24 Jam Kenal Dekat Mgr. Yohanes Harun Yuwono Pr (3)

SAYA mengenal Romo Yohanes Harun Yuwono Pr waktu itu  –namun yang sebentar lagi akan menjadi Mgr. Yohanes Harun Yuwono Pr–  saat masih bertugas sebagai staf dan beberapa waktu kemudian menjadi Rektor Seminari Tinggi St. Petrus Sinaksak, Pematangsiantar, Sumatera Utara.

 

Kalau saya tidak salah ingat, bersama Romo Astono Pr, beliau menjemput saya saat saya pertama kali tiba di Medan dan kemudian bermalam di Katedral Medan. Esok harinya, beliau membawa saya menuju Sinaksak.

 

Kesan pertama perjumpaan saya dengan Romo Yohanes Harun Yuwono Pr: beliau seorang yang kalem, tenang, teduh, dan sederhana.

 


Tahun-tahun berikutnya –ketika akhirnya saya menjadi staf seminari dan diangkat menjadi Rektor Seminari Tinggi St. Petrus Sinaksak, saya mengenal Monsinyur Yohanes sebagai sosok imam yang lugas, apa adanya, berhati tulus dan ikhlas. Beliau juga merupakan sosok imam yang memiliki keramahan dan kehangatan emosional yang  tinggi.

 

Itu saya alami sekurang-kurangnya saya yang waktu itu merupakan “orang asing” di Komunitas Sinaksak. Saya berkarya di Seminari Tinggi Santo Petrus Sinaksak kurun waktu  Agustus 2000 sampai dengan Januari 2004.

 

Mgr Yohanes Harun YuwonoBeliau adalah Pujakelam alias Putera Jawa Kelahiran Lampung dan berasal dari Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang, Lampung.

 

Beliau pernah ditugaskan Bapak Uskup untuk belajar  Islamologi.

 

Sebagai imam, beliau sangat menghayati imamatnya dengan hati gembira, bekerja secara profesional, dan committed dengan tugas dan tanggungjawabnya sebagai formator dan dosen.

Selamat bertugas Mgr. Yohanes dalam menggembalakan Umat Allah Keuskupan Tanjungkarang di Lampung.

 

Proficiat dan Tuhan senantiasa membekati Monsinyur.

Photo credit:

  • Mgr. Yohanes Harun Yuwono  (Ist)
  • Rektor Seminari Tinggi St.Petrus Sinaksak, Pematang Siantar Romo Yohanes Harun Yuwono Pr (Ist)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.