Jumat, 16 Desember 2022 – Hari Biasa Pekan III Adven

Posted on

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Lihatlah, Tuhan akan datang dengan mulia, mengunjungi umat-Nya dalam damai, dan menganugerahi mereka hidup abadi.

PENGANTAR:

Keinginan akan peneguhan diri tampak menonjol pada manusia sepanjang zaman. Percaya diri dan harga diri banyak memainkan peranannya. Kita merasa aman bersama tokoh-tokoh yang banyak pengikutnya. Namun, kita harus membuka diri terhadap gagasan-gagasan baru yang dimunculkan para nabi. “Rumah-Ku adalah rumah doa bagi segala bangsa,” warta Nabi Yesaya atas nama Tuhan, ketika orang-orang sezamannya mau mendirikan kelompok khusus. Hidup Yohanes membantu menyoroti karya-karya Yesus.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, bantulah kami selalu dengan rahmat-Mu. Semoga kami benar-benar merindukan Putra-Mu dan menerima kekuatan untuk menempuh jalan kehidupan, baik sekarang maupun di masa mendatang. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, yang hidup ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 56:1-3a.6-8

“Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”

Beginilah firman Tuhan, “Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang padanya, yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat. Janganlah orang asing yang menggabungkan diri pada Tuhan berkata, ‘Pasti Tuhan akan memisahkan aku dari umat-Nya’. Sebab Aku akan membawa gunung-Ku yang kudus; orang-orang asing yang menggabungkan diri pada Tuhan untuk melayani Dia dan mengasihi nama-Nya serta untuk menjadi hamba-hamba-Nya, dan yang tetap berpegang pada perjanjian-Ku. Mereka semua akan Kuberi sukacita di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan menerima korban bakar dan korban sembelihan yang mereka persembahkan di atas mezbah-Ku. Sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Beginilah firman Tuhan Allah yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang, “Aku akan menambahkan orang-orang lain kepada himpunan umat-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 67:2-3.5.7-8

Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.

  1. Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.

  2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.

  3. Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : Datanglah, ya Tuhan, bawalah damai sejahtera, maka kami bersukacita di hadapan-Mu. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 5:33-36

“Yohanes adalah pelita yang bernyala dan bercahaya.”

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Kalian telah mengutus orang kepada Yohanes Pembaptis, dan ia telah memberi kesaksian tentang kebenaran. Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia. Namun, hal ini Kukatakan, agar kalian diselamatkan. Yohanes itu adalah pelita yang nernyala dan bercahaya, tetapi kalian hanya sebentar saja menikmati cahayanya. Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Kulaksanakan. Pekerjaan itulah yang memberi kesaksian tentang diri-Ku, bahwa Aku diutus oleh Bapa.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

DISIAPKAN MENJADI SAKSI IMAN

Saudara-saudari Pencinta Resi yang terkasih. Natal semakin mendekat, Rasanya kita sudah mengadakan persiapan jauh-jauh hari, mulai dari memilih mau liburan dimana sampai dengan mau memakai sepatu yang seperti apa nanti ketika merayakan natal. Makan besar dan kecil sudah mulai dirancang untuk dihidangkan kepada sanak saudara yang akan datang. Mungkin juga rumah sudah menjadi lebih terang dan bersih. Itu semua adalah persiapan fisik yang sangat perlu kita lakukan. Namun lebih dari itu, sebenernya yang harus dipersiapkan jauh lebih dahsyat adalah hati kita. Kita sudah menyalakan 3 lilin di lingkaran Advent untuk mengingatkan bahwa semestinya hati kita makin terang oleh karena pertobatan.  Apakah kita semua sudah sungguh siap merayakan Natal dengan menyediakan hati kita untuk menjadi palungan bagi Sang Mesias?

Injil hari ini mengingatkan kita akan isi dari iman kita ketika menyambut natal, yaitu kelahiran Sang Mesias. Kesaksian Yohanes membantu kita semua untuk menyambut Sang Mesias secara tepat dan benar.  Yohanes bersaksi tentang Yesus Sang Mesias. Sementara itu Sang Mesias yang hadir di dunia melalui kelahiranNya sebagai Manusia membawa kesaksian Bapa tentang kebenaran dan keselamatan bagi manusia. Yesus sendiri yang menjadi kesaksian Kebenaran dan Karya keselamatan Allah, karena melalui seluruh hidup, pengajaran dan karyaNya, semua itu hadir dan dinyatakan bagi manusia. Maka setiap orang yang menerima Kristus dan percaya akan dihantar pada kebenaran dan keselamatan sejati, sementara mereka yang menolakNya akan hidup dalam kegelapan dan jauh dari keselamatan.

Saudara-saudariku terkasih, oleh karena itu, kita semua menyiapkan Natal dengan menyediakan waktu secara khusus dan juga persiapan yang khusus. Karena Natal adalah rahmat istimewa bagi kita, yaitu lahirnya Mesias dalam palungan hati kita. KelahiranNya dalam hati kita akan menjadikan kita semua sebagai saksi bagi dunia, bahwa Allah sungguh mencintai manusia dan hanya keselamatan manusia yang dikehendakiNya. Tak mungkin kita akan menjadi saksi dan menjalankan tugas kesaksian tersebut, kalua yang kita siapkan untuk Natal hanya bersifat jasmani dan tanpa persiapan rohani. Tak mungkin Natal akan semakin menjadikan kita Terang Allah, kalau kita sendiri tidak sepenuhnya menerima Kristus serta percaya kepadaNya. Di sekitar kita, tersebar berbagai versi  kesaksian tentang Yesus, Ingatlah, bahwa semua itu adalah kesaksian manusia. Yesus tidak membutuhkan kesaksian dari manusia, karena seluruh hidupnya sudah memuat kesaksian tentang Allah. Menjadi saksi bagi Yesus, berarti cukup percaya kepadaNya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepadaNya.

Pernyataan Yesus akan kesaksian dan pekerjaan-Nya merupakan sebuah undangan bagi kita untuk membiarkan Kristus menjadi cahaya satu– satunya dalam hidup kita. Kita akan senantiasa menjadi pemantul dan pemancar cahaya-Nya. Dengan demikian, setiap orang yang berjumpa dengan kita, dan menerima sentuhan kasih kita, akan merasakan kehadiran Allah yang menyelamatkan melalui perbuatan baik kita. Itulah tugas perutusan kita menjadi saksi Mesias yang kelahiranNya sedang kita nantikan. Semoga  dengan mempersiapkan Natal secara tepat dan benar, kita pun akhirnya dilahirkan Kembali sebagai saksi cinta kasih, kebenaran dan karya keselamatan Allah di tengah keluarga dan lingkungan hidup kita. Tuhan menerangi dan memberkati kita semua.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa mahakudus, terimalah kiranya doa dan persembahan kami, hamba-Mu ini. Bantulah kami dengan rahmat-Mu, karena dengan daya usaha kami, kami takkan sanggup memperoleh keselamatan. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Filipi 3:20-21

Kita menantikan Yesus Kristus, Penebus dan Tuhan kita, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, kami telah Kausegarkan karena telah ikut serta dalam misteri suci ini. Ajarilah kami menghargai hidup di dunia ini dengan bijaksana dan mencita-citakan hidup surgawi. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: