Senin, 12 Desember 2022 – Hari Biasa Pekan III Adven

Posted on

Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – lih. Yeremia 31:10; Yesaya 35:4

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai para bangsa, dan wartakanlah sampai ke ujung bumi: Janganlah takut! Lihatlah, Penebus kita akan datang.

PENGANTAR:

Bila kita bertemu dengan seseorang yang hidupnya mengungguli kita pada umumnya, maka kita cenderung untuk meragukannya. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita memperbaiki sikap demikian itu. Bileam yang bukan orang Yahudi ternyata digunakan Tuhan sebagai penyambung lidah Tuhan. Yesus membuka hati para pendengar untuk mengagumi keagungan Yohanes Pembaptis dan kekuasaan-Nya.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber cahaya iman, dengarkanlah kiranya dengan rela doa-doa kami. Terangilah kegelapan hati kami dengan rahmat Putra-Mu yang datang mengunjungi kami. Sebab Dialah….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Bilangan 24:2-7.15-17a

“Sebuah bintang terbit dari Yakub.”

Pada waktu itu Bileam memandang ke depan, dan ia melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka. Maka Roh Allah menghinggapi dia. Lalu ia mengucapkan sanjak, katanya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! Laksana lembah yang membentang luas, laksana taman di tepi sungai, laksana pohon gaharu yang di taman Tuhan, laksana pohon ara di tepi air. Seorang pahlawan tampil dari wangsanya memerintah bangsa yang tak terbilang banyaknya. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.” Kemudian diucapkannya lagi sanjaknya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya, tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang memperoleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang. Aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat: sebuah bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel; ia meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 25:4bc-5ab.6-7c.8-9

Ref. Tuhan adalah kasih setia, bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya

  1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.

  2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu.

  3. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mzm 85:8) Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan-Mu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 21:23-27

“Dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?”

Pada suatu hari Yesus masuk ke bait Allah. Ketika Ia sedang mengajar, datanglah imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi kepada-Nya; mereka bertanya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu, dan jika kalian memberi jawabannya, Aku pun mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Nah, dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?” Mereka lalu berunding satu sama lain, “Jika kita katakan, ‘Dari surga’, Ia akan berkata kepada kita, ‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?’ Tetapi jika kita katakan, ‘Dari manusia’, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes itu nabi.” Mereka lalu menjawab, “Kami tidak tahu.” Maka Yesus pun berkata kepada mereka, “Jika demikian, Aku pun tidak mau mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari Rumah Retret Laverna, Padang Bulan, Pajaresuk, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, edisi hari Senin, tanggal 12 Desember 2022 pada hari biasa pekan III Adven.  Saya berharap Anda semua ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Menyadari kehadiran Tuhan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, lalu menerimaNya dan membuka mata hati untukNya itulah suasana yang perlu ada pada hari-hari ini. Kalau dalam bacaan pertama hari ini dari Kitab Bilangan mengingatkan kepada kita bahwa ada kerinduan besar dalam diri umat Israel akan datangnya pembawa pembebasan, mereka menanti-nantikan. Injil memberi penegasan bahwa Mesias yang dinantikan itu telah hadir dalam diri Yesus. Ia begitu dekat, bisa dilihat, begitu akrab dengan umat, bahkan yang paling menderita sekalipun. Namun para imam kepala dan pemuka bangsa Yahudi meragukanNya. Bahkan mempertanyakan dengan kuasa mana Yesus membuat mukjizat-mukjizat, dan mereka menolak Yesus.

Sahabat Resi Dehonian, saat ini kita juga sedang mempersiapkan kehadiran Tuhan Yesus dalam masa Adven, yang nantinya kita juga akan merayakan dengan penuh kemeriahan pada hari Natal. Kalau tadi imam kepala dan pemuka bangsa Yahudi menolak, lalu bagaimana dengan kita? Pernah seorang ibu datang kepada saya menanyakan mengapa sakit dan penderitaan selalu dialaminya bertubi-tubi, padahal ia merasa setia berdoa, rajin hadir dalam perayaan Ekaristi, ikhlas dalam pelayanan-pelayanan, sering membantu sesama yang membutuhkan bantuan, ia bertanya “kenapa harus saya yang mengalaminya Romo? Tuhan mau apa lagi dari saya?” lalu saya hanya menjawab “ibu pasti sudah tahu jawabannya”, ia lantas menyambung “apa Tuhan tahu bahwa sayalah yang kuat untuk menerima dan menjalaninya ya Romo?” lalu saya menambahkan, “supaya kemuliaan Tuhan dan kehadiranNya dialami secara istimewa dalam hidupmu bu”. Lalu dia mengamini kalimat saya.

Sakit, penyakit, penderitaan, pergumulan, kekecawaan, kegagalan, bisa saja menjadi Bahasa Allah dan caraNya untuk menunjukkan kuasa dan kehadiranNya. Kita seringkali hanya mau menerima yang baik, yang indah, yang membahagiakan, yang menyenangkan, yang menenangkan, sementara derita kita tolak. Kita sering tidak fair. Seharusnya berani menerima kegembiraan maka penderitaanpun kita berani memeluknya. Acapkali Allah menuntut lebih dari kita.

Seorang bapak tua menjual keranjang-keranjang dari bambu di teriknya udara Jogja, saya berhenti, turun dari mobil lalu membeli barangnya, padahal saya tidak membutuhkannya, saya juga tidak menawar harga, secara spontan saya melakukannya, ngobrol sebentar, lalu saya melanjutkan perjalanan, dari dalam mobil saya melihat wajah penuh syukur bapak tua itu, lembaran uang yang saya berikan tadi ditepuk-tepukkannya ke barang yang masih ada sambil merapalkan sesuatu. Tindakan kecil nan sederhana ini mungkin tak seberapa, namun melahirkan kelegaan baik pada bapak tua itu maupun kegelisahan saya atas situasi tersebut.

Menantikan butuh keikhlasan, menantikan perlu dibarengi kepedulian, menantikan butuh kesetiaan, maka mari kita isi masa penantian kedatangan Tuhan ini dengan hal-hal yang menggembirakan hati sesama dan Tuhan. Imam kepada dan pemuka bangsa Yahudi tadi menjawab “kami tidak tahu” Ketika mereka ada dalam dilem untuk menjawab Yesus. Kita harus tahu jawabannya. Maka mari kita melakukan segala yang baik bagi sesama sambil mencari tahu apa jawaban kisah-kisah hidup kita.

Tuhan memberkati Anda, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa mahakudus, semoga ibadat yang kami lakukan dalam perjalanan ziarah di dunia ini, kelak dapat menjadi anugerah penebusan kekal. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – lih. Mazmur 105:4-5; Yesaya 38:3

Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai-Mu, agar kami sebulat hati bersukacita di hadapan-Mu.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, semoga ibadat yang kami lakukan ini membawa keselamatan bagi kami. Kiranya Engkau mengajar kami merindukan harta surgawi di tengah suka duka dunia ini. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: