Kamis, 26 Januari 2023 – Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup

Posted on

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta Indonesia

 
 
 
 

AUDIO MP3:

ANTIFON PEMBUKA – Yeh 34:11; 23-24

*Tuhan bersabda, “Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.”

PENGANTAR:

“Yang satu menggarap tanahnya, yang lain menaburkan benih, dan yang lain lagi memetik buahnya.” Kata-kata Paulus itu diterapkan pada dua orang pembantunya dan teman seperjalanannya, ialah Timoteus dan Titus. Timoteus agak lemah kesehatannya. Ia tak mau mengikuti perjalanan Paulus dan menetap di Efesus sebagai uskup. Tugas itu dilaksanakannya dengan sepenuh hati. Sedangkan Titus lebih berbakat sebagai diplomat. Dengan siapa pun ia pandai bergaul. Berkali-kali ia diutus memecahkan persoalan dan kesulitan Gereja Muda.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maha pengasih, Santo Timoteus dan Titus Kaulimpahi bakat, yang mereka perlukan dalam kegiatan kerasulan. Semoga berkat doa restu mereka kami di dunia ini hidup secara jujur dan saleh, agar kelak dapat Kauterima di tanah air surgawi. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius 1:1-8

Dari Paulus, rasul Yesus Kristus, yang oleh kehendak Allah diutus memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus; kepada Timotius, anakku yang terkasih: Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Dan bila terkenang akan air mata yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike, dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia. Tetapi berkat kekuatan Allah ikutlah menderita bagi Injil-Nya.

ATAU

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus 1:1-5

Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus, yang ditugaskan memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita; jadi berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita. Kepada Titus, anakku yang sejati dalam iman bersama: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur, dan supaya engkau mengangkat penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 96:1-2a.2b-3.7-8.9-10a.c

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, ya seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

  2. Kabarkanlah dari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, di antara segala suku.

  3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.

  4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

BAIT PENGANTAR: Bait Pengantar Injil

U : Alleluya

S : Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 10:1-9

“Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.”

Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian itu, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalu kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’ Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu’.”

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kusus Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Thomas Suratno, SCJ dari komunitas SCJ  Jakarta Indonesia dalam Renungan Singkat-dehonian edisi hari ini: Kamis, 26 Januari  2023, Hari Biasa dalam Pekan Biasa III. – Pw. St Timotius & Titus.

Sahabat Resi Dehonian yang terkasih, warta Injil hari ini mengingatkan kepada kita semua sebagai orang Kristiani bahwa kita semua mendapat bagian tugas perutusan untuk mewartakan “Kerajaan Allah sudah dekat padamu”. Yesus mengutus kelompok 70 murid pergi ke berbagai daerah. Jika kita masuk dalam kelompok besar itu, kitapun menjadi bagian dari murid yang diutus untuk menjadi bagian dalam karya pewartaan Kerajaan Allah. Dalam tugas perutusan itu, Yesus sudah memberikan standar praktis, atau standar operasional macam apa yang harus mereka lakukan dalam menjalankan tugas perutusan itu.

Sahabat Resi Dehonian yang terkasih, kenyataan kita sebagai Gereja saat ini, tidak jarang sangat mentaati apa yang diperintahkan Yesus pada hari ini kepada 70 murid. Namun demikian, sering kali pula ada ketidak seimbangan yang sebenarnya membahayakan kehidupan beriman kita. Di dalam banyak level, yang paling sering terjadi, dan parahnya sudah mulai dianggap wajar, adalah bagian “makan dan minumlah apa yang diberikan kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya”. Maka praktik-praktik ‘transaksional’ dalam pelayanan Gereja menjadi semakin marak. Misalnya banyak orang yang mau terlibat dalam pelayanan gereja. Memang ada semangat melayani, namun jika ditelusuri secara lebih jujur, tidak jarang kita akan menemukan hal-hal yang tidak sehat bahkan tidak selaras dengan spiritualitas Tuhan Yesus. Mereka melayani namun berharap nantinya akan ada yang melayani diri mereka bila mengalami penderitaan. Ada harapan semacam balas budi. Atau karena umat kristiani murah hati, tak jarang yang sudah dilayani sering memberi ‘TIPS’ kepada mereka yang melayani. Menambah semangat melayani. Seperti ada ‘transaksi’ di dalamnya dengan ungkapan ‘sukarela’.

