Bacaan dan Renungan Kamis 17 Desember 2020 Hari biasa khusus Adven

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda.

Ketika Mendekati ajalnya, Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata,”Berhimpunlah kamu dan dengarlah;
ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu. Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu,
tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda, engkau ini seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; engkau meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, atau pun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai datanglah dia yang berhak atasnya, dan kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.”


Ref: Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya,dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-lamanya.

Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan mengadili orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran. Kiranya ia memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, kiranya ia menolong orang-orang miskin.Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Oh Tuhan yang mahabijaksana, semuanya Kau atur dengan lembut dan perkasa; datanglah dan bimbinglah langkah kami.


Silsilah Yesus Kristus, anak Daud.

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai. Isai memperanakkan raja Daud, Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia. Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel. Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud. Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub. Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.


Di dalam wejangan perpisahan kepada putra-putranya Yakub tampil sebagai nabi luar biasa yang berbicara dalam bahasa inspirasi yang puitis. Dia memanggil setiap putranya bergiliran ke tepi pembaringannya untuk mendengarkan kata-kata berkat, teguran atau kutukan. Di dalam setiap kasus dia memilih satu ciri khas tertentu sebagai penilaian terhadap orang itu dan kelompok keluarganya. Kata-kata Yakub merupakan nubuat mengenai perkembangan pada masa depan berdasarkan pemahaman sang ayah akan sifat setiap putranya. Mereka memahami bahwa ucapan-ucapan resmi ayah mereka itu merupakan nubuat yang penting dan menentukan (ayat 2).


Yehuda, putra keempat Yakub dari Lea, menerima pujian total yang pertama dari ayah yang sudah tua itu. Yehuda adalah orang yang melanjutkan pengharapan Israel dalam dirinya. Tanpa memiliki hak kesulungan, martabat luar biasa, ataupun kekuatan rohani, dia akan tampil sebagai pemimpin yang berkuasa dari sebuah umat yang akan mengagumi dan memuji dirinya dengan penuh semangat. (Yehuda artinya memuji). Dia akan ditakuti oleh musuh-musuhnya, sebab bagaikan seekor singa dia akan terus mengejar mangsanya hingga mencapai kemenangan. Kemudian, setelah menyelesaikan tugasnya dia akan kembali untuk beristirahat di dalam bentengnya di gunung sehingga dia akan sulit untuk dikalahkan. Dia akan memegang dengan kuat tongkat kerajaan yang melambangkan kekuasaannya selaku seorang pejuang, raja dan hakim. Bangsa mana saja dapat berbahagia, aman dan terhormat jika Yehuda menjadi pemimpin dan pelindungnya (ayat 8-10).


Salomo dikenal juga karena doanya memohon hikmat dan bukan harta kekayaan. Mazmur dari Salomo ini tampak senada dengan doanya itu. Mazmur ini merupakan permohonan agar Tuhan menganugerahkan kemampuan kepada raja untuk memerintah dengan adil dan benar (ayat 1-4). Karena raja yang adil dan benar akan mendatangkan kesejahteraan bagi rakyatnya, bagai hujan yang memberi kesuburan pada tanah (ayat 6).
Salomo juga meminta agar kekuasaannya diperluas. Namun permohonan ini bukan didasarkan pada ketamakan atau karena gila kuasa. Ia menginginkan kerajaannya memiliki pengaruh luas karena punya misi khusus, yakni agar ia dapat menyebarkan keadilan dan kebenaran di seluruh muka bumi (ayat 8-14). Tentu saja semua itu bertujuan agar semakin banyak orang yang dapat menikmati kesejahteraan hidup. Dan sebagai balasan, rakyat akan menyampaikan ucapan terima kasih mereka melalui berbagai persembahan, pujian, dan juga doa. Karena raja telah memberikan pengaruh yang baik, tanahnya akan makmur mendatangkan panen yang melimpah.


Di balik sang raja, pemazmur melihat Tuhan Allah. Meski mazmur ini banyak menuliskan puji-pujian kepada sang raja, tetapi sesungguhnya pujian itu hanya layak dinaikkan kepada Allah, yang telah memilih raja. Karena pemerintahan raja sesungguhnya adalah pemerintahan Allah.


Alangkah indahnya memiliki pemerintah yang demikian, yang sadar akan misi yang diemban, yaitu mengupayakan terwujudnya kesejahteraan rakyat; yang sadar siapa dirinya di hadapan Allah, yang memerintah alam semesta.
Saat kampanye menjelang pemilihan umum, biasanya banyak orang/partai yang mengumandangkan rayuan gombal yang bertujuan agar kita memilih orang/partai tertentu. Namun bila orang/partai itu terpilih, apakah janji-janji itu akan ditepati? Maka bagi kita, mazmur Salomo merupakan contoh tentang bagaimana seharusnya kita berdoa dan mengharapkan pemerintahan Tuhan berlangsung di dunia.


Injil Matius dimulai dengan silsilah Yesus Kristus. Apa yang ingin Matius ungkapkan sebenarnya? Di dalam Septuaginta (Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani) istilah ‘silsilah’ hanya ditemukan dalam Kej. 1 dan 5. Ini menandakan bahwa penggunaan istilah ‘silsilah’ dimaksudkan Matius untuk mengungkapkan asal usul Yesus. Berarti sejak ayat pertama, Injil Matius telah membawa kita ke dalam pertanyaan yang sangat penting bagi setiap manusia yaitu: Siapakah Yesus? Apa peran-Nya dalam rencana Allah dan dalam kehidupan kita?


Sebagai anak Daud, Yesus menggenapi janji Allah kepada Daud bahwa keturunannya akan tetap menduduki takhta Israel dan memerintah kerajaan di seluruh alam semesta (2Sam. 7:12-16; Yes. 9:6-7). Sebagai anak Abraham, Yesus menggenapi janji yang diberikan kepada nenek moyang bangsa Israel. Karena Dia, seluruh umat manusia akan diberkati (Kej. 12:1-3). Penggenapan tentang berkat universal kepada semua bangsa di dalam Yesus memang menjadi fokus utama Injil Matius. Karena berkat universal disebut dalam ayat pertama dan ayat terakhir Injil Matius. Sebagai anak Daud dan anak Abraham Yesus benar-benar telah lahir dan ada dalam sejarah manusia. Ini dibuktikan oleh Matius melalui silsilah Yesus Kristus (2-16).Silsilah Yesus Kristus ini berdasarkan data sejarah dalam Perjanjian Lama dan buku catatan di dalam Bait Allah di Yerusalem. Ini semakin menegaskan bahwa berkat universal itu telah tersedia bagi umat manusia.
Renungkan: 17 ayat pertama Injil Matius kembali mengingatkan kita bahwa Yesus adalah fokus utama dalam firman Tuhan. Dialah Tuhan dan Juruselamat yang Allah berikan bagi seluruh umat manusia. Marilah di malam Natal nanti kita panjatkan puji syukur yang paling agung atas berkat yang telah dilimpahkan bagi kita di dalam Yesus, sekaligus mengevaluasi apakah hidup kita sudah senantiasa terfokus kepada-Nya.


DOA: Datanglah, ya Hikmat-Kebijaksanaan dari Allah yang Mahatinggi yang membimbing segenap ciptaan dengan kuat-kuasa dan cintakasih sempurna. Ajarlah kami untuk berjalan di jalan kebenaran-Mu. Amin.



Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.