25 sept

"IbuKu dan saudara-saudaraKu”
(Ams 21:1-6.10-13; Luk 8:19-21)

” Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:19-21), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   KKN = Kolusi, Korupsi dan Nepotisme, itu kata-kata yang kiranya pada masa kini jarang dikatakan, namun masih terus dilakukan atau dihayati. Hemat saya kolusi dan nepotisme tidak apa-apa, asal tidak korupsi. Yang paling memprihatinkan pada masa kini adalah korupsi. “IbuKu dan saudara-saudaraKU ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”, demikian sabda Yesus menanggapi seruan orang banyak perihal kedatangan Ibu dan saudara-saudara Yesus. Keutamaan atau keunggulan hidup beragama memang terletak pada ‘mendengarkan dan melakukan firman Allah’ dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari kapan pun dan dimana pun. Hari-hari ini kita masih berada di bulan Kitab Suci, semoga anda semua semakin terampil mendengarkan dan melakukan firman Allah, sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci anda masing-masing. Dan tentu saja pertama-tama kita semakin terampil menjadi pelaku-pelaku atau pelaksana-pelaksana firman Allah dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari. Hemat saya tidak perlu semua ayat dari Kitab Suci harus kita hafalkan dan usahakan untuk dilakukan, tetapi satu dua ayat cukuplah, sebagaimana dihayati oleh para kudus, santo-santa atau juga para gembala atau uskup yang memakai ayat Kitab Suci sebagai motto pelayanannya. Mungkin kita dapat belajar atau bercermin pada tentara, dimana ketika ada perintah, tanpa diskusi atau membantah, segera dilakukan: mereka sungguh taat dan setia para perintah atasan, semoga juga taat dan setia kepada kehendak dan perintah Allah. Melakukan firman atau perintah Allah hemat saya antara lain dapat dihayati dengan mentaati dan melaksanakan aneka tata tertib dan aturan yang terkait dengan hidup dan panggilan serta tugas pengutusan kita masing-masing. Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian untuk tertib berlalu-lintas, karena tertib di jalanan hemat saya merupakan cermin bangsa yang baik dan berbudi pekerti luhur.

·   Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.” (Ams  21:1-3). Kita semua kiranya adalah ‘raja’ di tempat tugas atau pekerjaan kita masing-masing, kita adalah ‘raja’ atas pekerjaan dan tugas yang dibebankan kepada kita. Marilah kita lakukan semua pekerjaan atau tugas sesuai dengan yang diinginkan oleh Tuhan, antara lain kita senantiasa diharapkan bertindak benar dan adil. Bertindak adil antara lain dapat kita wujudkan dengan senantiasa menjunjung tinggi dan menghormati hak-hak azasi manusia, harkat martabat manusia, yang diciptakan sebagai gambar atau citra Tuhan. Segala macam bentuk pelecehan terhadap harkat martabat manusia atau anggota tubuh manusia hemat saya merupakan perbuatan tidak adil. Fungsikan dan perlakukan semua anggota tubuh anda sesuai dengan kehendak Tuhan, artinya segala tindakan atau gerak-gerik kita hendaknya semakin membuat diri kita semakin suci, semakin membaktikan diri seutuhnya kepada kita, dimana kita semakin dikasihi oleh Tuhan dan saudara-saudari kita. Apa yang disebut benar senantiasa berlaku secara universal, kapan saja dan dimana saja, dan kebenaran sejati ada pada Tuhan. Salah satu tindakan benar adalah senantiasa ‘berjalan lurus’, artinya hidup dan bertindak sesuai tata tertib, mengkuti jalan yang benar, sebagaimana kereta api senantiasa melangkah maju mengikuti rel, tidak seenaknya sendiri. Jika anda mendambakan hidup bahagia dan damai sejahtera, hendaknya anda senantiasa ‘berjalan lurus’ dan untuk itu memang butuh kejernihan dan ketulusan hati, maka marilah kita usahakan agar hati kita tetap jernih dan tulus. Untuk mengusahakan dan memperdalam kejernihan dan ketulusan hati, antara lain tidak pernah melupakan doa setiap hari, terutama pemeriksaan batin atau hati.

Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya”
(Mzm 119:30.34-35)
Ign 25 September 2012

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.