8 Mei -Kis 16:1-10; Yoh 15:18-21

"Jikalau dunia membenci kamu ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku”

(Kis 16:1-10; Yoh 15:18-21)

 

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku” (Yoh 15:18-21), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Orang jujur, baik, disiplin, tertib dst.. di beberapa kantor pemerintahan atau perusahaan sering menjadi perhatian banyak orang, dalam arti mereka ingin menyingkirkannya. Maklum orang tersebut dirasakan sebagai penghambat untuk melakukan aneka macam bentuk korupsi, yang masih marak pada saat ini. Pada umumnya orang jujur dan baik tersebut senantiasa diintai terus menerus untuk mencari kesalahan dan kekurangannya guna menjatuhkan yang bersangkutan. Kasus sebagaimana dilakukan oleh Bapak Susno Duadji setelah di hadapan para anggota Komisi III DPR RI membeberkan aneka macam bentuk penyelewengan di tubuh POLRI dan intansi terkait misalnya, Bapak Kusno senantiasa diintai dan dicari-cari kesalahannya (termasuk masa lalu). Ia juga dituduh mencemarkan nama baik POLRI. Hemat saya rasanya tidak ada orang lain, kecuali anggota POLRI sendiri yang berani membongkar aneka macam penyelewengan di tubuh POLRI.  Bahkan orang-orang yang berduit justru menghancurkan tubuh POLRI dengan uang pelicin atau sogokan. Dengan ini kami berseru kepada para pejuang kebenaran, kejujuran dan ketertiban dimanapun, di tempat kerja manapun, untuk tetap setia berjuang terus dengan teguh, tanpa takut dan gentar menghadapi aneka macam ancaman atau terror. Sebaliknya kepada mereka, yang pada umumnya adalah orang kaya atau berduit, kami harapkan tidak memfungsikan uang atau harta kekayaannya untuk menghancurkan aneka macam instansi pemerintahan, demi keuntungan sendiri. Secara khusus kami berharap kepada para orangtua atau bapak ibu untuk membiasakan diri hidup jujur, baik dan disiplin serta mendidik anak-anaknya hidup jujur, baik dan disiplin terutama dengan dan melalui teladan orangtua/bapak-ibu.

·   “Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana” (Kis 16:10) . Paulus menerima penglihatan seseorang yang berseru "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!”. Dengan penglihatan yang dialami oleh Paulus dan usahanya untuk memenuhi penglihatan tersebut berarti Kabar Gembira atau Injil diberitakan di benua lain, dari benua Asia ke benua Eropa. Kepekaan sebagaimana dialami oleh Paulus dapat terjadi pada diri kita juga jika kita senantiasa berusaha menjadi orang baik, benar dan jujur alias berbudi pekerti luhur. Banyak orang akan minta bantuan atau pertolongan kita dan dengan rendah hati kita siap sedia melayaninya. Memang dari pengalaman dan pengamatan kami: pada umumnya orang yang telah nampak sibuk karena yang bersangkutan memang baik dan jujur senantiasa dimintai bantuan orang lain dan yang bersangkutan berusaha mengatur kesibukan sehingga dapat melayani mereka yang membutuhkan tersebut. Dengan kata lain orang yang sibuk dan banyak pekerjaan dimintai bantuan atau ditambahi tugas lain maka ia dapat melaksanakan dengan  baik, sebaliknya orang yang nampak kurang sibuk alias main-main saja pada umumnya juga jarang dimintai bantuan orang lain dan ketika kepada yang bersangkutan diberi tambahan tugas juga tak dapat diselasaikan karena tugas utama atau pokoknya saja tidak dilaksanakan dengan baik. Marilah kita berusaha untuk tumbuh berkembang menjadi ‘man or woman with/for others’ , sebagaimana Yesus datang ke dunia demi kesela matan dan kebahagiaan seluruh dunia. Sekali lagi kami berharap: hendaknya anak-anak, entah di dalam keluarga atau di sekolah dibina untuk menjadi ‘man or woman with/for others’  dan tentu saja dengan teladan konkret dari para orangtua maupun guru/pendidik. Dengarkan dan layani teriakan atau jeritan orang lain yang minta pertolongan atau bantuan kita.

 

“Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun” (Mzm 100:1-3.5).

 

Jakarta, 8 Mei 2010              

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.