Kamis, 05 Januari 2023 – Hari Biasa Masa Natal

Posted on

Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Stefanus Cilandak Jakarta Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yesaya 9:2

Rakyat yang berjalan dalam kegelapan melihat cahaya terang benderang. Suatu cahaya menyinari mereka yang tinggal di daerah naungan maut.

PENGANTAR:

Dalam hidup, kita hendaknya sering mendengarkan sesama, agar dapat bertemu dengan Tuhan, asal kita mau melihat tangan Tuhan menaungi dia dan mengulang-ulang doa, “Tuhan, apa yang Kaukehendaki kami lakukan?” Sebab, di situlah letak persoalannya: kontak pribadi dengan Yesus, yang telah menyerahkan hidup-Nya demi kita serta mengajar kita untuk saling menaruh cinta kasih bukan hanya dengan kata-kata melainkan dengan perbuatan nyata.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, dengan kelahiran Putra-Mu telah mulai tampak hasil karya penyelamatan-Mu. Teguhkanlah iman kami, agar dengan bimbingan Putra-Mu kami dapat memperoleh yang Kaujanjikan. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 3:11-21

“Kita sudah berpindah dari maut ke dalam hidup, karena kita mengasihi saudara kita.”

Anak-anakku terkasih, inilah berita yang telah kamu dengar dari semula, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain yang berasal dari si jahat dan membunuh adiknya. Apakah sebabnya Kain membunuh adiknya? Sebab segala perbuatannya jahat, sedang perbuatan adiknya benar. Janganlah kamu heran, Saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap berada di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh. Dan kamu tahu, tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup kekal di dalam dirinya. Tetapi kita mengetahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; maka kita pun wajib menyerahkan nyawa untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan, tetapi ia menutup pintu hatinya terhadap saudara itu bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui bahwa kita berasal dari kebenaran, dan kita dapat menghadap Allah dengan hati tenang, sebab jika kita dituduh oleh hati kita, Allah adalah lebih besar daripada hati kita, dan Ia mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian penuh iman untuk mendekati Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 100:1-2.3.4.5

Ref. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!

  1. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

  2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

  3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!

  4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya turun menurun.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : Inilah hari yang suci! Marilah, hai para bangsa, sujudlah di hadapan Tuhan, sebab cahaya gemilang telah menyinari seluruh muka bumi.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:43-51

“Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” 

Sekali peristiwa Yesus memutuskan untuk pergi ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Lalu Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret. Kata Natanael kepadanya, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya, “Mari dan lihatlah!” Melihat Natanael datang kepada-Nya, Yesus berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada Yesus, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepada-Nya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, katanya, “Karena Aku berkata kepadamu ‘Aku melihat engkau di bawah pohon ara’ maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan jumpa lagi dengan saya Romo Agustinus Kelik Pribadi SCJ dalam resi edisi Kamis 5 Januari 2023. Mari kita dengarkan firman Tuhan yang diambil dari Injil Yohanes 1:43-51.

MARI IKUTLAH AKU DAN LIHATLAH

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan, Yesus selalu datang menjumai kehidupan kita, dan tak jarang kita pergi menghindar dari Tuhan Yesus tetapi banyak juga yang datang dan berbondong bondong datang kepadanya. Pernahkah dalam perjumaan dengan Yesus kini mendengarkan sapaaNya Mari Ikutilah Aku, sebuah sapaan personal sebagaimana di alami oleh Filipus dalam injil hari ini.

Seberapa serius diantara kita yang kemudian memang menanggapi undangan Tuhan Yesus ikutilah Aku, dengan benar benar menghidupi kebenaran dan kehidupan yang diajarkan oleh Tuhan sendiri. Kepastian dari Tuhan dalam banyak hal sering kita minta pada Tuhan di depan saat kita mau mengikutinya, pada hal banyak hal akan kita alami, kita lihat saat kita benar benar berjalan bersma Tuhan Yesus.

Pertanyaan Natael mengenai Tuhan Yesus sebelum mengikutinya, barangkali juga menjadi pertanyaan kita.  Adakah sesuatu yang baik datang dari Naserat? Barang kali pertanyaan bisa diubah adakah sesuatu yang kita dapatkan saat mengikuti Tuhan Yesus. Bukankah sebagian kehidupan Yesus diliputi oleh Penderitaan.

Sebelum kita mengikuti Tuhan Yesus, Dia telah memberikan hidupnya sebagai seorang anak yang adalah Anak Allah dan menjadi Emanuel, Anak Domba Allah yang mendatangkan penebusan dalam kehidupan kita. Kita akan melihat bagaimana Allah yang telah menyatakan kasih Karunianya kepada kita secara lebih jelas lagi ketika kita dalam mengikuti Tuhan Yesus hidup dalam kebenaran kebenaran yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.

Dengan membuka hati dan pikiran kita, yakinlah bahwa kita akan lebih mudah mengikuti dan melihat Allah dalam kehidupan sehari hari. Dengan hati murni dan pikiran yang terbuka juga kita dimungkinkan menemukan jalan lain, kreativitas baru untuk menemukan kehendak Allah dalam komunitas, keluarga, sekolah, pekerjaan, pelayanan dalam kehidupan sehari hari. Berkat Tuhan meneyertai kita.  

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami, Engkaulah sumber damai dan bakti yang ikhlas. Sudilah menolong kami agar dengan persembahan ini kami menghormati Engkau dengan pantas. Semoga dengan menerima sakramen ini kami semua rukun bersatu padu. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – I Yohanes 1:2

Hidup yang ada pada Bapa telah tampak kepada kita.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahamurah Hati, Engkau membimbing umat-Mu dengan pelbagai bantuan, supaya kami memperoleh rahmat dari kemurahan hati-Mu untuk hidup sekarang dan di masa mendatang. Semoga dengan bantuan harta dunia, kami lebih merindukan harta abadi. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: