Bacaan dan Renungan 25 September 2020, Jumat Pekan Biasa XXV

Untuk segala sesuatu di bawah langit ada waktunya.

Untuk segala sesuatu ada waktunya, untuk apa pun di bawah langit ada masanya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam. Ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan. Ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa. Ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari. Ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu. Ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk. Ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk menderita rugi. Ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang. Ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit. Ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara. Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci. Ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung seorang pekerja dari yang dikerjakannya dengan jerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.


Ref:Terpujilah Tuhan, gunung batuku.

Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung.Ya Tuhan, apakah manusia itu, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Manusia tak ubahnya seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang berlalu.

Anak manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang.


Engkaulah Kristus dari Allah. Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan.

Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Kata orang banyak siapakah Aku ini?” Mereka menjawab, “Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia;ada pula yang mengatakan: salah seorang nabi dari zaman dulu telah bangkit.”Yesus bertanya lagi, “Menurut kalian, siapakah Aku ini?”Jawab Petrus, “Engkaulah Kristus dari Allah.” Dengan keras Yesus melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapa pun. Ia lalu berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Pertanyaan: “Siapakah Yesus?” tak pernah pupus di sepanjang sejarah era-mesianik. Berbagai asumsi orang tentang Yesus muncul dari kalangan rakyat sampai raja Herodes. Yesus perlu mempertegas pengenalan murid-murid tentang siapa Dia. Yesus bertanya: “Siapakah Aku ini?”. Bukan menurut pendapat orang banyak tetapi menurut diri mereka sendiri. Petrus menjawab: “Mesias dari Allah”.

Beberapa pengenalan akan Yesus dari orang banyak: Yesus dari Nazaret anak tukang kayu Yusuf, Rabi yang mengajarkan Kerajaan Allah, Penyembuh penyakit, dan Pengusir Setan. Maka mereka berpendapat bahwa Yesus mungkin Yohanes Pembaptis atau nabi Elia yang bangkit. Sama sekali tak ada dalam benak mereka bahwa Yesus adalah Mesias Karena gambaran Mesias yang diharapkan bangsa Yahudi adalah raja yang akan menjadi pembebas dari penjajahan bangsa Roma, raja yang agung dan perkasa. Sedang Yesus, sama sekali tidak menampakkan sifat rajawi-Nya. Pengakuan Petrus dan murid-murid tidak perlu disebarluaskan. Hal ini menjaga terjadinya salah paham dari orang-orang Yahudi tentang Kemesiasan Yesus.

Pengakuan ini amat penting. Yesus adalah nama pribadi, sedangkan Mesias (Kristus) adalah gelar-Nya. Mesias berarti yang diurapi untuk menyelamatkan manusia, bukan hanya dari penderitaan jasmani tetapi dari dosa dan maut. Sepanjang hidup-Nya di dunia Yesus tak dikenal sebagai Mesias yang sudah dinantikan berabad-abad. Kemesiasan-Nya menjadi jelas setelah kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke sorga. Namun bagi murid-murid pengenalan ini amat penting. Sebab menjadi pengikut Yesus tanpa memiliki pengenalan pribadi yang jelas akan mudah terpengaruh oleh pendapat dan pandangan orang banyak yang jelas-jelas salah. Luk 9:22 – Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan … dan dibangkitkan pada hari ketiga

22. Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan … dan dibangkitkan pada hari ketiga. Kristus berkewajiban untuk memenuhi maksud Allah sebagaimana terungkap di dalam Kitab Suci. Konsep ini muncul di dalam pemberitaan gereja mula-mula (Kis. 2:23, 24; 13:17-34; 17:3; 26:22, 23). Kematian Yesus merupakan suatu tragedi, tetapi bukan suatu kebetulan; sebab Dia sedang menggenapi rencana penebusan Allah.

DOA: Tuhan Allah, ajarlah kami agar dapat mengenali tangan-tangan-Mu dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kami. Buatlah kami kaya dengan hikmat-Mu selagi Engkau membimbing kami melalui berbagai pencobaan dan sukacita kami, dengan demikian membawa kami lebih dekat lagi kepada persatuan akhir dengan-Mu. Amin.



Baca sumber renungan harian Katolik disini

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.