Bacaan dan Renungan Jumat 01 Januari 2021 Hari kedelapan dalam oktaf Natal Hari Raya Santa Maria Bunda Allah

Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel;maka Aku akan memberkati mereka.

Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa, “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel; maka Aku akan memberkati mereka.”


Ref: Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita.

Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!

Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan.

Saudara-saudara, setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “Abba, ya Bapa!” Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; dan kalau kamu anak, maka kamu juga menjadi ahliwaris-ahliwaris, oleh karena Allah.

Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi, Pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.


Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Si Bayi. Pada hari ke delapan Ia diberi nama Yesus.

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendapati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat; semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan, dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Pada hari ini, kita memasuki tahun baru 2021 dengan hati yang penuh sukacita. Amat beralasan kalau Gereja menempatkan hari raya Maria, Bunda Allah pada awal tahun, Ibu yang melahirkan anak Allah, Yesus sebagai keselamatan kita. Saat kita merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah ini, marilah kita memercayakan dunia kita, negara dan bangsa serta masyarakat kita, juga ketentraman bagi gereja dan keluarga kita sehingga dia dapat menjaga kita semua dan membawa kita kepada Putra-Nya terkasih, yang telah membawa keselamatan, cinta  dan damai bagai kita semua. Kita tentu berharap bahwa Firman Tuhan dalam bacaan pertama hari ini memberi kita keyakinan akan pendampingan Tuhan selama tahun baru yang akan kita jalani ini, “Tuhan memberkati dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bil. 6:22-26)

Bersama harapan iman di atas itu, kita juga diajak untuk bergerak menuju keselamatan. Bagaimana mungkin kita berharap akan keselamatan untuk tahun yang baru ini, sementara kita sendiri dengan tahu dan mau secara pasif tidak mau mendekat kepada Keselamatan itu secara fatal melawan keselamatan dengan cara hidup kita yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Coba kita amati dalam bacaan Injil hari ini. Setelah para gembala mendapatkan warta gembira tentang kelahiran Yesus, mereka langsung menegaskan tekad, mengayunkan langkah dan pergi mengunjungi bayi Yesus (Luk. 2:16; bdk Luk. 2:9-11). Ini sungguh adalah gerakan dari para gembala untuk mendekat kepada keselamatan. Hal serupa dikisahkan dalam Injil Matius tentang orang Majus dari Timur. Setelah mereka melihat bintang-Nya di Timur, mereka berangkat untuk menyembah Dia (Mat 2:1-2). Mereka juga bergerak kepada keselamatan. Demikian juga nanti para rasul dan banyak orang yang percaya kepada Yesus. Gerakan menuju keselamatan dari para gembala menghasilkan kekuatan iman dalam diri mereka untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Sementara Maria, Bunda Allah, menyimpan segala perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya (Luk. 2:19). Mengapa? Karena ia mengetahui bahwa Bayi yang dilahirkannya adalah Anak Allah, dan komitmen Maria untuk menjadi ibu bagi sang Putra sungguh mendapatkan penegasan dari kesaksian para gembala itu.

Sebagai orang yang beriman, oleh surat Paulus kepada jemaat di Galatia, kita dikatakan bukan lagi hamba, melainkan anak. Dan karena kita telah diangkat menjadi anak-Nya, maka kita adalah ahli waris, itu mau mengatakan bahwa kitalah ahli waris keselamatan, yang menerima dan meneruskan karya keselamatan itu kepada sesama. Kitalah yang berhak mengalami dan tinggal dalam keselamatan, dan karenanya harus hidup dekat dengan keselamatan itu sendiri. Marilah kita belajar dari para gembala, yang berani mengambil langkah mendekat kepada keselamatan di tengah kesibukan tugas mereka sebagai gembala dan dengan gembira datang pada Yesus, agar kita selalu dituntun untuk mengalami sukacita seperti para gembala yang kembali sambil memuji dan memuliakan Tuhan. Disemangati komitmen keselamatan Bunda Maria, Bunda Allah, yang memberikan segenap dirinya untuk karya keselamatan Allah, marilah kita menjadikan tahun ini sebagai tahun keselamatan bagi pribadi, keluarga, Gereja dan masyarakat di sekitar kita, bahkan bangsa dan negara kita. Jadilah saksi keselamatan yang menyalurkan kasih Allah bagi dunia di sekitar kita. Jadikan tahun ini sungguh bermakna sehingga pada akhirnya kita dan banyak orang di sekitar kita, atas caranya masing-masing mampu memuji dan memuliakan Allah (VU)


Renungan diambil dari Percikan Hati Vol 19. No. 5 Januari 2021



Luk 2:16-21
Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Si Bayi. Pada hari ke delapan Ia diberi nama Yesus.


Baca dari sumber renungan harian Katolik

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.