari raya di mana kita merayakan manifestasi Tuhan atau penyertaan keselamatan Tuhan kepada semua bangsa. Karenanya pada perayaan ini kita mendapatkan warta berupa kisah tentang orang Majus atau tiga orang bijak dari Timur yang mengikuti petunjuk bintang, sebagai bintang penanda tempat kelahiran Yesus, untuk bertemu dengan Yesus Juruselamat.

Alkitab tidak mengatakan apapun tentang identitas dan latar belakang tiga orang bijak atau orang Majus itu. Tak mengherankan tradisi kekristenan berupaya menginterpretasi mereka itu berpadanan dengan kisah Injil. Kalau Injil Matius menggambarkan bahwa mereka datang dari Timur menuju Yerusalem, sudah barang tentu mereka menempuh perjalanan panjang yang memakan waktu, tenaga dan biaya yang tidak kecil, dan itu memperjelas siapa mereka itu. Amatilah mungkin mereka berasal dari strata masyarakat kelas atas. Perjalanan yang ditempuh itu bukanlah berasal dari informasi manusia, melainkan berdasarkan petunjuk bintang. Hal itu tentu menggambarkan bahwa mereka berasal dari latar belakang ilmu  perbintangan. Karenanya layaklah kalau mereka disebut para sarjana menurut ukuran zaman itu. Kenyataan bahwa mereka membawa persembahan yang amat berharga bagi Yesus, yakni emas, kemenyan dan mur, tentu menggambarkan bahwa mereka itu berasal dari kaum kerajaan, dan karena itu mereka disebut sebagai tiga raja dari Timur. Ketiadaan nama mereka dalam Kitab suci, tak mengurungkan niat orang-orang Kristen untuk menyebut mereka dengan tiga nama yakni Kaspar, Melkior dan Baltsar. Kemudian ketiga raja itu diberi warna: merah, coklat dan hitam. Kesemuanya menggambarkan satu pesan utama bahwa orang-orang dari seluruh dunia, dengan pelbagai warna kulit yang berbeda, datang kepada Yesus. Maka kisah para sarjana dari Timur ini adalah awal dari sejarah semua bangsa datang dan percaya kepada Kristus. Lewat bintang keselamatan itu, Tuhan mengungkapkan diri-Nya kepada segala bangsa dan kepada semua generasi manusia lintas batas ras, suku, golongan, bangsa dan bahasa, suatu undangan universal bagi dunia agar bergerak berjalan menuju keselamatan.

Sebagai orang beriman, kita menarik makna dari Hari Raya Penampakan Tuhan ini bahwa pada saat ini, kepada kita pun, sebagai bagian dari generasi bangsa manusia di dunia ini, dalam latar belakang dan golongan apa saja, Tuhan mau menyatakan diri-Nya kepada kita semua. Ia menyatakan diri-Nya dalam keluarga kita, pekerjaan kita, relasi dan komunikasi, setiap pertemuan dan kebersamaan kita. Ada banyak bintang kehidupan yang menjadi signal atau penanda kehadiran Tuhan atau manifestasi Tuhan ditengah-tengah kita. Satu hal yang patut kita upayakan, yakni bahwa kita perlu mencari jalan berjumpa dengan Yesus yang lahir untuk kita, membawa keselamatan di tengah kita. Kita perlu mencari Yesus, bukan lagi seperti dulu di Betlehem tanah Yudea, tetapi di Betlehem kehidupan kita yang konkrit.

Seperti para sarjana dari Timur, kita melakukan perjalanan panjang, sepanjang umur hidup kita, agar berjumpa dengan Kristus dalam kehidupan kita setiap hari. Terkadang bintang muncul, terkadang menghilang. Terkadang kita menemukan terang dalam hidup kita, di mana Yesus dekat dengan  kita. Kadang-kadang kita hidup dalam kegelapan, ketika terang itu sepertinya lenyap. Terkadang kita bertemu dengan kebahagiaan dalam keluarga kita, terkadang dengan derita; terkadang sukses dan terkadang kegagalan. Tetapi kita perlu mengikuti Kristus sepanjang  hari. Terkadang kita dicintai, terkadang dibenci. Tapi kita harus bertahan dalam mengikuti petunjuk keselamatan, yakni bintang keselamatan kita sekarang ini, yakni Firman Tuhan, ekaristi dan doa, untuk dapat bertemu dengan-Nya dan memberikan hadiah kita kepada-Nya, terutama persembahan hati dan hidup kita yang selaras dengan keselamatan. (VU)

Renungan Diambil dari Percikan Hati Vol 19 No.5 Januari 2021



Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.