Bacaan dan Renungan Jumat 12 April 2019 – Pekan Prapaskah V

“Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.”


20:10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!” Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!” 20:11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! 20:12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. 20:13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.



Ref. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.


Ayat. (Mzm 18:2-3a.3bc-4.5-6.7)

Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku; tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.



“Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.”


10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. 10:32 Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” 10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” 10:34 Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? 10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah? sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan?, 10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? 10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, 10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” 10:39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. 10:40 Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. 10:41 Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” 10:42 Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.


Hari ini kita berjumpa dengan tokoh penting dalam Kitab Suci Perjanjian Lama yaitu nabi Yeremia, Ia  mengalami ancaman untuk dianiaya oleh orang-orang yang ada di dekat mereka.


Yeremia memberi kesaksian dalam bacaan pertama. Ada orang yang berbisik: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukan dia! Mari kita mengadukan dia!” Para sahabat juga mengintai apakah ia tersandung dan jatuh. Mereka malahan berkata: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan terhadap dia”.Yeremia dianiaya bukan oleh orang-orang yang jauh darinya tetapi dari setiap orang yang selalu bersama dan mendengar dia. Orang-orang yang relasinya jauh mau mengadukannya. Orang-orang yang selama itu bersahabat justru mengintai apakah ia bisa tersandung dan jatuh.


Pengalaman Yeremia juga menjadi pengalaman banyak orang dari antara kita. Banyak kali kita mengandalkan orang-orang tertentu di sekitar kita dan berpikir bahwa merekalah yang dapat menolong kita dengan tulus padahal bukan demikian. Ada juga yang justru memanfaatkan kebaikan kita untuk tujuan yang tidak baik.Kebaikan dibalas dengan kejahatan. Ada juga yang membantu dengan tulus hati.


Dalam suasana yang sulit bagi Yeremia, apa yang dapat ia lakukan? Ternyata Yeremia tidak putus harapan. Ia selalu mengandalkan Tuhan. Prinsip Yeremia mirip dengan prinsip sang pemazmur: “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku”. Tuhan benar-benar menolong pada saat yang tepat. Para musuh Yeremia tersandung jatuh dan tidak punya kuasa apa-apa. Tuhan memang hebat. Ia menguji orang benar dengan melihat batinnya. Hal yang terpenting adalah kepasrahan kepada Tuhan. Orang berserah diri ke dalam tangan Tuhan dan membiarkan Tuhan berkarya di dalam dirinya. Pengalaman Yeremia ini sangat menakjubkan. Ia bertahan dalam cobaan karena ia percaya kepada Tuhan.


Ungkapan pertama pemazmur kepada Allah menyentuh hati kita, “Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan kekuatanku!” (ayat 2). Ini menggambarkan kualitas hubungan tertinggi dalam diri pemazmur dengan Tuhan. Bagaimana proses sampai ia tiba dalam hubungan semesra itu dengan Tuhan?


Jawaban pertanyaan itu ada dalam pengalaman hidup berat yang telah dialami pemazmur, ia telah terbelit oleh bisa yang mematikan (ayat 4-6). Namun Allah mendengar jerit si lemah yang tak berdaya itu (ayat 7). Pengalaman itu membuat pemazmur makin yakin akan kebaikan dan kasih Allah.


Dalam mazmur ini ada dua macam bahasa perlambangan yang dipakai untuk melukiskan sikap dan tindakan Allah yang telah dialami pemazmur. Pertama, Allah dalam bahasa perang: perisai, kubu pertahanan, kota benteng (ayat 3). Sungguh Allah ikut campur menyelamatkan orang yang mempercayakan diri pada Dia dari berbagai ancaman dalam hidup. Kedua, Allah dalam bahasa pengalaman menghadapi kuasa dahsyat alam (Allah gunung batuku, tempat perlindungan, (ayat 3b). Kekuatan alam selain bisa mengungkapkan kekuatan penghancur, juga mengungkapkan kekuatan penyelamatan dan perlindungan. Dalam mazmur ini kekuatan penghancur dalam alam dan peperangan menjadi alat Allah untuk menghancurkan musuh orang beriman.


