Bacaan dan Renungan Hari Senin 14 Januari 2019

Pembacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:


Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah telah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat,
sebagaimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata,
“Anak-Ku Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan.”ataupun: “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku.” Lagi pula, ketika mengantar pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”

Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita!
Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Segala dewata sujud menyembah Allah.Sebab, ya Tuhan, Engkaulah Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat.
Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”


Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.”Mereka segera meninggalkan jalanya, dan mengikuti Yesus.


Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu bersama orang-orang upahannya.Lalu mereka mengikuti Yesus.


Yesus agen penyelamat
Bila pada masa Perjanjian Lama Allah mengutus para nabi-Nya kepada Israel untuk menyatakan kehendak-Nya maka pada masa Perjanjian Baru Allah mengutus Yesus, Putra-Nya untuk menebus dosa manusia sehingga mereka bisa merespons dengan pertobatan.


Allah telah menetapkan Tuhan Yesus sebagai pemilik isi dunia ini karena melalui Dia, Allah menciptakan dunia ini (ayat 2, 10-12). Tuhan Yesus pantas menerima segala hormat dan kemuliaan untuk duduk di sebelah kanan takhta Allah karena hakikat-Nya dan karya-Nya. Hakikat Tuhan Yesus digambarkan sebagai “cahaya kemuliaan Allah” yang berarti Dia sempurna dalam karakter ilahi; “gambar wujud Allah” yang menunjuk kepada kesempurnaan hakikat ilahi Yesus (3a). Karya Tuhan Yesus adalah memelihara semua ciptaan dengan kuasa firman-Nya dan secara khusus sebagai Imam Besar yang mengadakan penyucian dosa manusia (3b).


Hakikat dan karya Tuhan Yesus ini membuktikan diri-Nya lebih tinggi dari semua makhluk ciptaan, termasuk para malaikat yang melayani Allah Bapa di surga (ayat 4). Tidak seorang malaikat pun yang disapa sebagai `Anak` oleh Bapa ataupun dihormati sebagai tangan kanan Allah (ayat 5, 13). Semua malaikat hanyalah pelayan Allah yang harus menyembah Tuhan Yesus dan yang bertugas melayani manusia (ayat 6, 14). Sebaliknya, Tuhan Yesus disapa Allah sebagai Raja kekal yang bertakhta di atas semua ciptaan yang tunduk dan takluk di hadapan-Nya (ayat 8-12).


Semakin kita menyelami keagungan hakikat dan karya Tuhan Yesus, seharusnya kita semakin tunduk dan taat tanpa syarat. Cara satu-satunya mewujudkan ketundukan dan ketaatan itu adalah dengan menjadikan Dia sebagai Raja dalam hati kita. Jadi, setiap pikiran kita, Dialah yang mengendalikannya; setiap perkataan kita, Dialah yang dimuliakan; dan setiap perbuatan kita, Dialah yang mengarahkannya.


Bila takhta Tuhan Yesus di surga ada di sebelah kanan Bapa, di manakah takhta-Nya dalam hidup Anda?


Yesus memulai pelayanan-Nya setelah Yohanes menyelesaikan tugas yang Allah berikan kepada dia. Tugas Yohanes sebagai orang yang mempersiapkan jalan bagi Mesias telah selesai ketika Herodes memenjarakan dia.


Yesus kemudian pergi ke Galilea. Ia mewartakan pertobatan (ayat 15). Dalam perjalanan itu, Yesus juga memanggil orang untuk menjadi murid-Nya. Dimulai dari Simon dan Andreas. Mereka adalah nelayan. Ketika mendengar panggilan Yesus, mereka segera meninggalkan jala dan mengikut Dia. Respons itu juga ditunjukkan oleh Yohanes dan Yakobus. Yesus memperlihatkan otoritas-Nya karena Ia mampu memanggil orang keluar dari pekerjaan mereka dan menjadikan mereka sebagai murid-Nya. Yesus berjanji akan mentransformasi hidup mereka dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Mereka akan memberitakan kabar yang akan mengubah hidup orang lain.


Orang-orang yang Yesus pilih tidak sempat mempersiapkan diri. Ia memang tidak memilih orang yang trampil atau terkenal. Bahkan mereka bukan orang yang religius. Ia tidak menemui mereka di rumah ibadah, tetapi di pantai, sedang bekerja. Panggilan untuk mengikut Dia mengubah segala sesuatu dalam hidup mereka: keluarga, pekerjaan, dan lain-lain. Menjadi murid memang berarti mematuhi panggilan Yesus tanpa syarat. Panggilan jadi murid bukan panggilan untuk jadi relawan, yaitu bekerja sesuai minat dan waktu kita.


Jadi murid Yesus bukan berarti menjual segala milik kita dan hidup miskin. Jadi murid Yesus berarti jadi milik-Nya di sepanjang waktu. Sebagai murid Kristus, hidup kita sedang diubah. Kita dipanggil untuk memiliki gaya hidup Kristus: melayani untuk kemuliaan Allah. Kita perlu belajar bagaimana hidup dengan bergantung pada kuasa Roh Kudus.


Tidak semua orang mau memberi respons positif pada panggilan Yesus. Ada yang khawatir bila hidup dan segala kesenangannya dirampas oleh Yesus. Bagaimana dengan kita? Ragukah? Ingatlah respons keempat murid yang spontan meninggalkan pekerjaan dan mengikut Dia.


DOA: Tuhan Yesus, berikanlah kepadaku keyakinan untuk mensyeringkan dengan orang-orang lain kehidupan yang telah Kauberikan kepadaku. Bentuklah aku menjadi seorang pribadi yang mau dan mampu mengasihi dengan bela rasa dan hanya menggantungkan kepada kuat-kuasa-Mu semata. Amin. (Lucas Margono)


14 jan 2019

Mrk 1:14-20
Bertobatlah dan percayalah kepada Injil

” data-medium-file=”F:\99. ABS\ABS Lite\data\24 Hours\Carekaindo\14-jan-2019.jpg?w=300″ data-large-file=”F:\99. ABS\ABS Lite\data\24 Hours\Carekaindo\14-jan-2019.jpg?w=565″ srcset=”https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/01/14-jan-2019.jpg 565w, https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/01/14-jan-2019.jpg?w=150 150w, https://carekaindo.files.wordpress.com/2019/01/14-jan-2019.jpg?w=300 300w” sizes=”(max-width: 565px) 100vw, 565px”>

Mrk 1:14-20 Bertobatlah dan percayalah kepada Injil

Ya Tuhan, buatlah aku senantiasa mendekatkan diri dan semakin mengenal Engkau, sehingga aku dapat menanggapi panggilan-MU dengan penuh rasa syukur. Amin


Sumber: Carekaindo.wordpress.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: