24 Nov

“Bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat."
(Dan 6:12-28; Luk 21:20-28)
 "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." (Luk 21:20-28), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Andreas Dung Lac, imam dan kawan-kawannya, martir Vietnam hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Menghadapi atau berada di dalam saat-saat akhir pada umumnya harus menghadapi aneka masalah serta ketegangan maupun godaan, serta tawaran yang dapat melumpuhkan atau mengaburkan jati diri kita sebagai orang beriman. Demikian juga ketika ada aneka macam musibah dan bencana alam pada umumnya orang bertanya-tanya: tanda apa ini, mengapa semuanya itu terjadi. Terhadap aneka musibah atau bencana orang sering menyikapi sebagai suatu peringatan dari Tuhan kepada umat manusia. Dengan kata lain aneka masalah, ketegangan, musibah dan bencana alam disikapi sebagai ajakan untuk ‘bangkit dan mengangkat muka’. “Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat”, demikian sabda Yesus. Marilah di hari-hari terakhir tahun liturgy, menjelang tahun baru liturgy, kita mawas diri: apakah kita telah bangkit dan mengangkat muka ke atas, artinya mengarahkan hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita kepada Allah, kepada Penyelenggaraan Ilahi, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita semakin baik, suci dan berbudi pekerti luhur. Apakah kita telah siap meninggalkan cara-cara hidup lama atau kebiasaan hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, serta kemudian menghayati hidup baru sesuai kehendak dan perintah Tuhan dalam hidup dan kerja kita sehari-hari dimana pun dan kapan pun.
·   Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." (Dan 6:23), demikian kata Daniel, yang dituduh bersalah atau melakukan kejahatan oleh beberapa oriang, kepada raja yang berusaha mencari kebenaran. “Malaikat Allah telah mengatupkan mulut singa-singa’ yang diharapkan menerkam dan mencabik-cabik tubuh Daniel. Suatu keajaiban atau mujizat terjadi: orang benar tak akan dimusnahkan. Kita semua umat beriman dipanggil untuk senantiasa berada dalam kebenaran atau selalu melakukan apa yang benar dan tidak pernah melakukan kejahatan sedikitpun, entah yang melukai diri sendiri maupun orang lain. Jika kita senantiasa berada di dalam kebenaran hendaknya tidak takut terhadap aneka ancaman, tekanan, terror maupun tuduhan palsu yang berusaha menghancurkan atau melumpuhkan iman kita.  Hadapi, sikapi dan hayati aneka hal-hal tersebut dengan tenang dan lemah lembut, sebagai wujud kepercayaan kita atas Penyelenggaraan Ilahi. Percayalah dan hayatilah bahwa kebenaran pasti akan menang atas kebohongan, kejujuran menang atas kepalsuan; memang untuk itu harus menghadapi ‘ujian’ sebagaimana dihadapi oleh Daniel. Kepada mereka yang berwenang untuk mengambil keputusan seperti ‘raja’, yang menguji Daniel, kami harapkan meneladan sang raja tersebut, yang tidak mudah begitu percaya terhadap aneka tuduhan jahat yang diarahkan kepada seseorang. Ujilah tuduhan tersebut melalui aneka cara guna menemukan kebenaran; jangan tergesa-gesa termakan oleh issue-issue yang menyesatkan, yang memang sering lebih vocal daripada berita-berita baik. Kepada kita semua umat beriman, marilah meneladan para martir Vietnam yang kita kenangkan hari ini: setia pada iman dalam keadaan atau kondisi apapun, dan siap mati demi kesetiaan iman.
” Pujilah Tuhan, hai embun dan salju yang membadai, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai es dan kedinginan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai siang dan malam, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai halilintar dan awan-kemawan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Biarlah bumi memuji Tuhan, nyanyikan dan meninggikan Dia selama-lamanya.” (Dan 3:68-74)
Ign 24 November 2011
 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.