Selasa, 03 Januari 2023 – Hari Biasa Masa Natal

Posted on

Fr. Henrikus Suharyono SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada,

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 118:26-27

Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan. Dialah Tuhan Allah yang menerangi kita.

PENGANTAR:

Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang mau mendengarkan orang lain. Ketika bertemu dengan Yesus, ia tahu, “Inilah Putra Allah”. Bertahun-tahun kemudian, Rasul Yohanes akan memberi kesaksian, “Kita ini anak-anak Allah.” Dua pewahyuan yang hebat ini kita terima dengan penuh rasa syukur dan kita berikan kesaksiannya dengan gembira, agar semakin banyak orang yang mau mendengarkan Tuhan dan mengakui Yesus sebagai Putra Allah.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa yang mahabaik, Putra-Mu yang tunggal telah tampak sebagai manusia, dan kami mengakui-Nya sebagai seorang di antara kami. Semoga hidup kami pun dapat kami sesuaikan dengan hidup-Nya berkat bantuan rahmat-Mu. Sebab Dialah ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 2:29-3:6

“Setiap orang yang tetap berada dalam Yesus tidak berbuat dosa lagi.”

Anak-anakku terkasih, jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Allah. Saudara-saudaraku terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak. Akan tetapi kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia suci adanya. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Kristus telah menyatakan diri-Nya untuk menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada dalam Dia, tidak berdosa lagi, setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan mengenal Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.3c-4.5.6

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

  2. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

  3. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 1:14:12b) Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:29-34

“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.”

Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, Ia melihat Yesus datang kepadanya. Maka katanya, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi Yang mengutus aku membaptis dengan air telah berfirman Jikalau engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberikan kesaksian: Dia inilah Anak Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DEHONIAN DIBAWAKAN OLEH Fr. Henrikus Suharyono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para sahabat Dehonian yang terkasih dalam Tuhan, jumpa lagi bersama saya: Fr. Henrikus Suharyono SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi (Renungan Singkat) Dehonian edisi hari Selasa, tanggal 3 Januari 2023. Marilah kita dengarkan dan renungkan bersama Sabda Tuhan pada hari ini yang diambil dari Injil Yohanes 1:29-34.

Para sahabat Dehonian yang terkasih, Injil hari ini mengisahkan tentang perjumpaan antara Yohanes pembaptis dan Yesus. Saat Yohanes melihat Yesus datang kepada-Nya, ia berseru: “lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”  Sebutan ‘Anak Domba Allah’ yang digunakan oleh Yahanes di sini mengingatkan kita pada kisah perayaan paskah Yahudi dalam kitab Keluaran 12. Dalam kisah tersebut diungkapkan bahwa semua keluarga yang menyembelih anak domba Paskah dan mengoleskan darah anak domba tersebut pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu rumah akan dibebaskan Allah dari tulah yang mematikan. Dengan kata lain, Allah menganugerahkan keselamatan kepada keluarga tersebut.

Ungkapan ‘Anak Domba Allah’ yang digunakan oleh Yohanes ini ditujukan untuk memperkenalkan Yesus sebagai penebus dosa dunia. Dialah kurban sejati dari Allah untuk menebus dosa-dosa manusia. Di dalam Yesuslah keselamatan Allah dianugerahkan kepada manusia.

Dari bacaan Injil hari ini kita dapat melihat bahwa fokus perhatian utama Yohanes bukanlah pada dirinya sendiri, melainkan pada Yesus. Ia menghantarkan murid-muridnya pada pengenalan akan Yesus, Sang Anak Domba Allah, sehingga keselamatan dari Allah dapat dialami oleh semakin banyak orang. Di tengah-tengah masa kejayaannya, Yohanes Pembaptis tidak mencari popularitas. Dengan rendah hati ia mengajak para pengikutnya untuk mengarahkan padangan kepada Yesus. “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!” Motto hidup Yohanes yang kita temukan dalam Yoh 3:30: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” terbukti sungguh ia hidupi.

Para sahabat Dehonian yang terkasih dalam Tuhan, di tengah dunia yang mengagungkan popularitas ini, kita ditantang untuk memusatkan hidup kita di dalam dan bagi Yesus. Sangat disayangkan bila kita mendengar kabar bahwa saudara/saudari kita dengan mudahnya meninggalkan iman akan Yesus hanya demi mengejar popularitas dan karier semata. Bangunan iman yang telah disusun sedemikian rupa akhirnya roboh karena tak kuat menahan terpaan godaan popularitas. Berhadapan dengan kenyataan tersebut, marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing, “Bagaimanakah aku selama ini dalam mengembangkan bangunan imanku, apakah aku sudah mampu menjadikan Kristus sebagai pusat hidupku?

Sebagai orang-orang yang telah dibaptis dalam Roh Kudus kita memiliki tugas dan tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam tugas utama Kristus, yakni sebagai Imam (menguduskan), Nabi (mengajar/mewartakan), dan Raja (memimpin diri sendiri dan orang lain pada Kristus). Dengan demikian, kita juga diundang untuk terus mengembangkan iman kita, mewujudkannya dalam hidup sehari-hari, dan menjadi saksi Kristus yang mampu menghantarkan orang lain pada pengenalan akan Kristus.

Semoga permenungan hari ini membantu kita untuk semakin berkembang dalam iman, harapan, dan kasih. Dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati dan hidup kita semua. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami, perkenankanlah kami dalam roti anggur ini melihat Yesus, Sang Anak Domba Allah. Leburlah kiranya dosa kesalahan kami dan buatlah kami rukun bersatu. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – I Yohanes 1:2

Hidup yang ada pada Bapa telah tampak kepada kita.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahamurah hati, Engkau membimbing umat-Mu dengan pelbagai bantuan, agar kami memperoleh rahmat dari kemurahan hati-Mu untuk hidup sekarang dan di masa mendatang. Semoga dengan bantuan harta dunia, kami lebih merindukan harta abadi. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: