Apakah MAS 17 Rontok Kena Rudal BUK Sisa Peninggalan Uni Soviet?

Buk-M1-2_9A310M1-2

JENIS rudal darat-ke-udara macam apa yang telah merontohkan pesawat penerbangan sipil Malaysian Airlines dengan kode penerbangan 17 berpenumpang 295, termasuk 12 WNI sesuai data terbaru yang terkoreksi? Inilah pertanyaan krusial yang kini mengemuka di jagad media yang terkesima sekaligus dipicu rasa ingin tahu jenis rudal macam apa yang telah merontokkan MH-17.

Pertanyaan kritis ini mengemuka, setelah laporan terkini CNN melansir indikasi penting –sesuai data yang diberikan oleh analis AS—sebelum MH-17 rontok berkeping-keping di udara dan kemudian jatuh di kawasan Donetsk yang dikuasai kaum separatis militant pro Rusia, ada sistem pertahanan udara yang terdeteksi telah memicu posisi “ON”.

Data berikutnya yang diperoleh dari radar semakin meyakinkan teori ini, karena ada jejak panas terdeteksi begitu sistem “ON” dinyalakan dan sesaat kemudian MH-17 ini pun rontok berkeping-keping di udara dan kemudian jatuh di daratan Ukrainia Timur.

Rudak BUK sisa Uni Soviet

Anton Gerashchenko, penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukrania, langsung tunjuk hidung. Teroris separatis pro Rusia, katanya, berada di balik serangan rudal darat-ke-udara. Jenisnya, kata dia, adalah rudal BUK.

Teori mengenai probabilitas penggunaan rudal BUK ini sangat dimungkinkan, karena terminal pelontar rudal darat-ke-udara ini berupa kendaraan yang bisa berpindah-pindah. Dengan demikian, teori yang menyebutkan rudal ini ditembakkan dari pundak seorang ‘teroris’ menjadi lemah, karena jarak tembak antara darat dan objek sasaran terlalu jauh (baca: tinggi).

Pesawat Malaysian Airlines dengan kode penerbangan MH-17 terbang pada ketinggian 30 ribu kaki di atas permukaan laut. Rudal panggul jelas tidak bisa menjangkau ketinggian itu. “Paling-paling hanya bisa mencapai ketinggian 15 ribu kaki saja,” kata Rick Francona, letkol AU purnawira dari US Air Force yang kini menjadi analis penerbangan untuk CNN.

“Untuk kasus MH-17 ini, bisa jadi kena tembakan rudal udara-ke-udara, tapi yang paling mungkin adalah rudal darat-ke-udara, tapi yang jelas bukan rudal panggul di pundak,” papar Francona.

Kalau demikian, kata CNN, bisa jadi MH-17 kena tembakan rudal BUK yang dulu dikembangkan Uni Soviet era Perang Dingin dan kini masih dioperasikan baik oleh tentara Rusia dan Ukrainia.

Buk-Launch-1S

Melesat cepat: Beginilah pemandangan peluncuran rudal darat-ke-udara tipe BUK yang merupakan sisa peninggalan Uni Soviet era Perang Dingin. Rudal BUK ditembakkan dari terminal darat berupa kendaraan yang sifatnya ‘mobile’. (Courtesy of US Air Power)

Kelompok Barat menyebut rudal BUK ini dengan kode SA-11. “Dengan BUK, ketinggian itu bisa terjangkau,” kata Francona.

Rudak BUK biasanya masuk dalam komponen persenjataan standar untuk pasukan Rusia sekelas divisi (berkekuatan 5.000-an tentara). “Pasukan Rusia yang kini berkumpul di perbatasan Rusia-Ukrainia besar kemungkinan membawa sistem persenjataan ini,” ungkap perwira menengah purnawira Angkatan Udara AS ini kepada CNN.

Ia juga tak menampik kemungkinan lain. Bisa jadi rudal S-200 atau S-300 atau bahkan S-400 yang sekelas dengan rudal penyergap rudal Patriot buatan AS.

Menurut para analis penerbangan sebagaimana disiarkan langsung oleh CNN, posisi terbang MH_17 ada di wilayah udara Ukrainia Timur, sekitar 32 mil dari titik garis perbatasan Rusia-Ukrainia dimana di situ berkumpul puluhan ribu pasukan Rusia. Dengan posisi terbang di situ, maka MH-17 ada dalam jangkauan tembak rudal BUK yang diluncurkan dari terminal mobil berupa kendaraan pelontar BUK.

Sumber/Kredit foto: CNN

Tautan: 11 WNI Jadi Korban Malaysian Airlines Kena Tembak Rudal di Ukrania

5 pencarian oleh pembaca:

  1. Rudal
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.