Bacaan dan Renungan Kamis 02 Juli 2020, Pekan Biasa XIII

Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku

Sekali peristiwa Amazia, imam di Betel,menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan,”Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel.Negeri ini tidak dapat menahan segala perkataannya. Sebab beginilah kata Amos, ‘Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

Lalu berkatalah Amazia kepada Amos, “Hai Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah di sana makananmu! Dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan.”

Jawab Amos kepada Amazia,”Aku ini bukan nabi, dan bukan termasuk golongan para nabi, melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi Tuhanlah yang mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, Tuhan bersabda kepadaku, ‘Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.’

Maka sekarang dengarkanlah sabda Tuhan.Engkau berkata, ‘Janganlah bernubuat menentang Israel,dan jangan ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.’Sebab itu beginilah sabda Tuhan,’Isterimu akan bersundal di kota,dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang.Tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur.Engkau sendiri akan mati di tanah yang najis,dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

Ref:Keputusan Tuhan itu benar, adil selalu.

Taurat Tuhan itu sempurna,menyegarkan jiwa;peraturan Tuhan itu teguh,memberikan hikmat kepada orang bersahaja.Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati;perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.Takut akan Tuhan itu suci,tetap untuk selamanya;hukum-hukum Tuhan itu benar,adil selalu.lebih indah dari pada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.

Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Mereka memuliakan Allah karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang.Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.Maka dibawalah kepadanya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh, “Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Ia menghujat Allah!” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata,”Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah,mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah?’ Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh,”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!”Dan orang itu pun bangun, lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut,lalu memuliakan Allah,karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian kepada manusia.

Sulit untuk memahami apa itu lumpuh sebenarnya. Ya, kita telah melihat pasien stroke dan orang yang terikat kursi roda, atau bahkan kelumpuhan yang lebih parah. Kelumpuhan dalam Injil hari ini terbaring di tempat tidur. Jadi itu seperti fisik yang sepenuhnya diam, tanpa mobilitas dan ketergantungan total pada orang lain.

Dengan kelumpuhan tubuh mungkin akan terjadi pengerasan hati. Seseorang menjadi pahit dan marah dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan bahkan dengan Tuhan. Yesus memandang melampaui kondisi fisik orang lumpuh hingga kondisi rohaninya. Dia memulai proses penyembuhan dengan pengampunan dosa. Sedangkan untuk diri kita sendiri, kita mungkin secara fisik mampu dan bergerak, tetapi dapatkah kita lumpuh secara rohani.

Ketika kita melihat kehidupan dengan pesimisme, kecemasan, dan ketakutan, mungkinkah kita lumpuh secara rohani? Sama seperti dalam bacaan pertama, Amazia, imam Betel, lumpuh secara rohani dan dia tidak ingin mendengar apa pun dari nabi Amos. Ketika kebencian, kemarahan, dan kepahitan mulai melumpuhkan visi hidup kita dan melumpuhkan hubungan kita dengan orang lain, maka cinta dan kedamaian serta sukacita akan lenyap dari kehidupan kita. Yesus datang untuk membebaskan kita dari dosa dan untuk menjalani kehidupan dengan sepenuhnya. Tetapi kita harus menunjukkan kepada-Nya hati kita yang lumpuh dan membiarkan Dia menyembuhkan kita dengan belas kasihan dan kasih-Nya sebelum kita dapat bangkit dan berjalan kembali ke kehidupan.

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 13 ...

Bacaan dan Renungan Kamis 02 Juli 2020, Pekan Biasa XIII

Tuhan Yesus,kami yakin akan kuasa-Mu yang membebaskan kami dari kelumpuhan akibat dosa-dosa kami. Angkatlah kami dari ketakberdayaan akibat dosa. Amin

Baca artikel dari sumbernya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.