62 Katekis Diutus Uskup Agung Kupang 0By RD. Kamilus Pantus onDecember 14, 2016Urbi

SEKOLAH Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang, merayakan Misa Perutusan bagi 62 Katekis. Misa perutusan dipimpin oleh Mgr.Petrus Turang,Uskup Agung Kupang di Gereja Sta.Maria Asumpta Kupang, di hari ini Rabu 14 Desember 2016. Uskup Petrus Turang dalam homilinya menegaskan bahwa para Katekis diutus untuk belajar . Belajar dari umat seraya terus memacu diri dan mengembangkan diri dalam berkatekese, pewartaan dan pelayanan pastoral. Lebih lanjut Mgr. Turang mengingatkan para katekis agar terus  memperkuat diri dengan doa dan permenungan tentang Kitab Suci. Misa Perutusan dihadari Civitas Academica Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang, para dosen, imam, frater suster dan katekis.

Rm. Gerard Duka, selaku Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang berharap agar para Katekis yang diutus ke tengah masyarakat NTT dan Indonesia, memiliki mentalitas Kewirausahaan, yang siap menjadi pewarta yang  berdikari  dalam menopang  pelayanan pastoralnya.

Theodorus Widodo (kiri), narasumber dalam seminar Kewirausahaan.

Hari Perutusan para katekis ini, juga diadakan Seminar Ilmiah dengan Thema “Kewirausahaan: Menjadi Katekis yang berdikari’.  Bapak Theodorus Widodo, Cendikiawan, Kolumnis ,Pengusaha Kota Kupang tampil sebagai narasumber dalam seminar tersebut. Seminar yang dipandu oleh Yoseph Dewi Dau ini bertujuan memberi wawasan kewirausahaan dan spirit berusaha -bekerjakeras dalam pelayan bagi para Katekis dan Calon Katekis dalam berpastoral.

Penulis: RD.Maxi Un Bria

Editor: RD. Kamilus Pantus

Kredit Foto: Mgr. Patrus Turang foto bersama dengan para katekis.

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.