26 spt

Yang terkecil di antara kamu sekalian dialah yang terbesar."
(Za 8:1-8; Luk 9:46-50)
” Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar." Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.” (Luk 9:46-50), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Anak-anak kecil hemat saya lebih suci daripada orang dewasa atau orangtua. Dalam hidup beriman atau beragama yang terbesar dan terhormat adalah yang tersuci, bukan yang kaya akan harta benda atau uang, ilmu pengetahuan atau pengalaman, dst.. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan para orangtua dan guru/pendidik, yang setiap hari bersama dan bergaul dengan anak-anak untuk mengasihi dan melayani sebaik mungkin sehingga anak-anak kelak tumbuh berkembang sebagai pribadi yang cerdas secara spiritual. Marilah anak-anak kita didik dan dampingi dalam ‘cintakasih dan kebebasan’ dan untuk itu hendaknya jangan pernah melecehkan atau merendahkan anak-anak, entah dengan memarahi atau menjelek-jelekkannya. Jika anak-anak kelak tidak tumbuh-berkembang menjadi pribadi yang cerdas secara spiritual berarti yang salah adalah para orangtua atau pendidik/guru. Dalam warta gembira hari ini kita juga dingatkan agar tidak merasa direndahkan atau disaingi ketika ada orang yang berbuat baik seperti kita atau meniru perbuatan baik kita. “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia di pihak kamu”, demikian sabda Yesus. Bersyukurlah dan berterima kasihlah jika ada orang-orang yang meniru karya atau perbuatan baik atau pelayanan kita bagi sesama. Jika ada orang yang meniru cara hidup dan cara bertindak kita yang baik berarti karya missioner, pewartaan atau ‘dakwah’ kita melalui perilaku sebagai penghayatan iman sukses atau berhasil karena rahmat dan anugerah Tuhan.
·   Sesungguhnya, Aku menyelamatkan umat-Ku dari tempat terbitnya matahari sampai kepada tempat terbenamnya, dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran.” (Za 8:7-8). Kutipan ini kiranya baik menjadi bahan permenungan atau refleksi kita sebagai umat beriman atau beragama. Kita semua dipanggil untuk menjadi umat beriman ‘dalam kesetiaan dan kebenaran’, artinya kapanpun dan dimanapun kita diharapkan menjadi orang-orang yang setia pada iman, panggilan dan tugas pengutusan serta melakukan apa yang benar, menyelamatkan dan membahagiakan, terutama kebahagiaan atau keselamatan jiwa manusia. Sebagai suami-isteri hendaknya saling setia satu sama lain dalam hidup bersama dan saling mengasihi, sebagai pelajar setia belajar, sebagai pekerja setia bekerja, sebagai imam setia menjadi imam, dst… Tanda bahwa kita setia antara lain kita senantiasa melakukan apa yang baik, benar, menyelamatkan dan membahagiakan; kehadiran dan sepak terjang kita dimanapun dan kapanpun tidak akan pernah mengganggu orang lain atau menjadi beban bagi orang lain, melainkan menjadi  fasilitator untuk berbuat baik dan benar.
” Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu, bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,” (Mzm 102:16-19)   
Ign 26 September 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: