50 Tahun Perkawinan Emas Paul & Pieneke Mariana Sutandi: Lagu Pujian Harry Darsono (5)

Harry Darsono bermain piano dalam sebuah sesi acara. (Ist)

BAGI perancang spesialis adibusana Harry Darsono, piano adalah dunia kesehariannya kedua, selain senantiasa berkutat dengan rancangan busana berkelas untuk kelompok crème de la crème. Kepada komunitas elite ini, Harry selalu menyuguhkan busana berkelas yakni haute-couture.  Bersama mereka, Harry Darsono biasa tampil membawakan beberapa partitur musik piano, sembari membiarkan teman-teman dekatnya dari kalangan elite fashionista ini menyimak menikmati beberapa karya adibusana hasil rancangannya.

Hal seperti itu sering terjadi di banyak kesempatan sosialita di Jakarta. Namun, di Gereja Katedral Jakarta pada hari Jumat petang tanggal 29 Juli 2016, Harry Darsono tidak mengusung haute-couture di depan altar.  Ia maju dengan gagah dan sejenak kemudian mulai menjentikkan jari-jarinya di atas tuts piano yang berada di ujung kanan altar langsung berhadapan dengan umat.

harry darsono et alBaca juga:  

Lagu pujian Harry Darsono

Harry Darsono tidak sedang memamerkan karya adibusananya di Gereja Katedral. Dengan iringan piano, ia melantunkan dua tembang pujian bertitel Kau Yang Terindah dan Give Thanks. Nafas improvisasinya terasa sangat kuat, ketika sembari memainkan tuts piano,  ia mempersilahkan penyanyi solis perempuan ikut menyertainya dalam jam-session yang singkat ini.

Harry Darsono datang ke perayaan ekaristi meriah di Gereja Katedral karena ingin memberikan dukungan atas perayaan Perkawinan Emas Paul dan Pieneke Mariana Sutandi. Pertemanannya dengan Pieneke sudah lama terjalin.

Penampilan Harry Darsono memainkan partitur musik tembang pujian dengan iringan piano mendatangkan decak kagum. Maklumlah, selain maestro adibusana yang sudah merambah dunia fashion internasional, Harry juga seorang pemain piano yang hebat. Tak heran, kalau dari jauh saya melihat pemain piano klasik Jaya Suprana pun ikut mengagumi pergelaran singkat Harry Darsono ini.

Di perayaan ekaristi ini, ikut tampil pentas kelompok koor St. Peter Choir yang disokong oleh penampilan Han solis dalam Our Father, Fang Fang, Harland Hutabarat pelantun mazmur dan Kasih Setia, dan Doni pelantun Ave Maria versi Schubert.

Christian Reinaldo, aktivis PUKAT KAJ, ikut mengawal rangkaian program acara perayaan Perkawinan Emas Paul dan Pieneke Mariana Sutandi  di Gereja Katedral Jakarta ini dengan bagus sebagai master of ceremony.

Pantaslah duet penyanyi Willy dan Line di tahun 1971 lalu yang mengatakan dalam tembang genre country music mereka sebagai berikut:

Un beau marriage

C’est de l’or …

C’est de l’or …

Et ça dure une vie

(Perkawinan yang bagus adalah emas dan itu berlaku sepanjang hidup)

Paul dan Pieneke Mariana Sutandi sudah mampu bertahan selama 50 tahun merajut tali kasih mereka dalam bahtera perkawinan katolik. Tentunya, kesaksian mereka sebagai keluarga katolik adalah emas.

avatar Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.