Australia tak Hanya Sydney-Melbourne, Juga Ada Brisbane (10)

SELAMA ini, kalau bicara tentang destinasi wisata di Australia, maka tempat favorit yang langsung muncul di benak para turis asing asal Indonesia adalah Sydney dengan Gedung Opera House, Darling Harbor, dan Harbor Brigde-nya. Kalau harus menyebut nama lagi, maka di Sydney juga ada Blue Mountains dan kawasan pantai pasir putihnya yang terkenal.

Namun, bicara tentang keindahan kota dan panorama alamnya, Australia tidak hanya Sydney dan Melbourne. Di sisi sebelah utara Sydney dan Melbourne juga terhampar Brisbane di Negara Bagian Queensland lengkap dengan panorama alamnya yang menawan.

Gold Coast dengan jajaran pantainya yang indah seperti Noosea Head, SunshineCoast adalah pesona alam pantai yang indah di Queensland. Kalau focus di downtown Brisbane saja, maka pemandangan indah di seputaran South Bank di tepian Brisbane River sudah barang tentu menjadi andalan utamanya. Di sini ada Griffith University dan Queensland University.

Sydney terletak di Negara Bagian New South Wales (NSW). Melbourne ada di Victoria, sementara Brisbane di Queensland. Brisbane bisa ditempuh dengan perjalanan naik pesawat terbang dalam kurun waktu 2 jam 10 menit dari Melbourne dan 1 jam 10 menit dari Sydney. Penerbangan dari Sydney menuju Melbourne ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam.

Langsung ke Bali

Bagi warga Brisbane, Bali tetap menjadi tujuan wisata paling favorit. Dengan dibukanya jalur penerbangan langsung dari Brisbane ke Denpasar, maka antusiasme warga Brisbane mengunjungi Bali semakin termanjakan. “Dulu, kami harus terbang dulu ke Sydney untuk bisa pergi ke Bali. Sekarang, langsung bisa,” terang Beverly, teman Australia lokal di Brisbane.Brisbane gedung bersepeda

Kabarnya lagi, kata pensiunan guru ini, Garuda Indonesia dalam waktu dekat juga akan membuka penerbangan langsung ke Brisbane dari Denpasar.

Bali mempesona warga Brisbane karena pantai pasir putihnya dan konservasi budayanya yang sangat kental bernuanasa Hindu tetap terjaga. Brisbane bagi para turis asing menjadi bermakna, karena hadirnya BrisbaneRiver yang ‘bersejarah’.

Brisbane yang begitu indah nyaris porak poranda setelah kawasan bawah yang berlokasi di sebelah “selatan” Brisbane River pada bulan Desember tahun 2010 dan beberapa bulan kemudian di tahun 2011 silam dihantam banjir besar. Sebanyak 70 kota di sepanjang jalur Brisbane River di Negara Bagian Qeensland ini terkena dampaknya, hingga tak kurang 200 ribu jiwa manusia di Brisbane menderita karena bencana alam yang dahsyat ini.

Tiga tahun berlalu, Brisbane kembali bersolek indah.

Menyusuri kawasan Brisbane selatan yang berlokasi di “bawah” Sungai Brisbane, jejak-jejak kemarahan BrisbaneRiver sudah tidak meninggalkan bekasnya. Brisbane sudah cantik dan bersih.

The Sunshine City

Mengapa orang menyukai Brisbane? Itu pertanyaan saya kepada orang-orang Australia setempat.

Menurut mereka, dibanding dengan kota-kota besar Australia lainnya seperti Melbourne dan Sydney –misalnya—Brisbane dirasa jauh lebih ‘indah’ dan terasa nyaman.

Brisbane gedung di bawah jembatan

Tentu pendapat itu sangat subjektif, karena Syney dan Melbourne pun juga sangat indah. Namun, kalau bicara tentang murahnya sinar matahari sepanjang tahun, maka Brisbane memang boleh disebut jauh ‘lebih murah hati’ dibanding kota-kota lainnya di wilayah eastern Australia.

Meski musim dingin pada bulan Juni-Juli, Brisbane masih tetap bermandikan cahaya matahari. Apalagi menyusuri jalanan pedestrian di Gold Coast, Noosea Head, Sunshine  Coast. Musim dingin menjadi terasa sejuk di kawasan ini. Tapi jangan tanya di Melbourne pada musim dingin, benar-benar membuat masuk angin kalau saja terlambat pakai overcoat atau jumper wool menutupi tubuh. Anginnya sangat kencang bertiup, terutama pada kawasan perbukitan di luar city.

Itulah sebabnya, dibandingkan dengan Melbourne dan Sydney yang di musim panas tetap terasa dingin dan sejuk, Brisbane menawarkan jauh lebih indah: sinar matahari yang bersinar garang nyaris sepanjang hari.

Di Maroubra Road dimana kami tinggal selama summer time, sinar matahari sudah sluluk membangunkan kami pada pukul 05.00 pagi dan baru angslup membenamkan diri pada pukul 21.00 malam. Benar-benar murah hati sinar matahari di Brisbane.Brisbane gedung dan mobil

Maka dari itu, mata saya terpaku setiap kali menatap plat-plat nomor mobil aneka macam di Brisbane. Mereka dengan gagah menyatakan, “Brisbane, the Sunshine City”.

Photo credit: Panorama indah di Brisbane, Austalia (Mathias Hariyadi)

Tautan:  

 

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.