Minggu, 22 Januari 2023 – Hari Minggu Biasa III

Posted on

Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 96:1.6

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, bernyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya.

PENGANTAR:

Karya keselamatan Allah tidak terbatas bagi bangsa atau kelompok tertentu saja. Keselamatan Allah dianugerahkan untuk semua orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Seperti para murid yang diutus Yesus, begitu pun kita semua diutus untuk mewartakan kabar keselamatan ini. Barangkali perutusan ini akan berhadapan dengan berbagai tantangan dan kesulitan, namun kita harus tetap yakin bahwa Tuhan tetap menyertai kita.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah utusan Bapa yang datang untuk merenggut beban derita dari pundak umat dan mematahkan tongkat si penindas. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah cahaya terang benderang yang menyinari umat dalam kegelapan. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Pewarta Kabar Gembira Kerajaan Allah, yang ditawarkan kepada kami asal kami mau bertobat. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Yang Mahakuasa dan kekal, bimbinglah tingkah laku kami sesuai dengan kehendak-Mu. Semoga dalam nama Putra-Mu terkasih kami mampu menghasilkan banyak karya yang baik. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 8:23b-9:3

“Di wilayah bangsa-bangsa lain orang telah melihat terang yang besar.”

Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Tuhan akan memuliakan jalan ke laut itu, yakni daerah seberang Sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah banyak menimbulkan sorak-sorai dan sukacita yang besar. Mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 27:1.4.13-14

Ref. Tuhan, Dikaulah penyelamatku.

  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapa aku harus takut. Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar.

  2. Satu hal telah ku minta kepada Tuhan, satu inilah yang ku-ingini; diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.

  3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 1:10-13.17

“Semoga kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu.”

Saudara-saudara, aku menasihati kamu demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu. Sebaliknya, hendaklah kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, Saudara-saudaraku, aku telah diberitahu oleh orang-orang dari keluarga Kloe bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau: Aku dari golongan Apolos. Atau: Aku dari golongan Kefas. Atau: Aku dari golongan Kristus. Apakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan demi kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil. Dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mat 4:23; 2/4) Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 4:12-23 (Singkat: 4:12-17)

“Yesus diam di Kapernaum supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya.”

Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang. Sejak waktu itu Yesus memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Setelah pergi dari sana, Yesus melihat pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya; bersama ayah mereka, Zebedeus, mereka sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Yesus. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih, pada umumnya semua orang mendambakan hidup bahagia dan sejahtera lahir dan batin. Namun untuk menggapai atau mencapaio suatu kebahagiaan tentu tidak semudah yang kita pikirkan dan katakan. Dalam realita hidupnya, manusia dilingkupi oleh berbagai persoalan, seperti sakit penyakit, kemiskinan, pengangguran, perselisihan, dst.

Sabda Tuhan yang baru saja kita baca dan dengarkan mengetengahkan kisah tentang Tuhan Yesus yang berbicara dan mengajar orang banyak dengan sapaan “berbahagialah”. Lalu siapakah yang layak disapa berbahagia oleh Yesus? Mereka adalah orang-orang yang miskin dalam Roh, orang yang berdukacita, orang yang lemah lembut, orang yang lapar dan haus akan kebenaran, orang yang murah hati, orang yang suci hatinya, orang yang membawa damai, orang-orang yang dianiaya demi kebenaran.

Berbahagia dalam kosa kata Yunani dan Ibrani, memiliki kaitan yang sangat erat dengan diberkati. Dapat dikatakan bahwa seseorang disebut berbahagia jika ia diberkati oleh Allah. Dengan demikian pertanyaan pentingnya bukan sebatas “bagaimana supaya bisa berbahagia” melainkan “bagaimana caranya menjadi pribadi yang diberkati supaya berbahagia?”

Saya tertarik untuk mengajak kita semua menyimak ucapan bahagia yang dicatat pada ayat 8, yaitu “Berbahagialah orang yang suci hatinya …” Bagi Yesus, orang yang berbahagia adalah orang yang bersih dalam hatinya. Bersih mengandung arti tidak tercemar atau tidak dikotori. Bersih, berarti tulus, murni atau polos. 

