Anjing Dan Babi

23 Juni - RmT

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” (Mat 7, 6)

ANJING dan babi adalah dua binatang yang berbeda. Keduanya telah menjadi binatang piaraan dalam keluarga. Banyak orang suka dengan berbagai jenis anjing dan memeliharanya dengan baik. Banyak anjing sering dimandikan, diberi makan cukup dan dibuatkan kandang yang bagus, sering diajak jalan-jalan atau lari pagi. Mereka memperlakukan anjing seperti halnya memperlakukan sesama manusia.

Demikian juga dengan babi. Binatang ini juga banyak dipelihara di daerah tertentu. Banyak orang beternak babi. Banyak babi dibuatkan kandang, dicukupi makanannya, dibersihkan kandangnya dan dimandikan babinya secara rutin.

Kedua binatang ini memang berbeda. Kesamaannya terletak dalam ketidakmampuan untuk membedakan antara sesuatu yang kudus dengan yang tidak kudus; antara sesuatu yang indah dan berharga dengan yang tidak indah dan tidak berharga.

Daging binatang yang telah dipersembahkan pada mezbah di Bait Allah adalah kudus. Kalau daging ini diberikan kepada anjing, anjing tentu akan menyantapnya, seperti halnya menyantap daging yang lain. Anjing tidak akan mengerti dan membedakan antara yang kudus dan tidak kudus.

Demikian pula dengan mutiara, yang biasanya indah dan harganya mahal. Kalau mutiara tersebut diberikan kepada babi, babi tentu tidak akan mengambil dan menyimpannya atau menjualnya. Mutiara tersebut mungkin akan diendus dan dinjak-injaknya, karena tidak dapat dimakan.

Ketidakmampuan untuk melihat sesuatu sebagai yang kudus, yang indah dan yang berharga, mungkin tidak hanya dimiliki oleh anjing dan babi. Ketidakmampuan ini jangan-jangan juga dimiliki oleh manusia. Sama-sama manusia, tetapi mempunyai perbedaan dalam banyak hal, seperti latar belakang, pendidikan, keyakinan, dsb. Peristiwa pelecehan hosti atau simbol-simbol keagamaan dan gambar-gambar religius menjadi indikasi adanya ketidakmampuan ini. Yang perlu diusahakan adalah bagaimana caranya menempatkan dan memperlakukan yang kudus, yang indah dan yang berharga secara tepat dalam kehidupan bersama yang begitu majemuk.

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.