27 Juli

“Pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”

(Kel 34:29-35; Mat 13:44-46)

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu” (Mat 13:44-46), demikian kutipan Warta  Gembira hari ini..

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Kita sering mendengar berita ada orang yang mencari ‘harta karun’ yang sangat berharga, yang diperkirakan berada di dasar laut/samodra, dalam sebuah kapal yang tenggelam bertahun-tahun lamanya. Untuk itu orang harus mengumpulkan dana dan tenaga besar, meskipun belum tahu persis apakah harta karun tersebut sepadan dengan dana dan tenaga yang akan dikeluarkan. Namun begitulah yang sering terjadi: demi harta karun orang siap berjuang dan berkorban. Sabda hari ini mengajak dan mengingatkan kita semua untuk mawas diri: harta macam apa yang paling berharga bagi kita pada masa kini, entah sudah ada  kita miliki atau belum kita miliki. Yang paling berharga di antara kita semua kiranya adalah cita-cita atau dambaan, entah yang telah tertulis atau dikatakan atau mungkin masih tersimpan di dalam hati. Dalam organisasi hal itu berarti visi, spiritualitas atau charisma. Namun baiklah saya mengajak anda sekalian untuk mawas diri perihal cita-cita atau dambaan pribadi, entah yang dapat dicapai jarak jauh atau jarak dekat. Cita-cita jarak dekat sebagai pelajar atau mahasiswa tidak lain adalah lulus dalam ujian akhir; maka kepada para pelajar atau mahasiswa kami harapkan dengan sepenuh hati, jiwa, akal budi dan kekuatan berusaha agar berhasil dalam ujian akhir; maka hendaknya belajar setiap hari dan tidak hanya belajar menjelang ulangan umum atau ujian saja. Cita-cita para suami-isteri kiranya saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit sampai mati, maka hendaknya kasih anda berdua antar suami-isteri tidak luntur atau mengalami erosi. Sebagai imam harta yang paling berharga adalah anugerah panggilan imam itu sendiri, maka kepada rekan-rekan imam kami ajak untuk menghayati panggilan imamat dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan serentak mengandalkan rahmat Tuhan yang telah memanggil. Sebagai biarawan-biarawati harta yang paling berharga adalah charisma pendiri, maka kami harapkan untuk setia pada charisma pendiri dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari, kapanpun dan dimanapun.

·   Disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan TUHAN kepadanya di atas gunung Sinai.” (Kel 34:32). Di puncak gunung Sinai Musa menerima perintah Tuhan yang harus disampaikan kepada seluruh bangsanya. Perintah Tuhan yang diterima oleh Musa tidak lain adalah ‘sepuluh perintah Tuhan’ yang kita kenal pada saat ini; dari sepuluh perintah tersebut hemat saya dapat dipadatkan menjadi ‘kasihilah Tuhan dan sesamamu manusia’. Dari puncak gunung ada pesan untuk saling mengasihi dan mengasihi Tuhan. Maaf jika sedikit porno: gunung nona alias payudara atau buah dada sering juga menjadi symbol kasih, tidak hanya bagi pasangan suami-isteri yang bersangkutan, tetapi dari buah dada keluarlah ASI bagi anak yang dilahirkan. Memberi ASI langsung dari buah dada berarti menyalurkan kasih Tuhan (maka kami berharap kepada para ibu yang sedang menyusui anaknya untuk secara langsung menyusui, bukan dikeluarkan dari buah dada sendiri kemudian disimpan dalam kemasan khusus, dan selanjutnya diberikan kepada anaknya, sebagaimana mulai marak pada masa kini di kota-kota besar). Perintah untuk saling mengasihi hendaknya kita hayati seoptimal mungkin serta kita sebarluaskan kepada semua orang yang kita jumpai. Semua perintah dan tata tertib hemat saya dibuat dan diberlakukan dalam dan demi kasih, maka hendaknya menyikapi aneka perintah dan tata tertib dalam dan dengan kasih. Kasih adalah keutamaan yang terbesar, harta yang paling berharga bagi kita semua; tanpa kasih kita tidak dapat tumbuh berkembang sebagaimana adanya pada saat ini. Maka marilah kita perdalam dan perkembangkan kasih dalam hidup kita sehari-hari, dalam lingkungan hidup dan kerja kita masing-masing, sehingga lingkungan hidup dan kerja dimana kita berada semakin menarik, memikat dan mempesona; semua yang ada di dalamnya selamat dan bahagia, damai sejahtera.

“Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduslah Ia! Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab mereka.Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya dan ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.” (Mzm 99:5-7)

Ign 27 Juli 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: