Jumat, 06 Januari 2022 – Hari Biasa Masa Natal

Posted on

Rm. Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St.Theresia Jambi – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – lih. Yohanes 1:1

Sejak awal mula Sabda itu Allah, dan Ia berkenan dilahirkan sebagai Penebus dunia.

PENGANTAR:

Bila orang menawarkan sesuatu yang baru, entah barang entah ajaran, maka timbullah di benak kita pertanyaan-pertanyaan: ‘Siapakah engkau? Dari mana asalmu? Mau apakah engkau? Dapatkah engkau kupercaya?’ Demikian pula orang bertanya kepada Yohanes, yang memberi kesaksian tentang cahaya, tentang Yesus, Putra kesayangan Bapa, yang berkenan di hati Tuhan. Kita pun akan berkenan di hati Tuhan, bila tidak menonjolkan diri melainkan menampilkan Kristus dalam hidup kita.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, sumber cahaya ilahi, terangilah dan nyalakanlah hati umat-Mu dengan cahaya mulia. Semoga kami selalu mengimani dan mengasihi penebus kami, Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 5:5-13

“Kesaksian tentang Anak Allah.”

Saudara-saudaraku terkasih, tidak ada orang yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah! Dia inilah yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: Roh, air dan darah, dan ketiganya adalah satu. Kesaksian manusia kita terima, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu didalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Allah menjadi pendusta karena orang itu tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Dia, ia tidak memiliki hidup. Semuanya ini kutuliskan kepada kamu supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 147:12-15.19-20

U : Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah.

  1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

  2. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.

  3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mrk 9:6; 2/4) Langit terbuka, dan terdengarlah suara Bapa: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 1:7-11

“Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Tatkala banyak orang datang minta dibaptis, Yohanes memberitakan, “Sesudah aku akan datang Dia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat keluar dari air, Yesus melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari surga, “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Rafael Sudibyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki St. Teresia Jambi, dalam resi – renungan singkat dehonian, edisi hari Jumat, hari biasa masa Natal, Jumat 6 Januari 2023. Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan; Pembacaan dari Injil Suci, menurut Markus (Mrk 1:7-11)

Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, pembaptisan yang terjadi di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis merupakan pembaptisan pertobatan. Pembaptisan itu untuk semua orang yang saat itu terbuka hatinya dalam menanggapi seruan dari Yohanes Pembaptis “ Ada suara orang yang berseru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Mrk. 1:3), dan kemudian ia berseru” Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Mrk. 1:4). Dan terbukti pada saat itu, banyak orang yang tergerak hatinya untuk bertobat dan mengaku dosa, serta menyerahkan diri untuk dibaptis.

Nah, kalau pembaptisan Yohanes pembaptis di sungai Yordan itu, ditujukan kepada semua orang yang berdosa, lalu bagaimana dengan Yesus? Ia yang tidak berdosa, juga mengalami baptisan Yohanes? Sangatlah jelas, bahwa Yesus hadir dan dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan, bukanlah kemauan dari Yohanes, melainkan rencana Allah “…membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Ada beberapa alasan, mengapa Yesus dibaptis di sungai Yordan.

Alasan pertama, Yesus mau menunjukkan solidaritas-Nya dengan manusia yang bertobat dan memiliki kehendak baik kepada Allah. Itulah kerendahan hati Yesus untuk turun ke sungai Yordan. Ia mau mengungkapkan rasa senasib dengan manusia yang berdosa, sekalipun Ia tanpa dosa.

Kedua, peristiwa pembaptisan Yesus merupakan pernyataan diri Yesus akan misi-Nya di dunia. “Engkaulah Anak-Ku yang Ku kasihi, kepada-Mu lah aku berkenan” Permulaan Misi Yesus ini telah dinyatakan dan didukung oleh Allah. Langit terbuka menunjukkan peneguhan dari Allah tentang misi Yesus sebagai yang sungguh-sungguh berasal dari Allah dan berisikan kelimpahan keselamatan yang tercurah dari surga lewat Roh Kudus kepada semua manusia. Surga yang tertutup karena dosa manusia, kini terbuka bagi umat manusia. Tampilnya burung merpati menyimbolkan pesan penting bahwa misi yang dibawa Yesus adalah misi perdamaian, misi keselamatan, suatu warta sukacita dari Allah bagi dunia ini.

Dan yang terakhir, peristiwa pembaptisan Yesus, juga sebagai pengingat bagi kita semua, yang telah menerima sakramen Baptis. Sakramen Baptis menjadikan kita “anak Allah”. Posisi kita sebagai “anak” terhadap Allah seharusnya mendorong kita untuk lebih “mengasihi”. Allah adalah Bapa yang selalu mengasihi, memelihara dan mengampuni.

Sangat diharapkan kepada kita semua, bahwa sakramen baptis yang kita terima, seharusnya kita menolak semua godaan setan. Karena berkat sakramen baptis, kita dilahirkan Kembali dalam Roh, sehingga kita diangkat sebagai anak-anak Allah. Dan kita tidak boleh sombong dan membanggakan diri akan status kita sebagai anak-anak Allah, karena kerap kali Yesus juga yang selalu menggenapi akan kehendak Allah bagi umat manusia.

Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, sumber segala rahmat, terimalah persembahan umat-Mu sebagai pernyataan iman kami kepada Kristus, yang akan kami terima dalam sakramen ini. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – I Yohanes 4:9

Allah mengutus Putra-Nya ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya; dalam hal ini nyatalah cinta kasih Allah kepada kita.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Tuhan dan Allah kami, dalam sakramen-Mu ini kami dipersatukan dengan Dikau. Semoga daya sakramen ini menguatkan kami, agar kurnia-Mu sendiri membuat kami sanggup menerima anugerah-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: