Bacaan dan Renungan Jumat 29 Januari 2021 Pekan Biasa III St. Joshep Freinademetz; B. Arkanjela Girlani

Kalian telah menderita banyak.Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu.

Saudara-saudara, ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita karena kamu harus bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman, dan ketika hartamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih langgeng sifatnya. Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu, karena besarlah upah yang menantinya. Kamu sungguh memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Sebab dalam Alkitab tertulis: “Sedikit, atau bahkan sangat sedikit waktu lagi, Dia yang ditetapkan untuk datang itu akan tiba tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan lagi kepadanya.” Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan akan binasa! Sebaliknya: kita ini orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.


Ref: Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.

Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; kalaupun ia jatuh, tidaklah sampai binasa, sebab Tuhan menopang tangannya.Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan; Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik. Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan  kepada kaum sederhana.


Kerajaan Surga seumpama orang yang menaburkan benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu.

Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah hal Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Yesus berkata lagi, “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya.” Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Ada seorang yang sangat sulit bermurah hati dalam hidupnya. Namun dalam perjalanan waktu, ia menyadari sikapnya itu. Lalu ia memutuskan untuk bertobat dan mulai bermurah hati. Setiap hari ia bermurah hati kepada setiap orang hingga bertahun-tahun lamanya. Ia sendiri bingung, mengapa ia bisa melakukan ini tanpa henti. Akhirnya ia menemukan jawabannya. Allah sendiri yang bekerja serta menumbuhkan benih murah hati itu ketika ia memutuskan untuk bermurah hati. Benih murah hati merupakan benih Kerajaan Allah.

Ada dua perumpamaan namun mengacu pada dua titik yang sama yakni benih dan pertumbuhan. Perumpamaan pertama mengisahkan benih yang telah ditaburkan namun tidak diketahui bagaimana dan siapa yang menumbuhkan. Melalui perumpamaan ini, Yesus mengajarkan bahwa setiap manusia yang memutuskan untuk menerima Kerajaan Allah (Allah yang meraja) dalam hidupnya, Allah sendiri akan mengusahakan pertumbuhannya. Hal yang sama juga diajarkan lewat perumpamaan yang kedua. Meskipun biji sesawi adalah benih sayuran yang paling kecil di antara semua jenis sayuran, apabila ia ditanam maka akan bertumbuh menjadi pohon yang sangat besar. Hal demikian juga berlaku bagi benih Kerajaan Allah. Jika manusia menerima Kerajaan Allah (Allah meraja) dalam hidupnya, maka Allah bekerja serta mengusahakan pertumbuhannya.

Saudaraku, Allah juga mau mengusahakan pertumbuhan kerajaan Allah dalam diri kita jika kita memutuskan untuk menerima benih Kerajaan Allah itu. Belajarlah dari cerita di atas. Ketika kita memutuskan, pada saat itu juga Allah akan bekerja dan menumbuhkan. (AB)


Renungan diambil dari Percikan Hati 2021


Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.