8 sept

“Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu”
(Rm 8:28-30; Mat 1:18-25)
“Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus” (Mat 1:18-15), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta Kelahiran SP Maria hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   SP Maria kita imani suci sejak dalam kandungan, demikian juga setelah dilahirkan maupun tumbuh berkembang sebagai manusia, SP Maria tetap suci adanya. Sebagai gadis perawan yang suci ia bertunangan dengan Yusuf, dan pada suatu hari SP Maria menerima kabar gembira bahwa ia akan mengandung anak laki-laki, Penyelamat Dunia, karena Roh Kudus, bukan karena hubungan seksual dengan laki-laki. Karena masih bertunangan dan mengandung bukan karena Yusuf, maka ketika Yusuf mendengar bahwa SP Maria mengandung, Yusuf bermaksud untuk meninggalkan SP Maria. Yusuf juga orang suci dan tak pernah mau mencemarkan nama baik orang lain, maka ketika ia bermaksud meninggalkan SP Maria menerima penampakan malaikat Allah dalam mimpi yang berkata :"Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka“. Dan Yusuf pun mentaati apa yang diperintahkan oleh Allah tersebut. Maka dalam rangka mengenangkan Kelahiran SP Maria ini pertama-tama kami mengajak dan mengingatkan kita semua untuk senantiasa menjaga kesucian diri kita masing-masing, dan tidak takut melakukan apa-apa yang baik dan menyelamatkan, terutama keselamatan jiwa manusia, meskipun untuk itu harus menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan. Jangan sekali-kali takut melakukan apa yang baik dan suci, mengurus dan mengelola apa-apa yang suci dan baik.
·   Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” (Rm 8:28-29), demikian kesaksian iman Paulus, yang selayaknya kita renungkan atau refleksikan. “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”, inilah yang hendaknya kita renungkan. Kami percaya bahwa kita semua hidup dan bekerja untuk mendatangkan alias senantiasa berusaha melakukan apa yang baik dan menyelamatkan, terutama keselamatan jiwa manusia. Maka baiklah kami ajak dan ingatkan: hendaknya tidak hanya mengandalkan diri kita, yang lemah dan rapuh ini, melainkan seraya bekerja keras dalam melakukan apa yang baik dan menyelamatkan, kita sekaligus mengandalkan rahmat dan bantuan Allah, sehingga bersama dan bersatu dengan Allah dalam melakukan segala sesuatu pasti akan menghasilkan apa yang baik dan menyelamatkan, dan segala usaha kita akan sukses atau berhasil. Marilah kita sadari dan hayati bahwa kita, sebagai umat beriman, seharusnya senantiasa mengandalkan diri pada Allah dalam aneka cara hidup dan cara bertindak kita dimana pun dan kapan pun. Dengan kata lain kami mengajak kita semua dalam semangat iman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, agar cita-cita ‘kesejahteraan bagi seluruh bangsa’ segera menjadi kenyataan atau terwujud, tidak berhenti pada cita-cita atau harapan belaka. Marilah kita hidup dan bertindak sesuai dengan rencana Allah bagi diri kita masing-masing, sesuai dengan bakat, keterampilan yang dianugerahkan oleh Allah demi kesejahteraan umum
Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku” (Mzm 13:6)
Ign 8 September 2012

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.