Ada Umat Tuhan Lainnya (2)

(sambungan..)

Berapa banyak orang benar yang dibutuhkan untuk bisa merubah nasib sebuah kota atau bahkan sebuah bangsa? Tuhan ternyata tidak mengatakan bahwa dibutuhkan ribuan atau jutaan orang untuk itu. Sedikit orang percaya yang menjaga kekudusan dan ketaatan bersinergi bersama-sama sudah mampu membuat berkat turun atas bangsa. Kita bisa mengetahui itu lewat catatan Alkitab tentang tawar menawar antara Abraham dengan Tuhan mengenai keselamatan Sodom dalam Kejadian 18:16-33. Tawar menawar itu dimulai Abraham untuk mencegah Tuhan memusnahkan seisi kota dengan jumlah cukup besar, yaitu 50 orang, lalu menyusut terus hingga akhirnya sampai kepada jumlah yang sangat kecil, 10 orang. “Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.” (Kejadian 18:32). Tuhan tidak akan memusnahkan Sodom apabila ada 10 orang saja yang taat. Tidak perlu ribuan orang, sepuluh orang pun sudah bisa membawa perubahan bagi bangsa.Tetapi kenyataannya, jumlah sekecil itu dari populasi Sodom yang besar pun tidak ada. Maka kita tahu apa yang selanjutnya terjadi pada tempat itu. 10 orang benar yang bersatu dapat memberi dampak yang  besar. Dulu begitu, sekarang pun sama. Dimana pun kita tinggal saat ini, meski situasinya sama sekali jauh dari kondusif, atau di bidang manapun kita berada, walau bidang itu terlihat sama sekali buruk sekalipun, kita bisa bersatu dengan saudara-saudari seiman untuk tetap bertumbuh sekaligus membuat perubahan nyata bagi lingkungan dimana kita berada.

Karena itulah semangat kerjasama, saling dorong dan saling bantu berulang kali diingatkan dalam alkitab. “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (1 Tesalonika 5:11), atau lihatlah ayat ini “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (Pengkotbah 4:9-10). Bahkan dengan tegas dikatakan bahwa dengan saling tolong menolong, itu artinya kita sudah memenuhi hukum Kristus. (Galatia 6:2). Selanjutnya kita juga mengetahui bahwa kepada kita masing-masing telah diberikan karunia dan panggilan tersendiri. “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.” (1 Korintus 12:4-5). Bacalah 1 Korintus 12 dan anda akan mendapatkan gambaran lengkapnya. Dengan karunia dan panggilan khusus yang berbeda-beda ini kita tidak akan dapat melakukan secara optimal jika berjalan sendirian. Itulah sebabnya kita harus bekerjasama untuk mencapai hasil terbaik.

Sekuat apapun kita, ada kalanya kita lemah. Sehebat apapun kita, kita tetap butuh orang lain. Tidak ada satupun manusia yang sanggup hidup sendirian tanpa membutuhkan kehadiran orang lain. Tidakkah banyak orang di sekeliling kita yang masih terlalu lemah untuk berdiri sendiri? Atau, tidakkah kita pun mengalami masa-masa ketika kita tidak sanggup lagi untuk melangkah ke depan? Jika kita butuh dorongan semangat, mereka pun butuh. Kita butuh penyemangat, we need someone as our encourager, tapi sebaliknya kita juga harus siap menjadi seorang penyemangat, being the encourager itself. Dan seperti itulah manusia diciptakan Tuhan. Bukan untuk menjadi individualis-individualis yang eksklusif atau menyendiri, tetapi kita pada hakekatnya diciptakan sebagai mahluk sosial yang selalu perlu berinteraksi dengan sesama kita. Untuk itu Tuhan sudah menempatkan anak-anakNya dimana-mana, sehingga anda tidak perlu khawatir harus hidup kesepian. Anda hanya perlu menemukan mereka, berkenalan dan membangun hubungan harmonis bersama-sama.

Adakah diantara anda yang merasa sendirian saat ini dalam sebuah tempat yang sama sekali asing, terasa beresiko atau mungkin tidak bersahabat? Ketahuilah bahwa Tuhan tetap ada bersama anda, dan ada banyak umatNya disana yang bisa anda temukan. Tuhan punya orang-orangNya dimanapun anda berada saat ini, atau apapun bidang pekerjaan anda. Dimanapun anda saat ini anda tetap bisa bertumbuh, berakar dan berbuah. Anda pindah ke tempat baru atau memulai pekerjaan baru, itu sama sekali bukan masalah. Tuhan telah menempatkan umatNya yang lain untuk saling bersinergi dengan anda. Carilah mereka, bergabunglah bersama-sama. Muliakan Tuhan dan berkatilah kota atau bidang dimana anda ditempatkan.

Anda tidak sendirian, karena Tuhan telah menempatkan umatNya dimanapun anda berada saat ini

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.