Kita memang selalu ingin tampak bersih. Setidaknya kita ingin tampil dengan wajah dan pakaian yang bersih. Akan tetapi yang kelihatan itu tetaplah bagian luar, dan tak jarang bahkan kita tidak mengingat tentang hati yang bersih, sebab hati ada di dalam dan tidak kelihatan. Lalu pertanyaan selanjutnya: apa pentingnya hati yang bersih? Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (ay.8). Hati yang bersih dapat melihat atau berjumpa dengan Allah dan persis di situlah kebahagiaan itu terjadi dan dirasakan Ketika hatinya bersih bisa menjumpai Allah. 

Oleh karena itu, bersih berarti terbebas dari hal-hal yang bisa mengotori atau menghalangi motivasi untuk berjumpa dengan Allah. Dan bagi kita dibutuhkan masing-masing dari kita, ketekunan dan kesetiaan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan hati yang selalu tertuju kepada Allah, penolong kita. Kebahagiaan sejati tak lain adalah tampak dari hidup setia dan taat kepada Allah dengan segala konsekuensinya yang mungkin terjadi, entah mendatangkan pengalaman sukacita atau mungkin akan menghadapi tantangan. Kalau pun kita menjumpai dan mengalami kesulitan atau tantangan bahkan penderitaan dan kekecewaan, itu karena Allah ingin membentuk kita pada pengalaman rohani yang semakin dalam.

Kebahagiaan tidak pernah menjauh dari orang yang mentaati Allah dengan segala Sabda dan kehendak-Nya. Dan semoga di hari Minggu Sabda Allah ini, bersama dengan Gereja kita mengalami kembali tindakan Tuhan yang bangkit, yang membuka kekayaan Sabda-Nya. Dengan demikian seluruh umat mampu menjadi pewarta Sabda Allah.

Tuhan memberkati niat-niat baik kita. AMIN

DOA UMAT:

I : Kristus bersabda, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat”. Marilah kita menanggapi kita menanggapi ajakan-Nya dan berdoa kepada Allah, Bapa kita.

L : Bagi para pemimpin Gereja: Ya Bapa, bimbinglah dan berkatilah para pemimpin Gereja-Mu dalam menggembalakan kami menuju kepada pertobatan sejati sehingga kami layak dan pantas untuk tinggal selalu di dalam Kerajaan-Mu. Marilah kita mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi para pemimpin bangsa-bangsa: Ya Bapa, curahkanlah karunia Roh Kudus bagi para pemimpin bangsa-bangsa. Semoga pengabdian mereka sunguh membawa sinar harapan dalam kehidupan rakyat yang menderita, dengan menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas, menjujung martabat setiap orang, dan memberi pertolongan serta hiburan kepada mereka yang menderita. Marilah kita mohon

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang masih berjuang untuk menemukan arti kehidupan ini: Ya Bapa, tuntunlah mereka yang masih berjuang menemukan arti hidup ini kepada Kristus sebagai jawaban atas kerinduan hati mereka akan kasih, kebaikan, dan kebenaran. Marilah kita mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi kita semua di sini: Ya Bapa, berkatilah kami semua agar kami mampu menjadi terang bagi semua orang; terang yang menuntun orang kepada kasih Allah. Marilah kita mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I : Allah Bapa kami, janganlah membiarkan orang yang percaya kepada Putra-Mu hidup dalam kegelapan dosa. Semoga Putra-Mu menjadi penuntun kami di jalan menyongsong Engkau, Allah kami, sepanjang segala masa. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, terimalah dengan rela persembahan kami ini. Kami mohon semoga Engkau menguduskannya agar menjadi sakramen keselamatan bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 34:6

Tunjukkanlah pandanganmu kepada Tuhan maka wajahmu akan berseri-seri dan tidak akan malu tersipu-sipu.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang menerangi kami dan tubuh Putra-Mu yang menguatkan kami. Semoga kami semakin bertekun mengusahakan persatuan di antara kami sampai kami mengalami kesatuan penuh dengan-Mu di surga. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: