Air dan Api (2)

 (sambungan)

Sebuah ayat yang menarik bisa kita baca di dalam kitab Yesaya. Disana dikatakan:  
“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” (Yesaya 43:2-3a).

Air dan api, demikian dua elemen yang dipakai dalam ayat tersebut, itu menggambarkan penderitaan atau kesulitan-kesulitan yang kita lalui dalam hidup kita. Dalam menghadapi gelombang air yang ganas atau di tengah nyala api yang panas, Tuhan ternyata menjanjikan penyertaanNya yang menyelamatkan. Ada kalanya kita memang harus melalui air yang terkadang bisa berombak tinggi atau terkadang harus menempuh api yang panas. Tetapi Tuhan berkata bahwa meski harus menyeberang air kita tidak akan hanyut, dan kalaupun harus melalui api kita tidak akan terbakar. Tuhan menjanjikan penyertaanNya yang menyelamatkan. Seperti itulah janji Tuhan, dan itu menunjukkan dengan jelas bahwa dalam kondisi sesulit apapun Tuhan tetap ada bersama kita, dan Dia siap untuk selalu melindungi kita.

Kembali kepada kisah Tuhan yang membelah Laut Teberau agar bangsa Israel bisa selamat dari kejaran pasukan Mesir pimpinan Firaun, dalam Keluaran 15:1-21 kita bisa melihat bunyi nyanyian Musa bersama dengan bangsa Israel yang selamat. “Karena nafas hidung-Mu segala air naik bertimbun-timbun; segala aliran berdiri tegak seperti bendungan; air bah membeku di tengah-tengah laut.” (ay 8). Dengan kuasa yang tak terbatas Tuhan membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dia membelah air hingga berdiri pada kedua sisi bagai tembok, dan disanalah kemudian bangsa Israel berjalan bagai melintasi tanah kering. Dalam ayat 19 kita bisa membacanya: “Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut.” Itulah bukti kasih setia Tuhan yang sungguh nyata. Bangsa Israel sudah mengalaminya, dan jika demikian, mengapa tidak buat kita?

Berkali-kali Tuhan sudah mengingatkan kita akan penyertaanNya. Lihatlah Firman Tuhan ketika Yosua baru diangkat menggantikan Musa. “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Yosua 1:5). Lalu Penulis Ibrani pun mengingatkan hal yang sama: “Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b). Yesus sendiri juga berkata: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20b). Demkian seringnya Tuhan mengulangi hal yang sama, itu menunjukkan bahwa janji ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk selalu kita ingat.

Gelombang air pasang mungkin tengah kita hadapi atau sewaktu-waktu harus kita lewati. Nyala api yang panas pada suatu ketika tidak bisa kita hindari. Tuhan tidak berjanji bahwa kita bisa hidup 100% tanpa kesulitan, tetapi Tuhan berjanji bahwa apapun yang kita hadapi tidak akan membinasakan kita. Seperti apa yang terjadi pada bangsa Israel, Tuhan sanggup membelah lautan masalah sehingga kita bisa melewatinya bagai berjalan di tanah kering dan sampai ke ujungnya dengan selamat. Demikian pula ketika berhadapan dengan api, kita bisa melewatinya tanpa terbakar, seperti yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Masalah boleh datang, tetapi ingatlah bahwa kita tidak pernah sendirian menghadapinya. Jika anda tengah berhadapan dengan situasi seperti itu, datanglah kepadaNya dan percayakan semuanya ke dalam tanganNya. Lakukan segalanya tepat seperti yang telah Tuhan firmankan, dan anda akan menyaksikan bagaimana kuasa Tuhan yang tak terbatas itu sanggup membawa anda melintasi masalah dengan penuh kemenangan.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan yang akan senantiasa menyertai kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.