6 Oretan Makna Kematian

Sekembali mengunjungi dia yang telah mendahuluiku ke pangkuan Bapa, kutemukan beberapa hal yang sungguh mengusik hidupku. Inilah hanya sebuah oretan pergumulan hati, dari seseorang yang masih memiliki nefesh kehidupan dari dia yang Empunya Kehidupan.

Pertama: Kulihat dia terbaring tenang. Mata-mata tertuju kepadanya.

Semasa hidupnya, ia telah bekerja keras di negeri rantauan ini. Ya, tentunya ia sukses.

6 Orertan Makna Kematian

6 Orertan Makna Kematian (Foto: Adrian)

Dalam ruangan ini, sembari kuperhatikan pena tulisanku, seolah-olah sang Malaikat membisikan kepadaku, “Kita bisa memiliki banyak hal; karir, rumah, istri, anak dan lain-lain. Namun, ketika kita kembali, kita menghadap dia dalam kesendirian.”

Teringatlah aku pada sebuah judul buku yang pernah kubaca bertahun-tahun lalu oleh John Maloney, “I am Alone be with you alone.” Lalu, kufrasekan menjadi, “I am alone to face you alone”, “Aku Sendirian Menghadap Hadiratmu Sendirian.”

Kedua: Kita bisa memiliki segala sesuatu, berbuat segala sesuatu. Namun, kita tak memiliki kematian. Ia memiliki kita.

Ketiga: Kita ada menuju kematian, “Sein Zum Tode”. Entah siapa pun kita, apa pun yang kita miliki, pada akhirnya kita akan menuju ke sana.”

Keempat: Kepemilikan kita, hanyalah titipan. Apa pun yang pernah menjadi “milik” kita dimana pada akhirnya orang akan membaringkan kita entah di rumah yang pernah singgah menjadi milik kita, ataupun di rumah duka, lalu didoakan dan akhirnya dikuburkan.

Kelima: Benar kata Albert Camus, “Should I kill myself or have a cup of coffee?”. Oleh karena kematianlah, hidup kita ini memiliki makna.

Keenam: Apa makna kematian bagiku? Hidup di Jakarta, mencoba berjuang untuk “memiliki” apa yang bukan milikku. Karir, harta, istri, anak dan lain lain. Ketika aku Berbaring, mereka mengunjungiku, “Entahlah”.

Namun yang kutahu pasti bahwa Mereka akan menguburiku atau meng-Kremasikan aku. Akhirnya, mereka mengenangku sebagai “NENEK MOYANGKU PERNAH DI SANA”. Hahaha, lucu tapi bisa saja nyata.

Itulah segelintir oretan kecemasan hati tatkala aku mengunjungi dia yang telah mendahuluiku. Momento Mori! Ingatlah akan Kematianmu!

Adrian, 13/13/2019-Eureka, setelah Mengunjungi Bpk. Niko Uskono, yang berbaring di Rumah Duka Gatot Subroto-Jakarta.

Artikel ini disindikasi dari: https://amorpost.com/6-oretan-makna-kematian/”

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.