Apa Khabar Paus Benedictus XVI?

Pope-Francis-meets-Pope-Benedict

MAJALAH Chi terbitan Italia beberapa bulan lalu memuat foto-foto Paus Emeritus Benediktus XVI. Di sana tampak pemandangan beliau tengah keluar meninggalkan bangunan  Biara Mater Ecclesiae –tempat beliau sekarang ini tinggal di dalam kompleks Vatikan– kemudian beliau melakukan jalan kaki harian.

Pastor Georg Gaenswein membantu Papa Benedetto menuruni undakan dari pintu masuk, lalu beliau duduk di luar di atas sebuah kursi.

Vatikan meyakinkan bahwa tidak ada yang dikhawatirkan.

Kata P. Georg: “Kondisi kesehatan Paus Emeritus sesuai dengan usianya. Ada artritis di kakinya. Kadang beliau merasa kecapaian dan mengurangi jarak berjalan kaki. Tetapi meskipun merasa sakit di persendian, saat memasuki kapel, beliau selalu ingin berlutut. Paus Emeritus tidak pernah mengundurkan penghormatannya kepada ekaristi, betapapun penderitaan yang harus ditanggungnya.”

Selain itu, ada pula foto-foto yang dimuat oleh para bruder dari Santuari Fransiskan La Verna, ketika mereka mengunjungi Paus Emeritus. Di sana Bapa Suci tampak segar dan terlibat dalam percakapan dengan para bruder.

Sementara itu, Paus Fransiskus dalam wawancara di pesawat dalam penerbangan dari Korea, menyebutkan:

“Sebelum saya berangkat ke Korea, saya pergi menemui Paus Emeritus. Dua pekan sebelumnya beliau mengirimi sebuah tulisan menarik dan meminta pendapat saya. Kami saling menjalin komunikasi sewajarnya. Mungkin ide saya ini tidak disukai oleh beberapa teolog; saya ini bukan teolog tetapi saya pikir Paus Emeritus bukan suatu pengecualian. Beliau berkata ‘saya sudah tua, tidak punya kekuatan lagi’. Saya pikir sikapnya itu baik, menghormati, rendah hati dan pemberani. 70 tahun yang lalu uskup emeritus adalah suatu pengecualian, mereka tidak dianggap, sekarang mereka adalah suatu institusi.”

“Saya pikir Paus Emeritus sudah menjadi suatu institusi, karena hidup kita bertambah tua dan pada usia tertentu tidak ada kemampuan untuk memimpin dengan baik, karena tubuh cepat lelah… Kondisi kesehatan mungkin baik, tetapi tidak ada kemampuan untuk menghadapi semua masalah dalam memimpin Gereja. Paus Benediktus telah membuat pilihan ini. Mungkin saja ada teolog yang mengatakan kepada saya bahwa itu tidak benar, tapi saya berpikir demikian. Waktu akan mengatakan jika memang demikian.”

“Dan jika saya merasa tidak mampu lagi? Saya akan melakukan hal yang sama seperti Paus Benediktus. Saya akan berdoa, tetapi akan melakukan hal yang sama: beliau telah membuka sebuah pintu berinstitusi, dan bukan suatu pengecualian. Seperti yang pernah saya katakan, itu seperti memiliki seorang kakek yang bijaksana di rumah. Baik bagi saya untuk mendengarkan Paus Benediktus dan beliau juga cukup memberikan dorongan kepada saya”.

Veni Sancte Spiritus, Veni per Mariam.

Sumber: Chi; Santuari la Verna; Corriere della Sera

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: