Aku Melangkah Lagi

Ayat bacaan: Yosua 1:3
=================
“Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.”

melangkah

Sebuah lagu lawas kembali saya dengar lewat radio ketika berada dalam perjalanan menuju tempat kerja saya hari ini, “Aku Melangkah Lagi.” Lagu yang dinyanyikan Vina Panduwinata ini  bercerita tentang orang yang baru saja kembali menemukan semangatnya untuk memulai hidup baru setelah melewati kegagalan dalam hubungan cinta. Bagi saya lagu ini punya makna lebih dari sekedar hubungan percintaan dan akan cukup baik untuk memberikan motivasi, karena pada kenyataannya ada begitu banyak orang yang tidak bisa menemukan ritme hidup mereka kembali untuk memulai langkah baru setelah mengalami kegagalan akan sesuatu hal. Apakah itu dalam hubungan cinta, pekerjaan/karir, pendidikan dan berbagai sisi kehidupan lainnya, seringkali sulit bagi kita untuk kembali bangkit setelah jatuh. Ada banyak orang yang kemudian mengalami trauma dan tidak lagi berani untuk mengambil langkah awal yang baru. Di sisi lain, ada banyak pula orang yang tidak kunjung berhasil bukan karena mereka kurang pintar, bukan pula karena mereka miskin ide, melainkan karena ketidak beranian dalam mengambil langkah. Ide-ide brilian bisa banyak, namun hanya sedikit yang berani melangkah untuk melakukannya. Kebanyakan orang akan berhenti sebatas wacana dan akan terpengaruh oleh keraguan apakah bisa berhasil atau tidak, apakah mereka sanggup atau tidak. Tapi hari ini dengarlah, Tuhan tidak menghendaki kita berhenti. Tuhan tidak mau kita menyerah. Dia mau kita terus melangkah agar kita bisa menerima penggenapan janjiNya.

Betapa seringnya kita diliputi keraguan akan kemampuan kita ketika kita mendapatkan sebuah ide baik. Memperhitungkan segalanya dengan cermat sebelum memulai sesuatu memang penting. Tetapi kita tidak akan pernah bisa mencapai kesuksesan tanpa dibarengi oleh keberanian untuk melangkah. semua orang memiliki ide, tapi hanya yang berani melangkah-lah yang akan berhasil. Apa gunanya ide yang paling bagus sekalipun jika kita tidak melakukan apapun untuk merealisasikannya? Bagi yang mengalami kegagalan, bagaimana mungkin mereka bisa kembali bangkit jika bangun saja tidak mau lagi? Melangkah merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita, termasuk dalam hubungannya dengan penggenapan janji Tuhan.

Ketika Musa meninggal, tugas Musa kemudian dibebankan kepada Yosua. Ia harus melanjutkan tugas berat untuk membawa bangsa Israel memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan bagi mereka. Ini bukan tugas yang mudah. Yosua sudah mengikuti Musa dalam statusnya terdahulu sebagai seorang hamba. Oleh karena itu pastilah ia sudah mengenal betul bagaimana perangai dan perilaku bangsa Israel yang tegar tengkuk dan mudah bersungut-sungut itu. Tidak heran jika Yosua sempat merasa gentar membayangkan tugas yang harus diembannya. Perhatikan pesan pertama yang diberikan Tuhan kepadanya. “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.” (Yosua 1:3). Tuhan kemudian melanjutkan: “Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.” (ay 4). Hal ini adalah pengulangan janji Tuhan kepada Musa  yang berbunyi Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu.” (Ulangan 11:24). Janji Tuhan sungguh besar. Apa yang berhak untuk dimiliki bangsa Israel harganya tidak main-main. Tetapi Tuhan tidak mau memberikan itu semua dengan instan, karena itu tidak akan mendidik sama sekali. Apa yang Tuhan mau adalah kerelaan atau keberanian untuk mengambil langkah terlebih dahulu. Dia sudah menyiapkan semuanya di depan sana, tapi maukah mereka untuk melangkah maju agar bisa memperolehnya? Kepada Yosua Tuhan berpesan akan hal itu, kepada bangsa Israel pun sama. Mereka terlebih dahulu harus berani maju merebut wilayah demi wilayah meski dengan kekuatan yang mungkin jauh di bandingkan dengan laskar di daerah yang hendak direbut. Tapi bukan kekuatan mereka sebenarnya yang diandalkan, melainkan kekuatan Tuhan. Bahkan FirmanNya berkata “sebab yang berperang untuk orang Israel adalah Tuhan.” (Yosua 10:42). Artinya, apa yang dituntut dari bangsa Israel hanyalah kemauan mereka untuk melangkah, dan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah yang mereka tempuh.

Kembali kepada Yosua, apa yang dijanjikan Tuhan seharusnya sudah ia ketahui terlebih dahulu ketika janji itu diberikan kepada Musa. Tetapi bayangan akan tingginya tingkat kesulitan yang akan ia hadapi tak pelak membuat dirinya gentar. Maka Tuhan pun merasa perlu untuk meneguhkannya bukan hanya sekali, bahkan sampai tiga kali. “Kuatkan dan teguhkan hatimu..” diulang sebanyak tiga kali agar Yosua mampu benar-benar mencernanya. Yosua tidak perlu takut, sebab Tuhan tidak akan membiarkannya sendirian menghadapi bangsa yang bandelnya luar biasa ini. “Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” (ay 9b).

Ada banyak contoh dicatat dalam Alkitab mengenai pencapaian luar biasa akan janji Tuhan yang diawali dengan keberanian untuk mengambil langkah. Kita bisa melihat perintah Tuhan kepada Abraham (waktu itu masih dikenal dengan nama Abram) pada awalnya. “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” (Kejadian 12:1). Hidup sedang baik-baik saja, tetapi ia dan keluarga diminta untuk pergi meninggalkan semua kenyamanan dan pergi ke sebuah tempat yang belum pernah ia ketahui sebelumnya, yang pasti penuh dengan ketidakpastian bagi pikiran manusia. Abraham bisa menolaknya, namun ia memilih taat. Ia memilih untuk mau melangkah, dan itulah awal dari kisah Abraham yang sudah sangat kita kenal. Apabila ia tidak mau melangkah, mungkin kisahnya akan lain. Nuh juga mengambil langkah untuk melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dalam proses pembuatan kapal dan mengangkut segala jenis hewan sepasang-sepasang. Simon Petrus mau kembali masuk, bertolak ke dalam seperti yang diperintahkan Yesus, meski sudah semalaman ia disana gagal untuk mendapatkan seekor ikan pun. Ada banyak contoh lain mengenai keinginan Tuhan kepada kita agar mau melangkah agar mampu mencapai semua janji Tuhan yang telah Dia sediakan di depan kita.

Keberanian untuk mulai melangkah demi mencapai tujuan, atau menemukan kembali semangat untuk bangkit dari keterpurukan adalah sama pentingnya. untuk berani melangkah dibutuhkan keberanian, keteguhan hati dan semangat yang kuat, serta kerelaan untuk meninggalkan zona kenyamanan kita. Tetapi ingatlah bahwa melangkah itu bukan sekedar maju tanpa pertimbangan atau persiapan apapun. Kita tetap butuh untuk menyusun strategi dan memikirkan secara cermat terlebih dahulu sebelum kita mulai mengambil langkah. Dan jangan lupa pula bahwa kita harus memastikan bahwa kita sudah selaras dengan Tuhan, sesuai apa yang menjadi kehendakNya dan bukan kehendak kita. Sebab FirmanNya berkata “Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.” (Amsal 21:2). Jika demikian, melangkahlah dengan pertimbangan yang baik dan tetap peka mendengarkan suara Tuhan. Apabila kita sudah memikirkan masak-masak dan membuat persiapan yang baik, termasuk pula terus memeriksa hati dan pandangan kita agar sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak ada lagi yang perlu kita takutkan untuk berani mengambil sebuah langkah awal menuju kesuksesan. Pola pemikiran seperti ini sungguh penting untuk kita ingat, seperti halnya Daud mengimaninya. “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 56:12). Ketahuilah ada begitu banyak janji dan berkat Tuhan sedang menanti anda di depan, dan semua itu tidak akan pernah bisa kita capai apabila kita tidak kunjung berani melangkah. Anda siap? Mulailah melangkah seperti apa yang diperintahkan Tuhan dan dapatkan penggenapan janjiNya.

Beranilah melangkah karena Tuhan sudah berjanji untuk selalu beserta kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.