Ada Banyak Umat-Ku di Kota Ini

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 18:10
===========================
“…banyak umat-Ku di kota ini.”

ada umatKu di kota ini

Salah seorang sepupu saya pindah dari Indonesia ke sebuah negara lain mengikuti suaminya yang pindah kerja. Disana ia mengaku kesulitan untuk mencari gereja dimana ia bisa bertumbuh. Ia bercerita bahwa ia merasa sendirian dan tidak punya teman untuk sharing khususnya mengenai iman. Ada banyak orang juga yang mungkin mengalami situasi yang sama ketika harus pindah ke sebuah tempat yang sama sekali baru, apalagi jika disana sulit untuk menemukan gereja. Ada kalanya lingkungan yang baru sama sekali tidak mendukung pertumbuhan iman, dan disana pergumulan akan banyak kita alami. Bicara mengenai lingkungan yang mungkin relatif tidak kondusif, saya kebetulan berada di dunia hiburan khususnya musik. Dunia hiburan atau entertainment kerap diasosiasikan orang sebagai dunia yang penuh kesesatan. Pendapat itu didukung oleh fakta yang menunjukkan banyaknya artis yang tadinya baik-baik kemudian hancur karirnya akibat terpengaruh oleh pola pergaulan yang memang buruk. Tapi benarkah dunia hiburan ini melulu berisi orang-orang yang saling sesat menyesatkan saja? Tentu saja tidak. Saya mengenal beberapa musisi yang masih tetap teguh berpegang dalam iman akan Tuhan. Bahkan banyak diantara mereka yang masih melayani secara rutin setiap minggunya. Tampil di dalam gemerlap kemewahan dan ketenaran dunia hiburan ternyata tidak serta merta membuat mereka ikut terhanyut dalam pergaulan buruk. Mereka justru terpanggil untuk tampil beda dan menunjukkan sikap hidup yang benar ditengah lingkungan masing-masing. Saya sering bertukar cerita, saling menguatkan, mengingatkan dan membagi firman Tuhan lewat sms atau ketika bertemu dengan mereka dalam setiap kesempatan. Satu kesimpulan yang saya peroleh: dunianya boleh terlihat buruk atau bahkan berbahaya, namun Tuhan tetap memiliki “orang-orang”Nya tinggal disana. Selalu ada sahabat-sahabat seiman untuk sharing dan saling menguatkan dimanapun kita ditempatkan. We’re never alone, because God still has His people wherever we go.

Paulus pernah mengalami perasaan terasing seperti itu. Pada suatu kali Paulus tiba di Korintus, sebuah kota yang terletak di Yunani. Pada masa itu Korintus dikenal sebagai kota yang memiliki moral buruk dan gemar melakukan kejahatan termasuk didalamnya korupsi. Itu bukanlah tempat yang bersahabat bagi orang percaya, apalagi bagi Paulus yang memiliki panggilan untuk mewartakan Kabar Keselamatan dimanapun ia sampai. Melakukan itu di kota yang terkenal buruk akhlaknya? Salah-salah hidupnya bisa berakhir disana. Paulus merasakan hal itu. Tapi Tuhan mengetahui perasaannya. Tuhan pun kemudian menganggap penting untuk meneguhkan Paulus. “Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” (Kisah Para Rasul 18:9). God strengthened him and encouraged him to keep going. Bukan hanya menyatakan itu, tapi Tuhan pun memberikan alasannya. “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” (ay 10). Kita bisa melihat bagaimana Tuhan mengingatkan Paulus bahwa dia tidak sendirian berada di kota itu. Bukan saja Tuhan sendiri berada bersamanya, tetapi ada banyak umat Tuhan lainnya yang sesungguhnya berada di kota itu. Hanya saja Paulus mungkin belum bertemu atau melihat mereka, karena ia baru saja tiba disana. Oleh karena itu Paulus tidak perlu merasa was-was dan sendirian berada di sebuah kota dengan kondisi moral yang buruk.

Berkaca dari situasi Paulus ini kita bisa melihat meskipun kita berada dalam sebuah kota atau lingkungan yang sama sekali asing bagi kita, meski situasinya terlihat buruk, sesungguhnya Tuhan tetap berada bersama kita, dan saudara-saudari seiman pun tetaplah ada disana. Apa yang perlu kita lakukan adalah menemukan dimana mereka berada, tidak bersikap eksklusif. Kita harus mau membuka diri, lalu saling dukung, saling bantu dan bekerjasama dengan mereka agar bisa tumbuh bersama. Dari sanalah kita kemudian akan mampu berbuat sesuatu bagi Kerajaan Allah dalam sebuah jaringan kerjasama yang kuat, menjadi terang dan garam yang akan memberkati orang, lingkungan, kota atau bahkan negara. Jika ada diantara teman-teman yang mungkin baru pindah ke sebuah kota lain atau negara lain dan merasa kesepian disana, ingatlah bahwa anda tidak pernah sendiri. Hari ini Tuhan mengingatkan anda secara khusus bahwa anda sebenarnya tidaklah pernah sendirian. Selain Tuhan berdiri disamping anda, selalu ada saudara-saudari seiman yang akan anda temukan seandainya anda mau membuka diri, berkenalan dan bersahabat dengan mereka. Sekalipun anda mungkin sulit menemukan cabang dari gereja anda sebelumnya atau minimal yang sejenis, ingatlah bahwa di dalam Kristus kita semua bersaudara, terlepas dari denominasi apa yang anda anggap mampu mendukung pertumbuhan iman anda hingga kini. Tidak ada yang kebetulan bahwa kita ditempatkan Tuhan pada sebuah tempat tertentu dimana kita berada hari ini, dan untuk itu Tuhan pun sudah merencanakan segalanya dengan sangat baik, termasuk di dalamnya menempatkan saudara-saudari seiman yang akan bisa saling berbagi, mengingatkan dan menguatkan di tempat yang sama. Kita tidak pernah direncanakan Tuhan sebagai mahluk individual yang anti-sosial, Tuhan justru menginginkan kita untuk menjadi orang-orang yang mau mengulurkan jabat persahabatan dengan siapapun tanpa terkecuali. Jika anda baru saja pindah atau memasuki dunia yang sama sekali asing bagi anda, pergunakan waktu-waktu yang ada untuk berkenalan dengan banyak orang. Temukanlah umat Tuhan lainnya dan bertumbuhlah bersama. Jangan khawatir, apalagi takut, karena Tuhan sudah berkata “Jangan takut…sebab banyak umatKu di kota ini.”

Temukan umat Tuhan lainnya dan jadilah garam dan terang bersama-sama

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.