50 Tahun Perkawinan Emas Hendrikus Fahik dan Elisabeth Da Silva di Paroki Tukuneno, Keuskupan Atambua

Pesta Emas HUT Perkawinan Hendrikus Fahik dan Mama Elisabeth Da Silva.

RABU, 19 Oktober 2016, dilangsungkan Perayaan Ekaristi syukuran merayakan Pesta 50 Tahun perkawinan Bapak Hendrikus Fahik dan Mama Elisabeth Da Silva. Perayaan Ekaristi dilangsungkan di kediaman kedua jubilaris di Stasi Halituku, Paroki Tukuneno, Keuskupan Atambua, Belu, NTT.

Misa dipimpin oleh Pastor Dr. Theo Asa Siri Pr, Vikjen Keuskupan Atambua, dan dihadiri oleh sejumlah imam, diakon, frater serta ribuan umat, serta dimeriahkan oleh koor para frater novis Serikat Sabda Allah (SVD Nenuk), serta tarian likurai oleh para ibu Halituku.

“Malam ini kita menemukan dua  orang hebat, Halituku-Larantuka, cinta mereka bersemi di Lalian Tolu. Kita mengenal dan menyapa mereka sebagai bapa dan mama. Melihat mereka kita bertanya: ‘Mengapa mereka bisa mencapai emas perkawinan? Apa resepnya?’. Keuletan mengolah kasih Allah telah menghantar keduanya menuju emas perkawinan. Keuletan dan saling mengasihi, telah menghantar kita di sini untuk bersyukur,” demikian kata Rm. Theo Asa Siri Pr dalam homilinya.

atambua-hut-perkawinan-2Sejumlah imam ikut menghadiri perayaan ekaristi merayakan HUT ke-50 perkawinan Hendrikus Fahik dan Mama Elisabeth Da Silva.

Bapak Hendrikus dan Mama Elisabeth menikah tanggal 19 Oktiber 2016 di Kapela Seminari St. Maria Immaculata Lalian, Perkawinan mereka dikaruniai 8 anak, dan 14 cucu.

“Syukur kehadiran Tuhan,  karena malam hari ini bapak ibu hadir dan bersyukur bersama kami. Dalam perjalanan hidup perkawinan, kami menemukan banyak hal. Kami bergembira karena dianugerahi putera-puteri. Malam hari ini,  kami bergembira karena kita bersama-sama merayakan syukuran 50 tahun pernikahan kami,” ungkap Bapak Hendrik dalam sambutannya, dengan suara serak-serak.

Salah seorang puteranya, Wenceslaus Fahik Moruk, S.Fil, mengatakan: “Satu peristiwa luar biasa terjadi pada bapa dan mama. Mereka bisa mencapai 50 tahun perkawinan. Ini merupakan karunia Tuhan bagi Bapa dan Mama, dan juga bagi kami semua anggota keluarga. Karena itu, kami keluarga mengundang hadirin sekalian untuk membagi kegembiraan dan sukacita yang kami rasakan, malam hari ini.”

Acara syukuran diakhiri dengan resepsi bersama dan ramah tamah bersama, sebagai ungkapan syukur dan kegembiraan keluarga bersama para tamu undangan.

Pastor diosesan (praja) Keuskupan Atambua; sekarang bertugas pastoral di Paroki Katedral St. Maria Immaculata Atambua, Timor, NTT.

Sumber: Sesawi.net

5 pencarian oleh pembaca:

  1. khotbah hut perkawinan
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.