Sahabat Resi Dehonian yang terkasih, bagaimana dengan Tuhan Yesus? Tidakkah Tuhan Yesus mengasihi manusia secara total tanpa embel-embel harapan balas budi di belakangnya? Yesus tidak mengajarkan ‘karma’ seperti yang pada umumnya manusia yakini. Karena sudah mengasihi maka akan menerima kasih sebagai imbalannya. Tidak! Dia wafat di kayu salib karena murni karena Dia mengasihi manusia yang berdosa dan tak tahu balas budi. Namun Yesus tetap mencintai manusia, karena Dia ingin semua manusia mengalami keselamatan dari Allah. Itulah kasih pelayanan Tuhan Yesus tak kenal ‘karma’. Dia melayani karena kasih sejati-Nya terhadap manusia dan ketaatan-Nya kepada kehendak Allah Bapa-nya di sorga.

Sahabat Resi Dehonian yang terkasih, yang jelas bahwa pelayanan kristiani hendaknya jangan berharap ada imbalannya. Janganlah kita menekankan “seorang pekerja patut mendapat upahnya”? Kita diutus Tuhan untuk mewartakan Injil dan bukan mencari upah jerih payah. Kalau ini yang terjadi berarti semangat kita baru sebatas kebutuhan manusia dan belum sampai pada alasan rohani. Kita sebagai umat kristiani hendaknya harus sampai pada penghayatan yang rohani itu. Seperti Paulus dalam mewartakan Injil, dia bahagia karena “upahnya boleh mewartakan Injil tanpa upah”.  Sangat ironislah apabila dengan alasan “seorang pekerja patut mendapat upah” – materi, finansial atau pujian – lalu karena tidak mendapat upah sungguhan, semangat pelayanannya menjadi kendor bahkan hilang.

Mari dari itu, sahabat Resi Dehonian yang terkasih, marilah selain kita berdoa mohon supaya ditambah pekerja-pekerja untuk tuaian, kita juga berdoa agar pekerja-pekerja itu sungguh menjadi pekerja tuaian, bukan pekerja upahan. Kiranya SOP pertama yang dikehendaki oleh Yesus kepada kita adalah memberikan “damai sejahtera bagi rumah ini”, bukan menuntut upah sekian yang harus saya terima.

Marilah kita belajar dari St. Paulus yang mempunyai semangat dan penghayatan bahwa “upahku adalah bahwa aku boleh mewartakan Injil tanpa upah”. Tantangan terberat saat ini adalah ketika kita berhadapan dengan pertanyaan apakah semangat itu masih relevan untuk saat ini? 

DOA: Ya Tuhan, aku bersyukur atas pelayan-pelayan sabda-Mu yang mendampingi dan menuntun aku. Aku berdoa bagi mereka, semoga mereka mempunyai semangat yang tulus tanpa modus untuk mewartakan Kerejaan Allah. Berkatilah mereka dengan kesehatan dan rejeki yang cukup. Anugerahilah rahmat kebijaksaan dan kesucian. Semoga aku juga semakin berani menjadi pewarta keselamatan dalam hidupku. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN :

Pandanglah, ya Bapa, persembahan umat-Mu, yang diantarkan ke altar-Mu pada peringatan Santo Timoteus dan Titus ini. Semoga karenanya dosa kami diampuni dan nama-Mu dimuliakan. Demi Kristus…..

ANTIFON KOMUNI – Yoh 15:16

*Bukannya kalian yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan agar hasilmu tinggal tetap.

DOA SESUDAH KOMUNI :

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahabaik, kami telah Kausegarkan dengan santapan suci. Maka kami mohon kepada-Mu, semoga kami seperti Santo Timoteus dan Titus memberi wujud nyata kepada iman kami, serta menghayatinya sehari-hari. Demi Kristus,…..

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Timotius & Santo Titus

Santo Timotius

Timothy the Apostle

St. Timotius adalah murid langsung dari St. Paulus Rasul. Nama Timotius dan Titus sering disebut-sebut dalam Surat-surat Rasul agung tersebut. Paulus menulis dua pucuk Surat kepada Timotius ( I dan II Timotius ) dan sepucuk surat gembala untuk Titus (Kitab Titus) dimana Paulus menyapa keduanya dengan sebutan : Anakku yang sah dalam Iman. (I Tim 1:2 ; Tit 1:4).

