Senin, 02 Januari 2023 – Peringatan Wajib. St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze

Posted on

Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Tegalrejo Belitang Sumatera Selatan – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 36:30-31

Mulut orang jujur menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengucapkan keadilan. Hukum Allah disimpan dalam hatinya.

PENGANTAR: 

Suatu perencanaan matang pada permulaan tahun akan sangat membantu usaha mengisi tahun itu. Para perintis Gereja banyak jasanya bagi perkembangan selanjutnya. Greogorius dan Basilius merupakan perintis-perintis Gereja Eropa Timur. Sejak masih belajar mereka bersahabat dan bersama-sama mereka masuk biara. Basilius mengarahkan perhatiannya pada hidup membiara. Peraturan-peraturan hasil karyanya menjadi pola hidup membiara di Eropa Timur. Gregorius menjadi batrik di Istambul pada dan zamannya menjadi ahli teologi yang segani.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kebenaran, Santo Basilius dan Santo Gregorius menjadi cahaya terang bagi Gereja-Mu berkat teladan dan pengajaran mereka. Semoga berkat doa restunya kami selalu mencari kebenaran-Mu dengan rendah hati serta mencintai dan menghayatinya dengan setia. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 2:22-28

“Apa yang telah kamu dengar harus tetap tinggal di dalam dirimu.”

Anak-anakku terkasih, barangsiapa menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, dia itu seorang pendusta! Dan barangsiapa menyangkal baik Bapa maupun Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari semula, itu harus tetap tinggal di dalam dirimu. Jika apa yang telah kamu dengar dari semula itu tetap tinggal di dalam dirimu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua ini kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam dirimu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Yesus. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan Yesus mengajar kamu tentang segala sesuatu – dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3b.3c-4

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Ibr 1:1-2) Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:19-28

“Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.”

Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, ‘Siapakah Engkau?’ Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.” Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya-tanya kepadanya, “Mengapa engkau membaptis jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal ini terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. YAM. Fridho Mulya SC SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Jumpa dengan saya Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Santa Maria Tak Bernoda Tegalrejo. Belitang OKU Timur, SumSel, dalam RESI (Renungan Singkat) hari ke-dua Senin, 2 Januari 2023. Hati Yesus selalu menjiwai Anda sekalian.

Para Pendengar Resi, di manapun Anda berada, pertama-tama saya ucapkan selamat Natal 2022 dan Selamat Tahun Baru 2023. Kita memasuki Tahun baru ini dengan menelusuri “jalan lain” jalan baru bersama Tuhan secara rohani selalu menyertai kehidupan kita.

Para Pendengar Resi, yang penuh kesukaan Natal; saat kita membaca dan merenungkan Injil ini, kesan pertama yang muncul adalah, betapa rendah hati si Yohanes ini. Dia SI RENDAH HATI. Di kalangan bangsa Yahudi – Israel, Yohanes adalah orang istimewa, yang namanya bukan dari nama keturunan, yang artinya “tangan Tuhan menyertai dia.” Kelahirannya membuat banyak orang kagum. Lahir dari pasangan yang sudah berumur Zakaria – Elisabeth. Sampai membuat ayahnya Zakaria menjadi bisu karena ke-tidakpercayaannya atas kuasa Tuhan (Lk 1: 57-66). Hidupnya jadi pertapa di padang gurun, pakaiannya jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan (Bdk. Mat 3:4). Dengan keberanian yang luar biasa, ia menyerukan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat.” Ia merintis dan membuka jalan untuk Tuhan’ dari seruan itu, banyak orang Farisi dan Saduki datang dan minta dibaptis (Mat 3: 2-7). dan sangat luar biasa, Yohanes membaptis Sang Guru Sejati, Yesus di sungai Yordan (Mat 3:13-17)

Para Pendengar Resi, menjadi populer adalah impian hampir semua orang. Karena popularitas adalah sesuatu yang dianggap mampu memberikan berbagai kenyamanan sehingga harus diraih dengan cara apa pun! Bagi Yohanes Pembaptis, menjadi populer bukanlah tujuan hidupnya. Tujuan hidupnya adalah menyerukan pertobatan dan membuka jalan bagi kedatangan Mesias.

Apa yang dilakukan Yohanes Pembaptis membuat dirinya makin dikenal banyak orang. Dan orang-orang Yahudi mengutus para imam dan orang Lewi untuk menyelidik tentang siapa Yohanes Pembaptis (19). Mereka bertanya, “Apakah engkau Mesias?” Ia pun menyangkalnya. ‘Bukan” Mereka mengajukan beberapa nama yang memiliki kehormatan dan karisma di mata orang Israel, “Eliakah? Atau seorang nabi yang akan datang?” Yohanes Pembaptis dengan tegas menjawab, “Bukan” (19-22). Pikir mereka, kalau Yohanes Pembaptis bukan siapa-siapa mengapa ia melakukan baptisan (25-26)? Lalu, ia menegaskan bahwa dirinya adalah suara yang berseru-seru di padang gurun (23). Ia hanyalah sarana yang dipakai Allah untuk membawa bangsanya bertobat dan menerima kedatangan Juru Selamat. Yohanes menampilkan kerendahan hatinya, dia memperkenalkan “Dia yang berdiri di tengah-tengah kamu, dan tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasutnyapun aku tidak layak.” (Yoh 1:26-27)

Para pendengar Resi, murid-murid Tuhan Yesus, kita ini masih perlu belajar dan menjadi rendah hati; sesunggahnya kerendahan hati Yohanes ini bisa menjadi cerminan bagi hidup kita. Kalau kita sedang mengaca di depan cermin, kita bisa menilai pakaian yang kia kenakan, dandanan yang kita lakukan, penampilan kita nampak berwibawa? Serem, ganteng, cantik, gemulai, gagah perkasa atau ceking, gemuk atau kurus? Semua tampilan luar hanyalah kesing. Perlu memang. Tapi isi lebih penting, yang harus jadi isi kesing adalah RENDAH HATI. Tanda-tanda sikap-perilaku rendah hati: berani mendahulukan orang lain dan tidak mengunggulkan ke-aku-annya, berani mengakui kekurangan diri dan kelebihan orang lain juga, mau mendengarkan orang lain dan tidak ‘ngengkel’ atau cari menang sendiri, mau belajar sesuatuyang baru dan tidak bertahaan pada kepentingan diri, siap menerima pertolongan dari orang lain, juga siap menolong orang lain, berani mengakui dan minta maaf bila ada salah dan siap memaafkan dengan tulus bila ada orang salah. Dan berani mengucapkan terimakasih atas berbagai kebaikan atau keuntungan yang kita rasakan, baik dari manusia maupun terlebih dari Tuhan.

Bila ke pasar belilah roti

Roti kismis jadikan hidangan

Kita harus belajar rendah hati

Yohanes Pembaptis adalah teladan

          Bunga kuncup, kelopak melati

          Bila berkembang indah berseri

          Manusia hidup tidak sendiri

          Bersama orang lain jadi berarti

Demikian Resi hari ini. Hati Yesus selalu menjiwai. Jadikanlah hati kami rendah hati. Tuhan memberkati; Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAAN:

Terimalah kiranya, ya Bapa di surga, persembahan yang kami unjukkan dengan gembira para peringatan Santo Basilius dan Gregorius. Semoga kami selalu mendengarkan nasihat mereka dan menyerahkan jiwa raga kami seutuhnya kepada-Mu bersama persembahan roti dan anggur ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Lukas 12:42

Dialah pengurus rumah yang setia dan bijaksana, yang diangkat Tuhan menjadi kepala atas semua hamba-hamba-Nya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahabaik, kami telah diajar oleh sabda Kristus, guru kami, dan disegarkan oleh kurban Kristus, santapan kami. Semoga dengan doa restu dan bantuan Santo Basilius dan Gregorius sabda-Mu kami wartakan dan kurnia cinta kasih-Mu kami bagikan. Demi Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI