30 Mei – Kis 16:11-15; Yoh 15:26-16:4a

“Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa akan bersaksi tentang Aku

(Kis 16:11-15; Yoh 15:26-16:4a)

” Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.  Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.". "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.  Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.  Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.  Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu”‘ (Yoh 15:26-16:4a), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Roh Kebenaran berarti Roh yang bertugas untuk membenarkan atau meneguhkan. Roh Kudus akan membenarkan atau meneguhkan bahwa Yesus adalah saksi karya penyelamatan artinya yang datang ke dunia untuk menyelamatkan dunia seisinya. Maka kita semua yang percaya kepadaNya juga dipanggil untuk melakukan yang sama, yaitu kemanapun pergi atau dimanapun berada harus menjadi saksi iman, yang senantiasa berusaha menyelamatkan dunia seisinya. Menghayati panggilan ini kita pasti akan menghadapi aneka tantangan, hambatan dan masalah atau bahkan pengucilab, karena cukup banyak orang yang berpengaruh di dalam kehidupan bersama bertindak menghancurkan lingkungan hidup di dunia ini, antara lain dengan serakah mengambil hasil bumi seperti membabati hutan seenaknya, menguras minyak bumi, perusakan hutan demi tambang batu bara, pembangunan gedung yang merajalela dst..yang semuanya ini menambah ‘pemanasan global’ yang mengancam kehidupan di dunia ini. Namun sebagai saksi iman meskipun harus menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan, hendaknya tidak putus asa atau menyerah, karena Roh Kudus akan mendukung dan menguatkan kita sehingga kita akan mampu menghadapi semuanya itu. Menjadi saksi iman akan Yesus Kristus memang antara lain kita harus siap sedia dan rela untuk ‘disalibkan’, artinya berjuang dan berkorban demi keselamatan jiwa umat manusia. Maka baiklah ketika menghadapi tantangan, masalah dan hambatan kita kenangkan aneka pesan atau sabda Yesus yang pernah kita dengarkan, renungkan dan hayati. Kita harus siap sedia menghayati panggilan kenabian kita, yang memang pada umumnya bernasib untuk dibenci dan dikucilkan oleh mereka yang bersikap mental materialistis atau duniawi

·   “Jika kamu berpendapat bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku“, (Kis 16:15), demikian kata seorang perempuan bernama Lidia kepada Paulus, rasul agung. Di antara sekian banyak orang yang membenci dan mengucilkan pasti masih ada yang siap sedia mendengarkan dan menerima itulah yang terjadi. Dengan kata lain di tengah-tengah kejahatan pasti ada kebaikan, di antara kelemahan pasti ada kekuatan, diantara aneka ancaman pasti ada peluang dan kesempatan. Marilah kebenaran ini kita imani dan hayati, artinya di dalam dan bersama Roh marilah kita lihat aneka kebaikan, kekuatan, peluang dan kesempatan untuk bersaksi tentang iman kita kepada Yesus Kristus, pasti akan kita temukan orang-orang seperti Lidia, yang membuka diri terhadap kesaksian kita atau bahkan mereka mengundang kita untuk menumpang dirumahnya untuk beberapa saat. Apa yang terjadi dalam diri Lidia ini kiranya juga menjadi nyata dalam kehidupan iman atau beragama bersama pada masa kini, yaitu pada umumnya rekan-rekan perempuan lebih berpartisipasi dalam aneka kegiatan dan usaha umat Allah daripada rekan-rekan laki-laki. Sebagai contoh dalam doa bersama di lingkungan atau stasi-stasi pada umumnya lebih banyak dihadiri oleh rekan-rekan perempuan. Mungkin ini juga menjadi penjelasan bahwa rekan-rekan perempuan pada umumnya lebih menerima daripada member.  Maaf kalau sedikit porno: bukankah dalam hubungan seksual antara suami-isteri, laki-laki dan perempuan pihak suami atau laki-laki memasukkan alat kelaminnya ke dalam alat kelamin perempuan, seraya ‘memberi sperma’ kepada perempuan, dan sang perempuan pun menerimanya dengan senang hati, gembira, ceria dan kesiap-siagaan tinggi. Terima kasih kepada rekan-rekan perempuan yang dalam kenyataan hidup bersama begitu rela berkorban untuk menerima aneka perlakuan, tugas dan sentuhan atau ajakan.

“Nyanyikanlah bagi Tuhan dengan nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaat orang-orang saleh! Biarlah mereka memuji-muji NamaNya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepadaNya dengan rebana dan kecapi. Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan

(Mzm 149:1.3-4).

Ign 30 Mei 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: