29 sept

“Engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat Allah”
(Why 12:7-12a; Yoh 1:47-51)

” Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." (Yoh 1:47-51), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Malaikat adalah ciptaan Allah yang berada ‘di atas’ manusia, artinya lebih tinggi daripada manusia. “Para malaikat dan manusia, ciptaan yang berakal budi dan bebas, harus menyongsong tujuan terakhir dengan kehendak bebas dan mengutamakan tujuan itu karena cinta” (Kamus Gereja Katolik no 311). Malaikat sebagai ciptaan Allah antara lain memiliki tugas untuk meneruskan kehendak Allah kepada manusia atau mendampingi manusia dalam mengejar tujuan manusia diciptakan, yaitu keselamatan jiwanya. Hari ini kita kenangkan para Malaikat Agung, yang diimani menjadi komandan para malaikat dalam fungsi khususnya, yaitu Mikael memimpin para malaikat dalam memerangi kejahatan, Gabriel memimpin para malaikat dalam mewartakan apa-apa yang baik, sedangkan Rafael memimpin para malaikat dalam karya penyembuhan orang sakit. Sebagai umat beriman kita diharapkan peka terhadap bisikan dan sentuhan malaikat, yang antara lain dapat menggejala dalam aneka kehendak atau pikiran baik, ajakan-ajakan untuk berbuat baik, entah itu memerangi kejahatan, menyembuhkan mereka yang sedang menderita sakit atau mewartakan apa-apa yang baik. Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian untuk memperdalam dan memperkembangkan kepekaan untuk melihat dan mendengarkan, agar kita juga mampu melihat dan mendengarkan apa yang bergejolak dalam hati kita sendiri maupun hati saudara-saudari kita. Dengan kata lain marilah kita perdalam kejernihan suara hati kita, dan untuk itu antara lain senantiasa melakukan apa yang baik dan menyelamatkan, terutama keselamatan jiwa manusia.

·    "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut” (Why 12:10-11), demikian suara dari sorga, yang kiranya baik kita renungkan dan refleksikan. Para malaikat memang antara lain menjadi penyalur “keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah” bagi manusia, yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citra Allah. Situasi hidup bersama pada masa kini kiranya membutuhkan keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah, karena masih cukup orang-orang yang berpengaruh dalam hidup bersama hidup dan bertindak seenaknya sendiri, demi kepentingan sendiri atau kelompok/organisasinya. “Bonum commune” (= kepentingan umum), itulah yang dikehendaki oleh Allah melalui hidup dan kerja kita apapun dan dimana pun. Secara khusus kami mengajak dan mengingatkan siapapun yang ada dalam jajaran kuasa dan pemerintahan untuk senantiasa berfungsi sebagai utusan-utusan Allah sehingga dalam menjalankan kuasa atau pemerintahannya sesuai dengan kehendak Allah, demi kepentingan atau kesejahteraan umum. Maka selama masih ada warga masyarakat yang miskin dan menderita berarti mereka yang berada di jajaran kuasa dan pemerintahan hanya mementingkan kebutuhan pribadi atau kelompoknya. Ingatlah bahwa anda sebagai yang pegang kuasa dan pemerintahan harus menjadi ‘abdi/pelayan rakyat’, berarti yang menjadi tuan atau atasan anda adalah rakyat, maka bahagiakan dan sejahterakan rakyat. Perhatikan dan tiru para kepala daerah yang sungguh memperhatikan dan mensejahterakan rakyat kecil.

” Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN”
(Mzm 138:1-5)
Ign 29 September 2012

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.