Anugerah Sakramen Perkawinan

Perkawinan di Vietnam by RYI

Jumat, 15 Agustus 2014:  Yehezkiel 16:59-63; MT: Yesaya 12:2-3,4-6; Matius 19:3-12

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:6)

PERIKOP  Injil hari ini menampilkan pandangan Yesus mengenai suci dan kelanggengan perkawinan sebagai sakramen. Ini menjadi salah satu dasar alkitabiah bahwa perkawinan adalah sakramen.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa perkawinan itu suci, monogami, dan tak terceraikan sebagai ciri. Dengan ciri itu, satu laki-laki dan satu perempuan yang sudah dibaptis secara sah yang menikah di hadapan seorang tertahbis (diakon, imam, uskup), maka, perkawinannya disebut sakramen dan disebut Sakramen Perkawinan.

Sakramen Perkawinan adalah rahmat, tanda dan sarana cinta kasih antara pasangan suami isteri yang diberkati dalam forma kanonika Gereja Katolik. Gereja Katolik mengajarkan, “Sakramen Perkawinan menetapkan ikatan yang kekal dan eksklusif antara kedua mempelai. Allah memeteraikan kesepakatan mereka. Karena itu, perkawinan yang sudah dilaksanakan dengan sah dan sudah dilengkapi dengan persetubuhan antara dua orang yang dibaptis tidak pernah dapat diceraikan. Terlebih lagi, Sakramen ini memberikan rahmat yang dibutuhkan bagi kedua mempelai untuk mencapai kesucian dalam kehidupan perkawinan mereka itu dan jika dianugerahi anak-anak, menerima tanggung jawab untuk merawat dan mendidik mereka” (Kompendium Katekismus Gereja Katolik/KKGK 346).

Demikianlah, Matius 19:6, “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” melandasi sakramentalitas perkawinan. “Allah yang adalah cinta dan yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan untuk cinta telah memanggil mereka untuk mencita. Dengan menciptakan laki-laki dan perempuan, Allah memanggil mereka kepada persatuan hidup yang intim dan cinta dalam perkawinan” (KKGK 337).

Sejumlah kesaksian menyatakan, Adorasi Ekaristi Abadi memberikan daya pemulihan bagi pasangan suami-istri yang sedang mengalami kesulitan. Bahkan, doa-doa di hadirat Sakramen Mahakudus telah memberi pemulihan bagi pasangan suami-istri yang bermasalah. Mereka mendapat anugerah kebesaran jiwa untuk saling berdamai dalam kasih dan kesetiaan yang telah mereka ikrarkan pada hari saling menerimakan Sakramen Perkawinan.

Tuhan Yesus Kristus, berkatilah para suami-istri yang telah Kau persatukan dalam Sakramen Perkawinan dan Perkawinan Suci yang sakramental. Jauhkanlah dari segala mara bahaya, pencobaan dan kejahatan. Segala yang baik yang mereka cita-citakan berkenan kepada-Mu menjadi berkat bagi seluruh anggota keluarga di mana pun berada. Pulihkanlah pasangan-pasangan yang sedang bermasalah. Kau satukan kembali dalam ikatan suci cinta mereka, kini dan sepanjang masa. Amin.

SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.