Awam Wajib Terlibat dalam Kehidupan Demokrasi Indonesia

pemilu

SEGALA perbedaan pendapat dan pilihan politik, hendaknya berhenti saat Presiden dan Wakil Presiden terpilih dilantik pada Bulan Oktober 2014. Kita menempatkan diri sebagai warga negara yang baik, menjadi seratus persen Katolik dan seratus persen Indonesia, karena kita adalah bagian sepenuhnya dari bangsa kita, yang ingin menyatu dalam kegembiraan dan harapan, dalam keprihatinan dan kecemasan bangsa kita (bdk. Gaudium et Spes 1).

Terlebih lagi, para Waligereja mendorong agar umat awam Katolik benar-benar menggunakan kesempatan ini sebagai perwujudan tanggungjawabnya sebagai umat beriman yang dipanggil untuk ambil bagian dalam pembaruan tata dunia ini seperti yang diamanatkan oleh Konsili Vatikan II melalui Dekrit tentang Kerasulan Awam. Pada nomor 14 dekrit tersebut dinyatakan sebagai berikut: “Terbukalah gelanggang kerasulan yang tak terduga luasnya di tingkat nasional maupun internasional, terutama bagi kaum awam, untuk mengabdikan diri kepada kebijaksanaan kristiani”.

Dalam berbakti kepada bangsa dan dalam menunaikan tugas-tugas kewarganegaraan dengan setia, umat katolik hendaknya menyadari kewajibannya untuk memajukan kesejahteraan umum yang sejati. Hendaknya mereka berusaha berpengaruh dengan bobot pandangan mereka, sehingga pemerintahan dijalankan dengan adil, dan hukum-hukum selaras dengan tuntutan-tuntutan moral serta menunjang kesejahteraan umum. Hendaknya orang-orang katolik, yang mahir di bidang politik, dan sebagaimana wajarnya berdiri teguh dalam iman serta ajaran kristiani, jangan menolak untuk menjalankan urusan-urusan umum. Sebab dengan jasa-jasa mereka yang pantas dihargai itu mereka dapat mendukung kesejahteraan umum, dan sekaligus merintis jalan bagi Injil.

Dengan bersemangatkan nafas Konsili tersebut, maka kemendesakan (urgensi) keterlibatan awam dalam proses penguatan kehidupan berdemokrasi di Indonesia ini wajib untuk terus diamalkan. Awam Katolik harus siap terlibat tanpa harus setiap saat bertanya kepada hirarki (Uskup dan para imam), tetapi dengan mandiri melakukan pembelajaran dan sekaligus meningkatkan kualitas keterlibatannya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Marilah kita bersiap untuk ambil bagian dalam Pilpres mendatang.Semoga partisipasi umat Katolik dimana pun berada semakin juga menjadikan kualitas demokrasi di negeri ini semakin baik.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.