Selasa, 10 Januari 2023 – Hari Biasa Pekan I

Posted on

Rm. Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Rumah Damai Dehon Palembang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 8:2a.5

Tuhan Allah kami, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi! Apakah manusia itu, sehingga Kauperhatikan? Siapakah dia sehingga Kaupelihara?

PENGANTAR:

Tuhan terus menerus menciptakan dunia. Ciptaan itu dipercayakan kepada manusia. Sebagai wakil Tuhan, manusia selanjutnya bertindak dalam hubungan erat dengan Tuhan sebagai pemberi tugas. Maka manusia punya hak bicara. Itu pula rahasia Kristus. Segala sesuatu dilaksanakan-Nya dalam hubungan erat dengan Bapa.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami di surga, Putra-Mu Kauutus menjelma menjadi manusia, dan mewartakan nama-Mu kepada siapa saja yang bermaksud baik. Kami mohon, semoga kami Kautandai dengan nama-Nya dan Kauberkati dengan Roh-Mu, agar dapat bersujud menyembah Engkau dalam kebenaran pada setiap tingkah laku kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 2:5-12

“Yang disempurnakan dengan penderitaan.”

Saudara-saudara, dunia yang akan datang, yang sedang kita bicarakan, ditaklukkan oleh Allah bukan kepada malaikat-malaikat. Sebab ada orang yang pernah memberi kesaksian dalam Kitab Suci, “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Atau apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun untuk waktu yang singkat Engkau telah membuatnya hampir setara dengan Allah, dan memahkotai dia dengan kemuliaan dan semarak; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.” Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada Yesus, tidak ada sesuatu pun yang dikecualikan-Nya, artinya yang tidak ditaklukkan kepada Yesus. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya. Yang kita lihat ialah bahwa untuk waktu yang singkat Yesus telah direndahkan sedikit di bawah malaikat-malaikat, tetapi oleh derita kematian-Nya Ia telah dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Dan berkat kasih karunia Allah Yesus mengalami maut bagi semua orang. Memang Allah menjadikan segala sesuatu bagi diri-Nya dan mengantar banyak orang kepada kemuliaan. Maka sudah sepatutnya Ia pun menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. Sebab Dia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan semua berasal dari Yang Satu. Itulah sebabnya Yesus tidak malu menyebut mereka saudara, ketika Ia berkata, “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji Engkau di tengah-tengah umat.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 8:2a.5.6-7.8-9

Ref. Engkau membuat Anak-Mu berkuasa atas segala buatan tangan-Mu.

  1. Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi! Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

  2. Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.

  3. Domba, sapi, dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya.
S : Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagaimana sebenarnya, sebagai Sabda Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 1:21b-28

“Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa.”

Pada suatu malam Sabat Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di Kota Kapernaum dan mengajar di sana. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusanmu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: yakni Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya. Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Andreas Nugroho SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Dehon Palembang-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Selasa, 10 Januari 2022, Hari Biasa, Pekan Biasa I. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Markus 1:21b-28

Mrk 1:22 “Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.”

Dalam perjalanan hidup kita sampai saat ini, tentu ada banyak pribadi yang turut membentuk kepribadian kita hingga menjadi seperti sekarang ini. Di antara banyak pribadi itu, bisa jadi hanya satu atau dua orang yang berperan besar dalam perkembangan hidup kita. Misal: dari sekian banyak guru yang mendidik kita dari TK hingga SMA, tentu ada satu guru yang sangat berpengaruh dan mengesan dalam perkembangan pribadi. Bisa melalui kata-katanya atau kebiasaan dan sapaan guru itu.

Guru itu punya daya pengaruh dan mengesan bagi saya, tidak hanya pengajaran dan kata-katanya, tapi juga kebiasaan dan caranya menyapa dan memperlakukan murid-muridnya.

Tuhan Yesus tampil sebagai yang berkuasa dan berwibawa. Dari kutipan Sabda bahagia hari ini saja, Saya melihat kuasa dan wibawa keilahian Tuhan Yesus nyata di saat:

Tuhan mengusir Roh Jahat yang merasuki seseorang, hanya dengan berkata: “Diam, keluarlah dari padanya!”

Kuasa roh jahat menjadi penghalang orang untuk mendengar sabda dan membiarkan sabda itu menguasai diri-nya. Maka,

Tuhan Yesus menyingkirkan penghalang, yaitu ‘kuasa roh jahat yang menguasainya’ yang membuat orang itu supaya bisa mendengar pewartaan kabar sukacita dari Tuhan.

Sehingga Tuhan Yesus menggunakan kuasa keilahianNya bukan untuk mengatur dan mengendalikan hidup kita, tapi kuasaNya digunakan untuk membebaskan kita dari belenggu kuasa jahat supaya dengan bebas menjalani kehidupan.

Mari, kita tumbuhkan suasana sikap doa dalam kita supaya kita dijauhkan dari roh-roh jahat yang menjauhkan dari Tuhan dan membuat kita enggan untuk berbagi dan membantu sesama.

“roh jahat” bisa berupa ketakutan, kecemburuan, kemarahan, iri hati, kecanduan, paksaan, keegoisan, kebencian, dan permusuhan yang bisa membuat kita tuli, bisu, buta, timpang, dan lumpuh, lahir dan batin.

Mari kita izinkan Tuhan berkarya penuh atas hidup kita, sehingga kita bisa hidup dalam damai dan kasihNya.

Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber kedamaian, berkat roti dan anggur ini berilah kami kebenaran-Mu yang hidup, kerahiman-Mu yang tampak, ialah Yesus Putra-Mu, kedamaian kami, yang hidup …

ANTIFON KOMUNI – 1Samuel 1:17

Pergilah dengan selamat, dan semoga Allah Israel memberikan kepada-Mu apa yang engkau mohon daripada-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, kami takkan dapat menemukan jalan kedamaian dan kebenaran, seandainya Engkau tidak menunjukkannya. Kami bersyukur karena Yesus, Putra-Mu terkasih, telah menuntun kami masuk ke dalam kemerdekaan-Mu. Demi Kristus….

DOWNLOAD AUDIO RESI: