Minggu, 11 Desember 2022 – Hari Minggu Adven III

Posted on

Rm. Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas Resistencia, Provinsi Chaco – Argentina – Argentina

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Flp. 4:4-5

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat.

PENGANTAR:

Warta gembira akan tahun rahmat Tuhan membuat kita semakin siap menyambut peristiwa Allah yang menjadi manusia. Kesiapan itu tidak boleh hanya dalam rupa tata lahir saja, namun harus meresap dalam batin, siap lahir dan batin. Yohanes Pembaptis menjadi nabi yang menyerukan persiapan batin bagi orang yang menantikan kedatangan-Nya. Semua pewartaan hari ini dikemas dalam suasana gembira, bukan kelesuan, bukan ketakutan, namun penguh pengharapan.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah pembawa sukacita sejata, yang dinanti-nantikan umat manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah penyembuh jiwa raga, yang dirindukan umat manusia. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah juga pembawa keselamatan kekal, yang diharapkan oleh umat manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Ya Allah Yang Mahabaik, Engkau menghendaki agar kami selamat. Maka, dengan sabar dan penuh kasih, Engkau mempersiapkan kami untuk menyambut kedatangan Putra-Mu, Sang Juru Selamat, yang  Kaujanjikan. Bantulah kami mengatasi kelemahan kami dan bukalah hati kami untuk mengenal Putra-Mu yang hadir di tengah-tengah kami. Dialah Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 35:1-6a.10

“Tuhan sendiri datang menyelamatkan kamu.”

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga. Seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai! Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron, akan diberikan kepadanya. Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu, dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan membawa pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka; orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai. Pada waktu itu orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sementara sukacita abadi meliputi mereka. Kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 146:7.8-9a.9b-10

Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.

  1. Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung. Dia tetap setia untuk selama-lamanya.

  2. Tuhan membuka orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.

  3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-menurun.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Yakobus 5:7-10

“Teguhkanlah hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat.”

Saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan, seperti petani yang menantikan hasil tanahnya yang berharga: Ia sabar sampai turun hujan musim gugur dan hujan musim semi, demikian kamu pun harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Ingatlah, Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yes 61:1; 2/4) Roh Tuhan menaungi aku; Aku diutus-Nya menyampaikan warta gembira kepada kaum papa.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 11:2-11

“Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

Sekali peristiwa Yohanes Pembaptis yang berada di penjara mendengar tentang pekerjaan Kristus. Lalu ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak sangsi dan tidak menolak Aku.” Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes, “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau! Ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Camkanlah, di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Namun demikian, yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada Yohanes.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Benediktus Mulyono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Salam Jumpa Saudara-Saudari, bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas SCJ Resistencia, Argentina dalam Resi (Renungan Singkat) Dehonian: Minggu, 11 Desember 2022.

Saudara-Saudariku Yang Terkasih, Injil hari ini memberitahukan kepada kita bagaimana Yohanes Pembaptis berada di penjara dan bertanya-tanya apakah Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan Allah. Mungkin kita akan merasa aneh, bahwa Yohanes Pembaptis meragukan apa yang dia wartakan sendiri tentang siapakah Yesus. Di sini kita dapat menemukan alasan lain mengapa Yohanes “tampaknya meragukan” kesaksiannya sendiri.

Saudara-Saudariku Yang Terkasih, saat seseorang berada di dalam tekanan, kesulitan berat, merasa terasing dan berbagai macam kesulitan dialami, seseorang bisa cepat meragukan imannya, pendiriannya, bahkan apa yang sebelumnya diwartakannya. Itulah yang terjadi dengan Yohanes Pembaptis. Ada dalam penjara, dalam kesendirian, keterasingan, membuatnya jatuh dalam “krisis iman”. Namun, ada hal yang menarik dalam diri Yohanes adalah bahwa dia tidak mau putus asa; kendati sedang dalam keragu-raguan, Yohanes masih ada kerinduan untuk mencari kepastian; karena hati nuraninya mengatakan “Iya, apa yang kuwartakan tentang kedatangan Yesus dan tentang siapa Dia, adalah benar.”

Yesus memberikan jawaban agar disampaikan kepada Yohanes tentang karya-karya Yesus yang menggenapi apa yang diwartakan Yohanes sebelumnya: tentang mujizat, tentang banyak tanda besar, tentang kabar baik – sukacita – keselamatan.

Saudara-Saudariku Yang Terkasih, apa pesan yang dapat menjadi inspirasi bagi diri kita? Dalam kehidupan sehari-hari kita juga pernah memiliki “keragu-raguan” akan Yesus, ragu akan cinta kasih Tuhan. Kita sering ada di dalam “hentakan-hentakan kecil” yang mengusik iman keyakinan kita akan Yesus. Ada yang mudah sekali rapuh, jatuh, dan menyerah dengan mudahnya dan mengingkari imannya akan Yesus. Api iman yang dulunya membuat kita sebagai alasan untuk mengikuti Yesus sekarang ini redup, bahkan padam; dan tampaknya apa yang telah Yesus tunjukkan dalam keseharian hidup kita tidaklah cukup.

Saudara-Saudariku Yang Terkasih, marilah kita belajar dari Yohanes Pembaptis, yang tidak mudah menyerah kalah. Hati nurani dan akal sehatnya terus mempengaruhi sikap dan pilihannya untuk terus mencari kebenaran sejati. Benarlah apa yang dikatakan Yesus tetang dia: “Tidak pernah adal seseorang yang lebih besar  dari pada Yohanes Pembaptis.”

Kebesarannya terletak pada ketekunan dan kesetiaan dan konsistensinya untuk berpegang teguh pada iman bahwa Yesus sungguh-sungguh Penyelamat yang dijanjikan Allah. Semangat kerendahan hati nya menjadi contoh bagi kita, bahwa “Yesus harus menjadi semakin besar, sedangkan aku harus menjadi semakin kecil.

Akhirnya, semoga kita merasakan kedamaian, kebahagian, kelembutan dan kesejukan akan Sabda Yesus dalam diri kita masing-masing: “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”  Berkat Allah Yang Maha Kuasa: ( ) Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

DOA UMAT:

I : Allah Bapa kita adalah Allah yang setia, yang selalu memperhatikan dan menyertai hidup serta perjuangan kita. Marilah kita memanjatkan doa-doa sebagai wujud pengharapan akan janji keselamatan-Nya bagi kita.

L : Marilah kita berdoa bagi para pemimpin Gereja. Ya Bapa, dampingilah para pemimpin Gereja-Mu agar selalu siap sedia dan rendah hati dalam memberikan kesaksian Injil-Mu di dunia yang tengah dilanda oleh berbagai tantangan keputusasaan ini. Marilah kita mohon:

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

L : Marilah kita berdoa bagi para pemimpin masyarakat: Ya bapa, terangilah para pemimpin masyarakat kami dengan Sabda-Mu agar mereka selalu berjuang demi memajukan kesejateraan umum.

Marilah kita mohon:

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

L : Marilah kita berdoa bagi mereka yang sakit dan putus asa.: Ya Bapa, hiburlah mereka yang sakit dan putus aa, melalui kasih dan perhatian serta kehadiran orang-orang yang dengan setia melayani, mendampingi, dan memperjuangkan kehidupan mereka.

Marilah kita mohon:

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

L : Marilah kita berdoa bagi kita yang berkumpul di sekitar altar ini: Ya Bapa, semoga Masa Adven ini menjadi masa saat kami menantikan dengan penuh pengharapan akan cahaya dan kasih-Mu bagi kami yang takkan berkesudahan.

Marilah kita mohon:

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

I : Allah Bapa kami, dengan gembira kami menanti-nantikan kedatangan Putra-Mu. Semoga, dalam masa penantian ini kami mampu membersihkan hati dan budi kami sehingga layak menyongsong kelahiran Putra-Mu, Yesus, Sang Juru Selamat kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Kami mohon, ya Allah, semoga kurban ini, yang merupakan tanda bakti kami, senantiasa kami persembahkan kepada-Mu. Wujudkanlah sepenuhnya dalam diri kami karya penyelamatan-Mu, yang sudah dimulai dalam misteri kudus ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Bdk. Yes. 35:4

Katakanlah kepada yang tawar hati: Tabahkanlah hatimu dan jangan takut. Lihatlah,Tuhan akan datang menyelamatkan kita.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah Bapa Yang Mahamurah, semoga oleh daya ilahi Sakramen Mahakudus ini, kami dibersihkan dari cacat cela dan dengan demikian kami siap menyambut hari raya mendatang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: