Kamis, 22 Desember 2022 – Hari Biasa Khusus Adven

Posted on

Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 24: 7

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura, dan lebarkanlah dirimu, hai gerbang abadi, supaya masuklah Raja Mulia.

PENGANTAR:

Dua orang wanita ditampilkan dalam bacaan, yaitu Hana dari Maria, yang dengan gembira bersujud kepada Tuhan. Hana telah mohon seorang putra yang akan dipersembahkan untuk melayani Bait Allah: kini ia membawa Samuel kecil ke Bait Allah di Silo. Dalam kidung Magnificat Maria mengungkapkapkan kebahagiaannya yang mendalam. Ia mengagumi kebesaran Allah. Allah yang mahakuasa dan mahamulia melaksanakan karya agung dalam hidup seorang wanita sederhana yang penuh iman.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maha penyayang, Engkau menaruh perhatian kepada nasib kami, manusia yang terjerumus dalam perangkap maut. Maka, Engkau mengutus Putra-Mu menebus kami. Semoga kami mengimani penjelmaan-Nya dengan tulus ikhlas, dan dipersatukan dengan Dia, Penebus kami, yaitu Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 1:24-28

“Hana bersyukur atas kelahiran Samuel.”

Sekali peristiwa, setelah Samuel disapih oleh ibunya, Hana, ia dihantar ke rumah Tuhan di Silo, dan bersama dia dibawalah seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur. Waktu itu Samuel masih kecil betul. Setelah menyembelih lembu, mereka mengantar kanak-kanak itu kepada Eli. Lalu Hana berkata kepada Eli, “Mohon bicara, Tuanku! Demi Tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan.” Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: 1Samuel 2:1. 4-5. 6-7, 8abcd

Ref. Hatiku bersyukur karena Tuhan, penyelamatku.

  1. Hatiku bersukacita karena Tuhan, aku bermegah-megah karena Allahku. Mulutku mencemoohkan musuhku, aku bersukacita karena pertolongan-Mu.

  2. Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.

  3. Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan. Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya. Ia merendahkan dan meninggikan juga.

  4. Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : O Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, datanglah, dan selamatkanlah manusia yang Kaubentuk dari tanah. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 1:46-56

“Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku.”

Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memerhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Adakah di antara kita yang sedang merasakan beban hidup yang berat, mungkin kehilangan optimisme, kehilangan sukacita, kehilangan kegembiraan atau kehilangan berbagai hal baik dalam hidup? Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan suatu cara pandang baru tentang penyelenggaraan Allah yang menuntun dan mendampingi perjalanan atau pergumulan hidup kita. Kita hendak belajar dari Maria yang menghadapi setiap pengalaman hidup dengan sukacita dan kegembiraan.

Ketika Malaikat Gabriel menyampaikan kabar kepada Maria bahwa ia akan mengandung Putra Allah, Maria menjawab: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”. Karena itu, Elisabeth memuji Maria dengan berkata: “Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana”.

Berhadapan dengan Elizabet yang memujinya sebagai yang berbahagia, Maria dengan rendah hati dan penuh syukur justru meneruskan pujian itu kepada Allah, dengan mengungkapkan sukacita dan kegembiraannya katanya: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya.” Di sini Maria sungguh percaya bahwa Tuhanlah yang merencanakan dan menghendaki agar semua itu terjadi padanya.

Sadar akan kebaikan Allah, Maria kembali kepada Allah dan memuji kebaikan-Nya. Maria tidak pernah membanggakan dirinya. Ia melihat dirinya sebagai hamba Allah yang selalu siap menjalankan tugas dan kehendak Allah. Anak yang dikandungnya pun dipahami bukan sebagai anak yang akan mengangkat derajatnya lebih tinggi atau semua orang harus memuji dirinya, tetapi Maria memandangnya sebagai berkat atau rahmat untuk semua orang.

Bagi Maria, sukacita dan kegembiraan merupakan indikator positif dari setiap peristiwa kehidupan, khususnya berhadapan dengan rahmat yang Allah berikan kepadanya. Sukacita dan kegembiraan seperti itulah yang melahirkan pujian kepada Allah yang telah menunjukkan perbuatan-perbuatan-Nya yang begitu luar biasa dalam hidupnya dan juga dalam hidup kita masing-masing.

Bunda Maria mengajak kita untuk senantiasa bergembira dan bersukacita karena Allah begitu baik memberikan rahmat melimpah dalam hidup kita. Secara khusus hari-hari menjelang kelahiran Yesus dari rahim Maria, mari kita menyiapkan segala sesuatunya dengan rasa syukur yang besar, penuh sukacita dan kegembiraan. Mari, kita menyediakan palungan yang nyaman bagi Sang Juru Selamat yang hendak menjumpai kita, keluarga kita dan komunitas kita. Semoga Bunda Maria juga senantiasa mendoakan kita masing-masing.

Tuhan memberkati niat-niat baik kita. AMIN

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Sambil mengharapkan kerelaan-Mu, ya Bapa, kami datang membawa persembahan ke altar-Mu. Semoga kami dibersihkan oleh rahmat-Mu dan disucikan oleli ibadat yang kami selenggarakan. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI: – Lukas 1:46.49

Aku mengagungkanTuhan, sebab perkasalah perbuatan tangan-Nya

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, semoga kami dikuatkan berkat sakramen yang kami sambut, sehingga dapat menyongsong kedatangan Putra-Mu dengan perihidup yang layak dan pantas menerima kurnia yang membahagiakan. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI