Ant-Man: Pahlawan Kecil, Humanis Besar

ant-man-teaser-131026

MENONTON film Ant-Man niscaya memberikan kesegaran bagi para penontonnya. Nyaris sepanjang film aksi super hero ini diselingi dengan humor yang jenaka.

Superhero super kecil
Ant-Man, produksi Marvel yang mulai dikerjakan pada 2006, menawarkan kekuatan super yang unik. Biasanya manusia atau makhluk asing super bertubuh ideal, tegap semampai bak peragawan/wati, tetapi Ant-Man seperti nama julukannya, super kecil – sebesar semut besar – tetapi dengan kekuatan 20x dari manusia biasa.

Teknologi canggih penyusutan atom yang dibarengi peningkatan kekuatan ini menjadikan ant-man jauh berbeda dengan Iron Man, Hulk, Thor, Captain America dan deretan jagoan Marvel lainnya. Walaupun ada kesamaan dengan Iron Man yang juga mengandalkan kemajuan teknologi super wahid, tetapi penampakkannya jauh skalanya; Iron Man yang bilioner gagah dibanding dengan Ant-Man yang seperti raja semut secara harafiah.

Eks pencuri
Maka aksi yang dimunculkan berbeda pula. Sutradara Peyton Reed memasukkan unsur humanis yang lebih merakyat. Ant-Man dulunya adalah seorang mantan narapidana, dipenjara tiga tahun karena kasus pencurian. Walaupun bertekad hidup lurus, tetapi cap sebagai eks napi menghantui langkahnya. Gelar sarjana tekniknya toh tak bermanfaat dalam mencari pekerjaan. Bahkan kerja sebagai buruh di resto fast food pun akhirnya kandas setelah manajernya mengetahui riwayat tiga tahunnya di penjara Quentin.

Sarat humor
Permainan apik Paul Rudd dipuji mampu menghidupkan film super hero yang kelasnya di bawah film super hero Marvel semacam Iron Man. Paul Rudd yang juga komedian bisa membawakan humor-humor dalam aktingnya dengan luwes.

Dibanding film superhero lain, Ant-Man tidak heboh; bukan penentu kiamat tidaknya dunia atau pun misi besar lain Avenger misalnya. Ant-Man lebih bicara tentang keluarga. Bagaimana kerinduan Scott Lang (Ant-Man) terhadap putri semata wayangnya yang mengidolakan ayahnya sebagai jagoan.

Satu hal yang juga patut dilihat adalah gaya cerita Luis (diperankan Michael Pena) yang seru.

Ide hero dalam wujud sekecil semut ini sebenarnya sudah mau dikembangkan Stan Lee pada 1980 tetapi rupanya perlu 35 tahun film ini baru terwujud.

Singkatnya, film ini menarik untuk ditonton sebagai hiburan lebih karena lucu dan spesial efeknya dibanding aksi heboh seperti biasa dalam film super hero.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.