Timotius dilahirkan di Listra di Asia Kecil. Ibunya adalah seorang Yahudi dan ayahnya Yunani. Ketika St. Paulus datang untuk mewartakan Injil di Listra, Timotius, ibu serta neneknya, semuanya menjadi pengikut Kristus. Beberapa tahun kemudian, Paulus kembali lagi ke Listra dan bertemu dengan Timotius yang sudah tumbuh dewasa. Paulus merasa bahwa Timotius dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi seorang pewarta Injil. Paulus mengajaknya bergabung dengannya untuk mewartakan Injil. Jadi demikianlah, Timotius meninggalkan rumah dan keluarganya untuk mengikuti Paulus. Segera juga ia mengalami penderitaan sama seperti yang dialami oleh Paulus.

Timotius adalah murid kesayangan rasul besar ini, sudah seperti anaknya sendiri. Timotius pergi kemana pun Paulus pergi, hingga ia menjadi Uskup Efesus. Timotius tinggal di Efesus untuk menggembalakan jemaat-Nya. Sama seperti St. Paulus, Timotius juga wafat sebagai martir.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti Nama

Berasal dari bahasa Yunani : Τιμοθεος (Timotheos)  yang berarti  “Memuliakan Tuhan”

Variasi Nama

Timothy (English), Timoteus, Timotheos (Ancient Greek), Timotheos (Biblical Greek), Timotheus (Biblical Latin), Timotei (Bulgarian), Timotheus, Tim (Dutch), Timothée (French), Timotheus, Tim (German), Timoteo (Italian), Timotej (Macedonian), Timoti (Maori), Tymoteusz (Polish), Timoteo (Portuguese), Timotei (Romanian), Timofei, Timofey (Russian), Timotej (Slovak), Timotej, Tim (Slovene), Timoteo (Spanish)

Bentuk Pendek: Tim, Timmy (English). Bentuk Feminim: Timotha (English)

 

Santo Titus

Titus the Apostle, Titus of Crete

St.Titus adalah murid langsung dari St.Paulus Rasul. Nama Titus dan Timotius sering disebut-sebut dalam Surat-surat Rasul agung tersebut. Paulus menulis dua pucuk Surat kepada Timotius ( I dan II Timotius ) dan sepucuk surat gembala untuk Titus (Kitab Titus) dimana Paulus menyapa keduanya dengan sebutan : Anakku yang sah dalam Iman. (I Tim 1:2 ; Tit 1:4).

Titus adalah seorang bukan Yahudi yang percaya kepada Tuhan. Ia adalah seorang yang murah hati dan giat bekerja. Dengan penuh sukacita ia mewartakan Kabar Gembira bersama dengan Paulus dalam perjalanan kerasulan mereka. Oleh karena Titus seorang yang dapat dipercaya, Paulus tanpa ragu mengutusnya dalam banyak “misi” kepada komunitas-komunitas Kristiani. Titus membantu umat memperteguh iman mereka kepada Yesus. Ia juga mampu memulihkan perdamaian apabila terjadi perselisihan di antara jemaat Kristiani. Titus dianugerahi karunia istimewa sebagai pembawa damai. Paulus amat menghargai karunia yang dimiliki Titus ini dan mengenalinya sebagai karya Roh Kudus. Paulus akan mengirim Titus untuk mengatasi persoalan-persoalan yang timbul.

Ketika Titus ada di antara  suatu kelompok jemaat Kristiani, orang-orang yang bersalah akan menyesali perbuatan mereka. Mereka akan memohon pengampunan dan berusaha memperbaiki apa yang telah mereka lakukan. Ketika damai telah tercapai, Titus akan kembali serta melaporkan hasil baiknya kepada Paulus. Hal ini mendatangkan sukacita bagi Paulus dan jemaat Kristiani yang lain. St. Paulus mengangkat Titus sebagai Uskup di Pulau Kreta, di mana ia tinggal hingga akhir hayatnya.

Arti Nama

Berasal dari bahasa Latin : titulus yang berarti  “Gelar Kehormatan”

Variasi Nama

Titos (Greek), Tiitus (Estonian), Tiitus (Finnish), Tito, Tiziano (Italian), Tytus (Polish), Tito (Portuguese), Tit (Russian), Tito (Spanish)

 

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/januari/titus.html