Rabu, 28 Desember 2022 – Pesta Kanak-kanak Suci, Martir (Hari Rabu Dalam Oktaf Natal)

Posted on

Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Kanak-kanak tak bersalah dibunuh demi Kristus. Kini mereka mengikuti Anak Domba tak bercela, dan senantiasa berseru, “ Terpujilah Kristus”.

PENGANTAR

Siapa saja betapapun keras dan tebal hatinnya, tentu terharu oleh pembunuhan anak-anak tak bersalah itu. Demikianlah gambaran kejam dunia tanpa Tuhan. Baru beberapa hari usia Yesus, ketika Ia terpaksa menjadi pengungsi akibat keangkuhan dan egoisme raja. Berkat iman kita tahu bahwa keadaan itu bersifat sementara saja. Bukan kejahatan yang akan menang, sebab darah tak bersalah dan ilahi akan memutar balikkannya.

KEMULIAAN

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa : Allah Bapa yang mahabaik, hari ini para martir-Mu kecil tak bersalah meluhurkan Dikau bukan dengan madah melainkan dengan darah. Semoga iman yang kami akui dengan perkataan kami nyatalah pula dengan perbuatan. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 1:5-2:2

“Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa.”

Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 124:2-3.4-5.7b-8

RefJiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap.

  1. Jika bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.

  2. Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menimbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu.

  3. Jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mat 24:42, 44) Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu barisan para martir berkurban dengan mempertaruhkan nyawa.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 2:13-18

“Herodes menyuruh agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya dibunuh.”

Setelah orang-orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangunlah. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku’. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi-renungan singkat – Dehonian edisi hari Rabu, tanggal 28 Desember 2022, yang bertepatan dengan hari Raya Kanak-Kanak Suci yang tak berdosa. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Mateus 2: 13-18.

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, hari ini Gereja mengingat kanak-kanak tak berdosa yang dibunuh oleh Herodes dalam upayanya untuk menghilangkan selamanya kehadiran Yesus. Ketika Herodes mengetahui bahwa tiga orang bijak yang datang untuk menghormati Yesus membohonginya dan pergi melalui rute lain, seperti yang diperintahkan oleh seorang malaikat, dia menjadi sangat marah dan memerintahkan pembunuhan untuk semua anak di bawah usia dua tahun di Bethlehem dan sekitarnya.

Di dalam diri Herodes kita melihat seorang pria yang sangat tergila-gila pada kekuasaan. Dia membunuh siapa saja yang dianggapnya saingan, termasuk istri dan tiga putranya. Dia akan melakukan apa pun untuk mempertahankan kekuasaannya. Di dalam dirinya tidak ada tempat untuk kebijaksanaan, welas asih, dan perasaan hati hilang sepenuhnya dalam kegilaan akan kekuasaan. Kita dapat menjumpai orang-orang seperti ini di sepanjang sejarah manusia, seperti Hitler, Stalin, Mussolini, Idi Amin, dan yang lainnya. Pembunuhan oleh satu suku––atau agama––terhadap suku lain masih merajalela hingga saat ini. Ingat pembantaian penjajah atas nama agama Kristen atau pembantaian non-Muslim oleh penguasa Muslim atau eksekusi massal orang Kristen beberapa tahun lalu oleh ISIS di Irak dan Suriah.

Orang yang gila kekuasaan akan melakukan apa saja untuk merebut kekuasaan dan tetap berkuasa. Kehidupan orang lain, mungkin teman atau musuh mereka, tidak terlalu berharga bagi mereka. Kekuasaan adalah pusat kehidupan mereka. Dan hanya kekuasaanlah yang ada dalam hidup mereka. Akan tetapi sejarah manusia mengajarkan kita fakta bahwa kegilaan seperti itu berumur pendek. Mereka yang melakukan segalanya demi mempertahankan kekuasaan juga mati dan pergi. Yang menang dan berhasil adalah rencana Tuhan. Dia akan melaksanakan rencananya dengan kemenangan. Rumah-rumah besar yang dibangun di atas tulang belulang orang-orang yang terbunuh menyatakan kekejaman orang-orang yang berkuasa. Mereka mudah lupa bahwa mereka juga akan menjadi tulang belaka cepat atau lambat akan jatuh ke tanah juga. Herodes tidak sepenuhnya mati dan pergi, tetapi dia masih hidup di dalam diri kita dan di sekitar kita. Dan kalau mau jujur sebenarnya ada sedikit sikap Herodes di dalam diri kita masing-masing. Ketika kita merasa terancam karena zona keamanan kita sedang diserang dan struktur kekuatan kita akan runtuh, kita juga menggunakan banyak tipu muslihat untuk mempertahankan kekuasaan yang ada di dalam diri kita.

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, marilah kita juga mengingat kesulitan yang diderita Keluarga Kudus dalam pengasingannya ke Mesir. Kita bisa membayangkan betapa sulit dan berbahayanya bagi Bunda Maria mengadakan perjalanan yang sangat jauh dari Betlehem ke Mesir dengan menggendong bayi yang baru saja dilahirkannya. Bahkan saat ini dengan moda transportasi yang lebih maju pun masih dibutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan rute tersebut. Fakta bahwa mereka harus melakukan perjalanan dengan sangat rahasia untuk menghindari mata-mata dan tentara Herodes menambah kesengsaraan mereka.

Kegilaan terhadap kekuasaan sungguh membuat orang lain menderita dan tidak sedikit memakan korban nyawa orang-orang yang tak bersalah sama sekali, seperti yang kita dengar dari Injil pada hari ini atau korban peperangan antara Rusia dan Ukraina. Maka untuk menutup permenungan ini, marilah kita bertanya pada diri kita sendiri: bagaimana kita mengendalikan nafsu akan kekuasaan yang ada di dalam diri kita? Apa yang kita lakukan untuk mereka yang tidak bersalah dan menjadi korban kekerasan dan penindasan?

Semoga permenungan hari ini membantu kita untuk berkembang sebagai pengikut Yesus yang menawarkan damai, sukacita, dan kasih. Tuhan memberkati kita semua dalam setiap langkah yang kita lakukan di sepanjang hari ini. Dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati dan hidup kita semua. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, terimalah persembahan bakti umat-Mu ini. Semoga kami Kausucikan dengan kurnia-Mu. Sebagaimana Engkau menyelamatkan anak-anak suci meskipun mereka belum mengenal Engkau. Demi Kristus,..

PREFASI NATAL:

ANTIFON KOMUNI

Mereka telah ditebus dari antara manusia, sebagai buah bungaran bagi Allah dan bagi Anak Domba. Mereka itu mengiring Anak Domba kemana pun.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa : Allah Bapa yang maharahim anugrah-Mu yang mulia telah kami sambut pada pesta para kanak-kanak suci. Mereka belum dapat member kesaksian dengan kata. Namun karena kerahiran Putera-Mu mereka Kaumahkotai dengan rahmat surgawi. Maka kami mohon kepada-Mu,penuhilah hati kami dengan kurnia-Mu dan limpahkanlah selamat-Mu kepada kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: