Aku Jatuh Kecelakaan, Sempoyongan, Lalu Koma (3)

SELAMA 1,5 tahun aku harus menjalani terapi obat jalan. Selama satu setengah tahunan pengaruh kecelakaan ini (gegar otak) membuat aku sering merasa kebingungan dan panik tanpa alasan. Aku tidak bisa lagi kumpul rame rame, tidak mampu bertahana mendengar  suara ribut-ribut atau ke tempat yang ramai atau pun yang hiruk pikuk.

Setiap kali aku  menghadapi suasana hiruk-pikuk atau suara yang berisik, aku selalu merasa panik dan hatiku merasa tidak enak, perasaan sesak sering menghimpitku. Ada rasa bingung dan aku lalu disergap oleh perasaan sangat cemas yang tidak beralasan. Mungkin lebih tepat aku katakan aku sering panik dan pikiranku jadi kosong kalau aku berada di tempat ramai seperti di bioskop atau  super market, shopping center.

Tuhan mengubah hidupku

Kondisi seperti itulah yang memaksaku harus selalu rajin berkonsultasi dengan dokter spesialis ahli syaraf. Berkat tekun minum obat, aku merasa proses pemulihan berkembang bagus hingga akhirnya aku bisa menjadi sehat dan kembali normal seperti sekarang. Namun, tetap saja aku tak bisa lagi ada dalam   suasana ribut, suasana ramai, atau hiruk pikuk.

Mungkin juga karena pengaruh kecelakaan itulah aku jadi sangat mencintai suasana kesunyian dan keheningan. Aku suka mendengar musik slow ataupun musik klasik. Aku bisa merasakan perubahan sifat dan karakterku yang begitu nyata setelah kejadian kecelakaan ini. Aku menjadi seorang wanita yang cinta damai dan memiliki hati yang peka terhadap kebutuhan orang lain.

Begitulah Tuhan memakai jalan ini untuk mengubah aku. Sungguh merupakan pujian yang tidak putus putusnya karena Rahmat-Nya itu. (Bersambung)

Artikel terkait:

Aku Jatuh Kecelakaan, Sempoyongan, Lalu Koma (1)

Aku Jatuh Kecelakaan, Sempoyongan, Lalu Koma (2)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.