Ayo, Yogyakarta Bisa Jadi Kota Layak Anak Tingkat Madya!

Kota Yogyakarta akan didorong menuju Kota Layak Anak kategori madya atau naik dibanding predikat yang telah diterima kota tersebut pada 2009, yaitu kategori pratama.

“Ada lima aspek penilaian yang akan menjadi parameter saat verifikasi. Secara administrasi, Kota Yogyakarta bisa didorong menuju Kota Layak Anak kategori madya,” kata Ketua Tim Verifikasi Kota Layak Anak Soepalarto di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, Yogyakarta cukup mampu memberikan berbagai hak anak seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial meskipun masih ada sejumlah kekurangan seperti penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

Dari hasil verifikasi awal, lanjut Soepalarto, kekurangan sarana dan prasarana pendukung untuk memenuhi hak anak tersebut di antaranya adalah pojok laktasi di lokasi-lokasi pelayanan publik serta belum adanya sekolah yang berpredikat sekolah ramah anak.

“Untuk menjadi kota yang benar-benar layak anak, memang sangat sulit dilakukan. Semua pihak harus bisa bekerja keras untuk mewujudkannya,” katanya.

Di Indonesia, lanjut dia, belum ada kota atau kabupaten yang memperoleh predikat sebagai Kota Layak Anak. “Yang ada baru predikat menuju Kota Layak Anak, termasuk di Yogyakarta,” kata Anggota Tim Verifikasi Kota Layak Anak Kurniasih.

Lima aspek yang akan dinilai dalam verifikasi Kota Layak Anak tersebut adalah, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta kegiatan seni budaya, sarana dan prasarana.

Ia mengatakan salah satu fokus dalam penilaian tersebut adalah di bidang pendidikan termasuk hak anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi.

“Pemerintah daerah seharusnya memiliki standar pelayanan agar anak berkebutuhan khusus tersebut bisa meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah kebijakan untuk mendukung Yogyakarta menuju Kota Layak Anak.

Kebijakan tersebut adalah mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai kota pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadikan Yogyakarta sebagai tempat tinggal yang nyaman untuk belajar, berwisata dan berusaha.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan Yogyakarta menuju Kota Layak Anak. Di bidang pendidikan, ada komitmen seluruh anak usia sekolah bisa memperoleh pendidikan dan tidak ada yang putus sekolah,” katanya.

Pendidikan di Kota Yogyakarta juga telah dilakukan sejak dini dengan adanya PAUD di tiap rukun warga. Di Kota Yogyakarta terdapat 622 PAUD dan 36 di antaranya sudah berubah menjadi Kelompok Belajar, serta enam PAUD inklusi. Selain itu, juga ada 630 posyandu.

Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Kota Yogyakarta Sri Adiyanti mengatakan, sedang menyusun draf indikator kampung ramah anak sesuai lima aspek penilaian yang telah ditetapkan untuk melakukan verifikasi Kota Layak Anak.

“Jika dari pusat memulai penilaian dari tingkat kota/kabupaten, maka Yogyakarta berinisiatif melakukannya dari tingkat kampung hingga nanti bisa terwujud kota yang layak anak,” katanya.

Pada 2013, indikator tersebut diharapkan sudah dapat diwujudkan dalam sebuah peraturan wali kota dan digunakan untuk melakukan klasifikasi terhadap setiap kampung.

Saat ini, di Yogyakarta sudah ada dua kampung ramah anak, yaitu di Badran dan Sodagaran.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: