7Mei

“Adalah lebih berguna bagi kamu jika Aku pergi.”

(Kis 16:22-34; Yoh 16:5-11)
“Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan
tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana
Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu
hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah
lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak
pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku
pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan
menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa,
karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena
Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;akan
penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum” (Yoh 16:5-11),
demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
•       Dua hari lagi kita kenangkan pesta Kanaikan Yesus ke sorga, yang
berarti akan meninggalkan para rasul dan para murid semuanya, yang
selanjutnya mempercayakan tugas pengutusanNya kepada para rasul atau
para muridnya. “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab
jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu,
tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”, demikian
pesan atau sabda Yesus. Sabda ini hendaknya direnungkan dan
direfleksikan oleh siapapun yang akan mengundurkan diri dari tugas
perutusan, entah karena harus pindah tugas atau pensiun. Kepada mereka
yang akan pindah tugas atau pensiun kami harapkan dengan jiwa besar
dan kerelaan untuk meninggalkan tugas pengutusan atau pekerjaannya,
sebaliknya kepada mereka yang menerima tugas untuk melanjutkan karya
dan pekerjaannya hendaknya dengan rendah hati dan kerelaan untuk
berjuang menerimanya. Sebagai yang harus melanjutkan tugas pengutusan
atau pekerjaan kita semua diingatkan untuk ‘menginsyafkan dunia’ alias
hidup dan bertindak untuk menyelamatkan dunia, mengingat dan
memperhatikan ada atau banyak umat manusia di dunia dalam keadaan
tidak selamat. Kita orang beriman dipanggil untuk menyadarkan atau
menginsyafkan saudara-saudari kita akan panggilan dan tugas pengutusan
utamanya, tidak menyeleweng atau berselingkuh. Memang penyelewengan
atau perselingkuhan lebih enak daripada tugas dan panggilan utama,
namun hanya bersifat sementara saja, maka mereka yang suka menyeleweng
atau berselingkuh kami harapkan segera bertobat.
•       "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat,
engkau dan seisi rumahmu.” (Kis 16:31), demikian kata Paulus kepada
para penjaga  penjara yang ketakutan. Kata-kata Paulus ini kiranya
baik menjadi permenungan atau refleksi bagi siapapun yang saat ini
merasa takut atau khawatir perihal hidup maupun masa depannya. Memang
situasi masa kini sering membuat generasi muda merasa takut dan
khawatir, lebih-lebih perihal pekerjaan yang mendatangkan imbal jasa
untuk hidup sejahtera di masa depan. Saat ini kiranya juga muncul
ketakutan atau kekhawatiran perihal penerimaan siswa atau mahasiswa,
apakah lamaran untuk belajar di sekolah atau perguruan tinggi yang
didambakan dapat dikabulkan. Sebagai orang beriman kita semua
diharapkan mempercayakan masa depan kita kepada Tuhan alias  percaya
kepada Penyelenggaraan Ilahi. Maka mulailah mengerjakan segala sesuatu
dalam Tuhan dan sesuai dengan tugas pengutusan yang dibebankan Tuhan
kepada kita melalui atasan atau pemimpin kita. Kemudian percayalah
bahwa jika Tuhan mengutus juga akan menyelesaikan tugas pengutusan
melalui diri kita, tentu saja selama melaksanakan tugas pengutusan
kita senantiasa bersama dan bersatu dengan Tuhan. Kita semua
mendambakan seluruh anggota keluarga dan isi rumah kita selamat, maka
hendaknya disadari dan dihayati kehadiran dan karya Tuhan melalui
keluarga atau rumah kita. Untuk itu hendaknya jangan melupakan doa
bersama di dalam keluarga atau rumah anda masing-masing setiap hari.
Percayakan semuanya kepada Penyelenggaraan Ilahi, karena dengan
demikian semuanya akan berjalan baik dan selamat. Hendaknya tidak ada
seorang pun di dalam keluarga hidup dan bertindak seenaknya sendiri,
mengikuti selera pribadi atau keinginan pribadi saja.
“Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para
allah aku akan bermazmur bagi-Mu.Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang
kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena
setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan
kekuatan dalam jiwaku.”
(Mzm 138:1-3)
Ign 7 Mei 2013

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.