7 Agustus, St. Kayetanus (1480-1547)

7aj
7 Agustus, St. Kayetanus (1480-1547) 0By Kevin Sanly Putera onAugust 7, 2016Teladan Kita

 

TAHUN 1523, Gereja Katolik berada dalam kondisi yang tidak prima. Banyak pastor yang tidak terdidik dengan baik dan mengambil uang umat. Disinilah Luther dan orang-orang merespon dengan menjadi protestan.

Kayetanus(Cajetan) mengambil jalan lain. Ia mengamati protes Luther, pergi ke Roma, dan berkonsultasi kepada anggota persaudaraan Oratory(tempat doa) of the Divine Love. Itulah titik awal ia membangun kembali persaudaraan Gereja yang mengutamakan kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa.

Selama berada di Roma, ia membangun oratori lain di mana ia mempromosikan hidup spiritual yang peduli terhadap orang miskin dan sakit. “Di rumah doa ini, kita mencoba melayani Tuhan melalui penyembahan; di rumah sakit pun kita dapat melayani Tuhan,” katanya. Namun, kesehatan umat yang dirawat tidak kunjung sembuh seperti kegelapan Gereja waktu itu.

Dalam persaudaraan sebelumnya, ia menemukan pastor yang merasakan hal yang sama dengannya. Mereka tidak ingin berpisah dari Gereja, tapi memperbaikinya. Mereka membangun ordo yang hidup berdasarkan cara para rasul, dengan harapan hidup mereka dapat menginspirasi yang lain dan mengembalikan cara hidup suci kepada Yesus.

Mereka memfokuskan diri pada hidup bermoral, studi suci, kotbah, pelayanan pastoral, menolong orang sakit, dan dikenal dengan nama Theatines atau Kongregasi Cleric Reguler (C.R.)

C.R. tidak mendatangkan banyak pastor sesat di depan orator mereka, tapi mereka bertahan, tetap taat menentang mereka yang tidak ingin bereformasi. Banyak yang menjadi Katolik lewat cara hidup dan kotbah mereka.

Stres dan tekanan yang ia alami karena Gereja, Cajetan jatuh sakit. Para dokter mencoba mengganti kasur Cajetan dengan permukaan yang lebih lembut. “Penyelamatku mati di kayu salib. Biarkan aku juga, setidaknya mati di atas kayu,” ujarnya kemudian wafat. St. Cajetan (1480-1547) adalah pelindung buruh, pencari pekerjaan, pengangguran, dan penjudi.

sumber dan gambar: catholic.org

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.