Pengalaman hidup yang berat menyadarkan pemazmur akan keterbatasannya dan kesempatan untuk bergantung pada Allah. Pengalaman menakjubkan itu melahirkan puji-pujian kepada Tuhan (ayat 2-4). Tuhan bagi pemazmur bukan lagi teori tetapi nyata sebagai bukit batu dan gunung batu yang tak tergoyahkan; kubu pertahanan dan kota benteng, tempat persembunyian dari musuh; perisai, penangkal senjata musuh. Maka ketika Anda mengalami beratnya hidup, cari dan alamilah Tuhan dalam kesempatan berharga itu. Jadikan pengalaman hidup berat menjadi proses pendidikan melalui mana Allah makin nyata bagi Anda. Kasih Anda pun kelak makin mesra pada Dia.


Yesus dalam bacaan injil hari ini membantu kita untuk memahami pengalaman keras dalam hidup. Ia berusaha menjelaskan identitasNya kepada orang-orang Yahudi melalui pekerjaan-pekerjaan Bapa yakni mukjizat melalui perkataan atau firmanNya, namun mereka juga belum percaya. Mereka justru mau melempariNya dengan batu. Mengapa orang-orang Yahudi mau melempariNya dengan batu? Karena mereka beranggapan bahwa Ia telah menghujat Allah. Bagi mereka, Yesus menghujat Allah dengan cara menyamakan diriNya dengan Allah padahal Dia hanya seorang manusia biasa.


Selanjutnya, Yesus meminta mereka untuk percaya kepadaNya karena Ia juga melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa. Namun apabila mereka juga tidak percaya kepada Yesus, maka sekurang-kurangnya mereka percaya kepada pekerjaan-pekerjaan yang sudah Ia lakukan. Dengan percaya pada pekerjaan-pekerjaan itu, dengan sendirinya mereka akan percaya kepadaNya karena Bapa ada di dalam Dia dan Dia juga ada di dalam Bapa. Pada waktu itu orang mau menangkap Dia tetap Ia menghilang ke seberang sungai Yordan. Di sana Ia mengajar dan banyak orang juga percaya kepadaNya.


Tuduhan bagi Yesus adalah Ia menghujat Allah. Apakah benar demikian tuduhan mereka? Yesus sendiri adalah Putera Allah tetapi orang-orang sezamanNya tidak mengenal Dia. Dia berada di pihak yang benar sebagai Putera Allah tetapi orang-orang yang tidak mengenalNya mengatakan bahwa Ia menghujat Allah. Konsekuensi menghujat Allah adalah dimatikan dengan cara melempariNya dengan batu hingga tewas. Apakah benar Yesus menghujat Allah? Tidak benar! Yesus adalah Putera Allah dan Dia berkomunikasi dengan Bapa sebagai Putera. Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah satu kesatuan. Ini yang belum dipahami oleh banyak orang, bahkan hingga saat ini.


Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk selalu mengandalkan Tuhan manakala kita mengalami penderitaan dan kemalangan. Yeremia percaya bahwa Tuhan menyertainya dan Ia akan luput dari para musuh. Harapan Yeremia dapatlah menjadi harapan Gereja saat ini  untuk berkembang. Apa pun tantangannya, jangan pernah mundur. Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Yeremia dan Yesus sama-sama menginspirasikan kita untuk maju dengan berani karena Tuhan menyertai kita.


Doa: Tuhan, semoga pada hari ini kami dapat bertahan di dalam penderitaan dan kemalangan, dan dijauhkan dari mara bahaya. (Lucas Margono)


12.	Tuhan Yesus Kristus, ini aku; utuslah aku menjadi nabi zaman ini. Aku siap dengan segala resiko-Nya. Amin.


Tuhan Yesus Kristus, ini aku; utuslah aku menjadi nabi zaman ini. Aku siap dengan segala resiko-Nya. Amin.


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.