Anak Belajar dari Apa yang Mereka Lihat: Orangtuanya!

BEBERAPA kali saya melihat orangtua ketika membonceng anaknya melanggar lampu merah ketika jalan benar-benar kosong. Juga ketika mereka menggandeng anaknya untuk menyeberang jalan tidak pada tempatnya, walaupun tidak ada kendaraan yang lewat.

Saya lebih sebal lagi andai saja saya melihat orangtua menggosipkan kejelekan orang lain saat arisan padahal anak-anak mereka ada di sampingnya dan turut mendengarkan. Atau saat ada telepon dari orang yang tidak disukai lalu meminta istri mengangkat dan bilang tidak ada.

Apakah tidak terfikirkan oleh para orangtua kalau saat itu anak-anak merekam dalam otak apa yang dilakukan orangtuanya? Setelah itu anak-anak mencernanya sebagai tindakan yang tidak mengapa untuk dilakukan. Mereka akan siap menirunya. Anak-anak sangat mudah belajar dari melihat.

Peniru ulung

Anak-anak adalah peniru yang ulung. Anak-anak sangat terbiasa untuk mengobservasi dan meniru orangtuanya, bahkan sebelum mereka masuk sekolah. Mulai dari saat mereka belajar berjalan dan belajar berbicara menirukan kata yang diucapkan oleh orangtuanya.

Saat mereka di sekolah, mereka mulai meniru apa yang dilakukan teman-temannya atau oleh anak yang lebih tua atau apa yang mereka lihat di televisi. Saat mereka remaja, mereka mulai saling meniru dan menyesuaikan dengan gengnya.

Coba kita pikirkan, perilaku apa saja yang ditiru anak-anak dari teman-temannya di sekolah?

Kita bisa belajar bahwa kita mutlak berperilaku yang baik saat ada anak-anak, karena mereka akan memperhatikan dan meniru kita. Guru juga harus demikian saat ada murid-muridnya. Kalau sudah terlanjur berperilaku buruk jangan malah gembira (misal, jadi senang karena berhasil membujuk polisi untuk tidak menilang dengan cara berbohong), tapi tunjukkan penyesalan di depan anak agar mereka tahu bahwa itu adalah salah.

Kalau ingin anak mendapat pembelajaran yang baik saat mereka mengobservasi sekelilingnya, maka kita harus menjadi contoh ideal seperti bersikap ramah, kooperatif, suka membantu orang lain, dan baik hati.

Jadi ingat, kalau kita nanti punya anak, sedang membawa anak dalam kendaraan di hari Minggu saat jalanan kosong, jangan langgar lampu merah!

Tautan: http://albhum2005.com/?p=699

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.